Adbox

Nov 21, 2015

SEMALAM KU BERPIKIR: ADA JALAN TANPA UJUNG DI INDONESIA

November 21, 2015
Sial!!! Kuat dugaan nyamuk-nyamuk yang tinggal dirumahku tanpa ku pungut biaya, sadar kalau aku anak yang jarang pulang dan tidur dirumah. Itu terbukti dengan serangan mereka yang tak pernah lelah menghujam kulit ini yang memang sok eksotis kata cewek-cewek manis yang pernah aku jumpai. Ya, memang aku jarang pulang kerumah sejak kuliah, walau hanya untuk singgah tengok kamar ku yang tak berpenghuni lagi. Namun, juga bukan sungguh kebetulan kehadiran ku dirumah malam ini . Ibunda tercinta ku sedang dilanda sakit. Jadi aku wajib dirumah, walaupun cuma untuk dilihat wajah sengok ku oleh ibu. Setidaknya, walau tak pernah aku ungkapkan. Saat-saat seperti ini ada yang sadar bahwa; Aku anak yang benar cinta keluarga”

Duduk sendiri dikamar bagai ayam mengeram tanpa tahu kapan akan pecah itu telur. Sesekali juga ke dapur-kamar mandi dan kembali kekamar. Itu aktivitas yang menguasai ku malam ini. Tak bisa di elak rasa suntuk mengambil alih pikiran ini.

Dalam suntuk gundah merana, Ku hidupkan laptop kerja kakak ku, ku cari file MP3 dan ku hidupkan secara random di Winamp-nya. Setelah beberapa lagu berjalan, mata mulai merasa  berat bagai diberi beban. Perlahan tertutup hingga hampir saja kesadaran hilang hanya karena lagu. Tetiba sebuah nyanyian dari (Bang) Iwan fals yang tak pernah aku tahu judulnya, mendayu manja kasar menghantam imajinasi ku yang hampir terbius tidur.

Dari gunung ke gunung
Menembus kabut lembah dan jurang
Melewati hutan pinus, melewati
jalan setapak
Mendengar gesekan daun dan
burung-burung
Menikmati aroma tanah dan
segarnya udara
Jauh dari kebingungan sehari-hari
Aku dapat lepas teriak
Aku dapat bebas bergerak
Lirik dan khas suara Iwan Fals rasanya telah meniadakan rasa kantuk, dan kemudian menghadirkan khayal dan lamunan nostalgia perjalanan hidup beberapa tahun silam hingga malam tadi. Tak ku tahu Jarum jam sudah menunjuk arah berapa, juga tak ada hasrat untuk melongo keluar melihat seberapa tinggi bulan sudah berjalan atau bahkan seberapa gelap malam tanpa ditemani bulan. Lagu yang sedang dinyanyikan sang (Abang) Iwan Fals, benar-benar membenamkan lamunanku kedasarnya, hingga tertulis sebuah lamunan yang ku juduli ADA JALAN TANPA UJUNG DI INDONESIA.

Indoensia Kaya

Berawal dari bergabung dalam Organisasi Pecinta Alam dikampus, aku mulai cinta pada hobi; menjelajah, mendaki gunung, tidur di hutan dan menunggu matahari diketinggian bumi hingga cinta pada Negeri. Beberapa gunung di Aceh sudah pernah aku rasa dinginnya cuaca, kelamnya hutan bahkan hingga liarnya alam ciptaan Tuhan. Serasa bangga menjadi seseorang yang jatuh cinta pada hobi. Walaupun hobi ini yang seberapa orang menganggap menjadikan aku seperti sekarang ini, tanpa gelar sarjana. Bahkan mereka dari seberapa itu berani memberi wejangan-nasehat yang membuat ku sering tersenyum kecil untuk aku tanggapi.

Ya, hobi yang hanya dilihat sebagai kesalahan dan sekedar hobi. Jarang ada yang berpendapat “hobi akan menjadi kenikmatan hidup yang sederhana”. Tak pernah ada yang mengorek “apa tujuan hidupnya dan hidup orang disekelilingnya” yang mereka pikir hanya “jalan hidup yang dijalankannya juga jalan bagi mereka lainnya”. Tak ada yang memprioritas kenyamanan diatas kesenangan. Satu kalimat yang ku bijakkan untuk kamu yang masih mencoba menasehati ku untuk hal itu juga untuk kalian yang “stuck” punya pikiran seperti itu; “Senang didunia tanpa kenyamanan adalah keputusasaan hidup yang kau topengi dengan kebahagiaan palsu.” Beuh!!! Serasa motivator akunya.

Kembali kedasar lamunan aku. Seusia mimpi yang telah aku cantumkan sebagai pilihan jalan hidup, banyak yang belum  terealisasi. Mungkin satu alasan bagi orang disekeliling mencemooh bahkan menganggap diluar kemampuan ku. Dalam do’a, tak pernah kutanyakan pada Tuhan, “kapan impian-impian ini membungkam keraguan yang diciptakan”? yang aku lakukan adalah berpikir dan berusaha untuk menemukan jalan baik menuju mimpi ini.

Aku sebagai pribumi, pantas menyapa setiap pelosok Negeri ini. Setidaknya, ada jengkalan tanah yang mengenal kala aku dikubur nantinya. Hobi adalah mainan kesenangan, tapi aku telah merubahnya menjadi sebuah jalan hidup liar yang nyaman. Menelusuri dan mendokumentasi perjalanan mengenal Gunung, Hutan, Sungai, Laut sebagai ciptaan Tuhan yang Esa dan juga Budaya warisan moyang akan menghidupkan hobi dan hidup ini sendiri. Hobi bukanlah sekedar hobi, hobi adalah kehidupan. Dari segalanya yang telah menjadi pengalaman. Banyak hal yang belum tercapai. Banyak tirai indah anugerah Tuhan di Indonesia yang belum tersibak. Itu sesuai dengan sebuah tulisan mimpi yang kujuduli dengan IndonesiaBisa Terlihat Lebih Kecil Dari Sebenarnya Ketika Mimpi Ini Terjawab. Karena sungguh, Indonesia punya jalan tak berujung, dari Sabang Sampai Merauke, tak ada awal tak berujung, yang ada hanya terus tersambung menjadi satu Negeri.
  
Bagi ku, Jalan hidup terlalu sempit hanya sekedar untuk membiayai dan menghidupi jiwa yang menunggu mati. Untuk apa hidup hanya untuk makan dan tidur nyenyak. Dunia terlalu suci untuk dikotori jiwa yang penuh benci dan iri. (Sampai jumpa kelak, dimanapun di Negeri ini)

Nov 16, 2015

Indonesia Bisa Terlihat Lebih Kecil Dari Sebenarnya Ketika Mimpi Ini Terjawab

November 16, 2015

Senin, 16 November 2015-- Aku duduk beralas tempat tidur dengan posisi bersandar punggung ke dinding kamar. Malam ini terlihat lebih gelap dikamar hunian yang memang lebih sepi dari biasanya. Tidak ada lampu yang menyala, tidak ada kopi yang terseduh, tidak ada rokok yang tersulut, tidak ada desiran angin yang berhembus, kecuali suara kipas angin jadul yang punya harga mahal dijamannya, terus meraung berputar berusaha membantu mensterilkan penghuni kamar dari gangguan nyamuk yang belum tentu mengetahui jenis kelaminnya.

Sembari menikmati dendang raung kipas angin, pikiran ku kembali jalan-jalan jauh ke tempat entah berantah. Dan terus coba mencari ruang kesempatan menjejali satu mimpi yang masih konsisten bertahan dalam anganku. Dari keinginan mencicipi, mendokumentasi ragamnya budaya negeri ku yang terus terkikis waktu dan kemudian hilang dari ingatan generasi, juga sekian banyak tempat yang sedang rindu jejak telapak kaki ini, seterusnya setiap inci yang baik dari hentakannya menjadi tulisan sejarah sebagai pertinggal untuk anak cucu kelak. Ada berjuta pesona yang menunggu antrian bertengger dalam catatanku, karena ribuan kosa kata telah dipersiapkan oleh moyangku dulu untuk menceritakan akan alam ciptaan tuhan memang indah jika tidak dirusak oleh hamba-Nya sendiri. Mengukur Indonesia yang bergugus pulau-pulau menjadi lebih kecil dari luas sebenarnya lewat tulisan dari tangan ini sendiri.

Namun untuk mewujudkannya tidak ada keinginan untuk mengemis atau bahkan menggembel untuk bisa meletakkan Indonesia dalam buku saku sendiri. Tenaga, otak, ilmu dan segala kecerdasan yang Tuhan ilhami akan aku gunakan sebagai jembatan impian. Melakukan hal yang benar dengan benar menjadi kepuasan bagi aku, memang bukan waktu yang singkat untuk itu tapi tidak akan ada batas waktu untuk berusaha dan semoga menjadi lebih mulia dari rasa membanggakan.



