Adbox

Apr 23, 2016

3 Wisata Ekstrem di Aceh yang Jarang dilirik Wisatawan

April 23, 2016
Ditahun 2016, sudah banyak wisatawan yang berlibur ke Aceh, menikmati wisata Aceh yang punya nuansa beda dengan daerah lain. Entah itu wisata pantainya, pegunungan,kuliner dan kota yang islami. Namun sayangnya, hampir dari keseluruhan para wisatawan jarang melirik wisata ekstrem yang ada di Aceh,hanya fokus pada wisata yang sudah lazim dari dulu untuk dikunjungi.

Bukankah ada sensasi berbeda saat kita mampu menikmati sisi beda dari wisatanya dan kebanggaan tersendiri saat kita menceritakan kepada publik  perjalanan dan pengalaman saat berhasil mengunjungi tempat yang tidak mereka kunjungi. Nah, kali ini Gubuk Penulis ingin berbagi 3  destinasi wisata Aceh yang jarang dilirik oleh para wisatawan lokal maupun manca negara;

1. GUNUNG SEULAWAH AGAM
Gunung ini terletak di Kecamatan Seulimum,Kabupaten Aceh Besar, dengan ketingian puncak 1800 Mdpl (Meter diatas permukaan laut). Gunung Seulawah Agam merupakan salah satu gunung berapi yang aktif di Aceh, dan pernah meletus pada tahun 1975 silam.

Gunung Seulawah Agam sering menjadi pilihan bagi para Pecinta Alam, entah untuk mengaplikasi ilmu tentang gunung hutan atau hanya sekedar menghilangkan suntuk. Gunung ini terlihat sangat beda dari gunung-gunung wisata biasanya. Tidak ada pemandangan khusus dari gunung yang satu ini, kecuali hutannya yang masih padat dan udaranya yang segar dan sejuk.

Untuk akses pendakiannya, Gunung Seulawah Agam bisa mengambil jalur melalui dusun Suka Makmur, Kecamatan Seulimum,Aceh Besar. Dengan jalur pendakian yang jarang didaki oleh umum,sebaiknya anda mengajak guide (penunjuk jalur) jika berminat untuk mencobanya. Untuk informasi lebih lengkap tentang pendakian GunungSeulawah, anda bisa mengunjungi situs resmi Mapala Jabal Everest. Mapala Jabal everest merupakan salah satu Pecinta Alam yang sering melakukan pendakian ke Gunung tersebut.


Gunung Seulawah Agam
Doc: Mapala Jabal Everest

2. GUNUNG PEUT SAGOE
Gunung Peut Sagoe terletak di wilayah Geumpang, Kecamatan Pidie, Gunung Peut Sagoe juga salah satu gunung berapi aktif di Aceh, selain gunung Seulawah Agam di Aceh Besar. Gunung ini berketinggian kubah solvatar 2.431 Mdpl (Meter diatas permukaan laut). Untuk jarak tempuh dari kota kabupatennya sekitar dua jam dengan jarak sekitar 100 Km dan berjarak sekitar 220 km dari kota Banda Aceh, dan bisa  ditempuh melalui jalan darat empat jam dalam keadaan normal.

Untuk jalur pendakiannya, anda bisa menghubungi para Pecinta Alam di Aceh yang kerap melakukan pendakian kesana. Salah satu Pecinta Alam yang paling dekat dengan Gunung tersebut adalah Mapala Jabal Everest.

Sedangkan tawaran dari menjelajah Gunung yang satu ini adalah panorama alam yang begitu eksotis dengan flaura fauna khasnya. Seperti Kantong Semar dan Bunga Edelwis yang tidak ditemukan disembarang tempat.

Gunung peut Sagoe

3. WISATA RAFTING (ARUNG JERAM) GEUMPANG
Meskipun Rafting  merupakan Olahraga ekstrem yang masih sangat jarang dilirik sebagai destinasi wisata oleh para wisatawan. Namun, siapa yang tidak ketagihan untuk menikmati wisata yang satu ini, kecuali yang belum pernah mencobanya.

Nah untuk informasi lebih lanjut, sudah pernah aku bahas dipostingan sebelumnya, anda bisa klik Wisata Arung Jeram Geumpang.


Wisata Arung Jeram Geumpang
Doc: Mapala Jabal Everest

Jangan sia-siakan perjalanan anda ke Aceh. Tidak semua orang bisa menikmati wisata alam seperti yang aku paparkan diatas. Namun aku yakin,sangat cocok dengan anda yang berjiwa Traveler atau Backpaker sejati. Visit Aceh 2016


Apr 19, 2016

Kuliner Khas Daerah Aceh Untuk Traveler

April 19, 2016
Di artikel sebelumnya, kita sudah pernah membahas kuliner khas daerah Aceh tentang Kuah Pliek dan juga Mie Aceh. Namun yang harus anda tahu, bukan cuma itu yang menjadi kuliner khas daerah yang dijuluki Serambi Mekkah tersebut. Masih banyak ragam kuliner khas disana, dan kali ini akan kita ulas tentang kuliner khas Eungkot Keumamah hasil kreasi tangan orang Aceh sejak dahulu zaman perang Belanda.

Engkot Keumamah bukan cemilan  semacam kerupuk atau roti-roti yang dipanggang lama diatas api, kuliner yang satu ini merupakan lauk yang dimasak dengan racikan bumbu tersendiri.

Meski Teksturnya yang keras, Engkot Keumamah sebenarnya diolah dari ikan Tuna atau ikan Tongkol yang dagingnya lembut serta berprotein tinggi. Sebelum disebut sebagai Engkot Keumamah,ikan Tuna/Tongkol terlebih dahulu melewati proses panjang. Ikan Tuna yang masih segar harus di bersihkan isi perutnya,setelah benar bersih,ikan direbus,kemudian dikeringkan selama dua atau tiga hari. Selama masa penjemuran itu,Ikan ditaburi garam dapur dan tepung,namun selain dijemur ada juga yang mengolah dengan pengasapan.

Dari segala keistimewaan kuliner yang satu ini dengan pengolahan secara tradisional,Engkot Keumamah menjadi buah tangan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Aceh. Selain mudah dibawa bepergian,Engkot Keumamah juga awet dan tahan lama meski tanpa bahan pengawet berbasis bahan kimia atau lainnya. Proses penjemuran atau pengasapan menjadikan kuliner ini sangat awet dan tahan lama,jadi bagi anda yang ingin menjadikan Engkot keumamah ini sebagai buah tangan untuk keluarga atau siapapun yang jauh,untuk ketahanannya tidak perlu anda ragukan.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id/
Eungkot Keumamah yang Dijemur


Namun sebelum disaji untuk dinikmati,Ikan yang sudah melewati proses perubahan dari Tuna menjadi Engkot Keumamah,terlebih dahulu dimasak hingga jadi lauk yang mampu membuat lidah penikmatnya tidak tahan untuk tidak bergoyang.

Untuk proses penyajiannya Engkot Keumamah atau Ikan kayu khas Aceh ini,disayat tipis-tipis kemudian direndam dengan air panas untuk melunakkan kembali ikan yang sudah bertekstur keras tersebut. Kemudian masak dengan cara anda tumis bawang merah,bawang putih,cabe merah yang sudah diiris tipis,dan masukkan bumbu yang sudah dihaluskan terlebih dahulu(cabe merah,cabe keriting,cabe rawit merah dan asam sunti),tunggu sejenak hingga membaui harum. Tambahkan batang serai,daun salam,daun pandan,lengkuas dan cabai hijau,masak hingga matang. Kemudian tuang santan kental secara perlahan,sambil terus diaduk tambahkan Eungkot Keumamah yang sudah diiris dan dilunakkan sebelumnya,garam,gula pasir dan aduk sampai meresap,tunggu sampai Eungkot Keumamah sebagai bahan dasar empuk,dan Kuliner khas Aceh Engkot Keumamah siap disajikan.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id
Eungkot Keumamah Siap Disajikan

Untuk soal rasa, Engkot Keumamah jangan anda ragukan, apalagi anda hidang dengan nasi putih dalam keadaan masih panas.

Jika anda seorang Backpaker atau Traveler yang sedang di Aceh dan akan ke Aceh,jangan lewatkan kesempatan menikmati lezatnya kuliner khas Aceh yang satu ini,dijamin rasanya tidak mengecewakan lidah.  Hampir disemua warung makan atau restoran di Aceh menyediakan menu Eungkot Keumamah. Ayo Ke Aceh!!!

Apr 17, 2016

Kisah Cinta Tak Berujung

April 17, 2016
Tanpa sengaja mata Sangpemuda yang sedang dirundung indahnya jatuh cinta menatap mata kekasihnya,seketika senyum sipu malu merekah dibibir indah Sigadis yang sejak empat bulan lalu sudah menjalin hubungan sebagai kekasih dengan pemuda tersebut dalam ikatan pacaran seperti kehidupan anak muda moderen era sekarang. