Adbox

Oct 30, 2015

Mimpi Bukan Sekedar Khayalan

October 30, 2015
Jalan-jalan keliling Nusantara atau bahkan keliling dunia, siapa yang tidak menginginkannya? Kecuali budget dan waktu yang minim memupus keinginan menjejalkan langkah disetiap jengkal bumi ini. Tidak disanggah memang, perlu budget lebih untuk mampu merealisasi keinginan yang satu itu. Atau mungkin punya budget yang melimpah namun tidak ada waktu bahkan kurang punya nyali untuk keluar dari zona nyamannya hidup dalam kesibukan. Dan akhirnya sama saja, tidak terjadi hal yang kita inginkan itu.

Sejak beberapa tahun silam, aku pernah berkhayal bisa keliling Nusantara mencicipi kayanya budaya dan adat yang berbeda dari ujung Barat hingga ujung Timur Indonesia. Pun begitu, khayalan akan terus tidak nyata hanya karena ketakutan dan kekhawatiran wajar yang berlebihan. Dan hingga kemarin malam, Khayalan itu masih sebatas khayalan saja. Takut kekurangan budget bahkan hingga takut sepi sendiri dikota entah berantah tanpa tempat tempat mengadu  dan berbagi.

Namun, sejak tulisan ini melintas didepan bola mata kalian. Tekad aku sudah bulat dan keras. Bukan tekad untuk nekad, tapi tekad untuk mengalahkan ketakutan yang selama ini menjadi hantu penghalang untuk merealisasi  khayalan. Khayal ini sekarang menjadi Impian besar bagi jalan hidup sang anak muda. Dalam ketidaksengajaan ibu/bapak/kawan membaca mimpi ini, kalian menjadi saksi dan tulisan ini menjadi bukti kebulatan tekad ini, keberanian menyatakan mimpi , dan ini adalah janji. Janji pada diriku sendiri, pada kalian saudara-saudara sebentuk, pada kalian pengagumku, bahkan para wanita yang telah berani jatuh cinta padaku. Aku akan melangkah untuk menyatakan mimpi tersebut.

Bermimpilah,mimpi itu benar gratis. Dan realisasi mimpi-mimpi kalian dengan tekad dan keberanian. Tidak ada yang tidak mungkin dibumi ini kecuali tanpa usaha. Dan sejatinya, Hasil tidak akan mengkhianati proses.


Ramah dan Sopanlah Pada Lingkok Kuwieng

October 30, 2015
Lingkok Kuwieng, begitu nama tenarnya. Tapi masyarakat setempat menyebutnya dengan Uruek Meuh ( Lobang Emas). Lingkok Kuwieng bukanlah nama desa, juga bukan nama pemuda tampan dengan kumis tpisnya, atau nama satwa liar dihutan belantara. Lingkok Kuwieng sebenarnya salah satu destinasi wisata alam berbentuk sungai yang berkelok dengan air terjun kecilnya, diprovinsi Aceh, Kabupaten Pidie, Kecamatan Padang Tiji yang akhir-akhir ini mem-boom-ing dikancah para pencari surga alam. Dari pasar Kecamatan setempat menuju Lingkok Kuwieng, akan membutuhkan waktu tempuh dalam keadaan normal , lebih kurang 2 jam menggunakan sepeda motor. Dengan keadaan medan menanjak dan penuh bebatuan, juga sesekali tanah liat. Sebagai referensi awal bagi yang belum pernah mencoba trip ke Lingkok Kuwieng tersebut, perjalanannya akan sangat melelahkan dan menguras tenaga.
Adbox