Itu sedikit jawaban dari pertanyaan “Kenapa tidak kau lakukan sekarang? Kenapa hanya jadi obrolan cita-cita seperti dimasa Sekolah Dasar dulu?” Memang Itu menjadi diantara banyak pertanyaan yang diajukan, dan tidak pernah ada jawaban serius yang harus aku gambarkan langsung pada mereka yang tidak punya mimpi besar atau bahkan untuk bermimpi saja tidak punya keberanian sama sekali. Tidak menjawab bukan untuk menghindar tapi setidaknya akan lebih menjadi rumit, ketika jawaban masih berbanding balik dengan keadaan yang bermimpi.

Semuanya masih teranggap sebagai mimpi tidak waras, setidaknya sampai detik ini. Tidak pernah otak kanan-kiri menolak anggapan itu, kecuali menjadi nyata suatu hari nanti.

Tuhan telah menata jalan menuju impian tersebut sedemikian indah dengan beragam tantangan dan halangan yang mengatur sedikit keraguan bagi yang mau berusaha merealisasi mimpi-mimpi besarnya. Akan tetapi bagi aku keraguan menyatakan mimpi itu sama sekali sudah tertepis sedari malam lalu ketika ledekan sahabat-sahabat tentang Mimpi Sang Pemimpi yang menjadi gelak tawa bagi mereka. Walau mimpi tetaplah keinginan yang belum/tidak terpenuhi. Namun bagi aku “Harapan selalu akan tumbuh dan terus tumbuh bagi jiwa-jiwa yang kuat, teguh dan tegar memperjuangkan impiannya.” Itu jadi salah satu kalimat luar biasa yang selalu membuat keyakinan hati tak pudar untuk menggapai bayang-bayang dalam kondisi apapun. Tidak ada kata tidak mungkin bagi pejuang walau sebagai pejuang mimpinya sendiri.

Jika kalian sama, jangan berhenti disini, apalagi takut bermimpi besar. Tepis rasa ragu, beri ruang untuk hati dan pikiran, yakin akan usaha kalian sendiri. Tuhan maha tahu akan segala kemampuan hamba-Nya. Mimpi dan cita akan kalian gapai sesuai besar dengan kerasnya usaha memperjuangkannya.

Dan tolong ceritakan ini pada anak cucumu nantinya wahai gadis yang tercipta dari igaku. Bahwa aku adalah kakek yang berani bermimpi untuk yakin berusaha merealisasinya. Ingat Sekali lagi, itu Jika kamu adalah gadis yang tercipta dari igaku.



Nov 14, 2015

Tanpa Kamu, Indonesia Akan Terus Kalah Saing Dengan Negara Lain

November 14, 2015
Indonesia terdiri dari banyak pulau, beragam adat dan budaya, kaya akan bahasa serta banyak lagi yang Indonesia punya dan tidak ada di negara lain. Namun pernahkan kita sejenak duduk dan berpikir, Indonesia kalah dan susah bersaing dengan negara-negara lainnya, apa yang salah dari Indonesia? Apakah ini takdir bagi Indonesia? Sudah seharusnya ada sebuah kesalahan yang menyebabkan Indonesia kalah dalam melangkah. Dan kesalahan bukanlah takdir.

Nov 7, 2015

Menjajal Pasir Hingga Mengejar Sunset Di Lampuuk

November 07, 2015
Aceh merupakan Provinsi terbarat Indonesia. Aceh dihiasi dengan wisata alam dari gunung, hutan serta laut dan pantainya yang  penuh pesona. Misalnya Gunung Goh Leumo atau Hutan Seulawah Agam dan Dara, juga Hutan Gunung Leuser, bisa dijadikan pilihan untuk menikmati ranumnya alam Aceh. Namun yang ingin aku ceritakan kali ini adalah pantainya. Aceh punya laut dan pantai yang tidak kalah kerennya dari Raja Ampat. Jika kalian berkesempatan mengunjungi Aceh, Lampuuk (Red: Lampu’uk)adalah Salah satu pantai yang wajib kalian singgahi.

Nov 2, 2015

Mimpi Sang Pemimpi (Part I)

November 02, 2015

( Part Ragu )
--Sabtu, 31 Oktober 2015--. Terduduk lesu dan ku halau pandangan jauh kedepan melewati kaca jendela yang nampak kusam oleh tetesan embun pagi beraduk dengan sisa-sisa debu yang tidak pernah ter-bersihkan.  Suasana gelap terlihat masih menyelimuti pagi. Kepulan asap rokok yang terhembus dari rongga mulutku hilang timbul dalam remangnya kamar, bak keragu-raguanku tekad yang kembali menghinggap pikiran untuk menyatakan impian menjadi sang Traveler .
Adbox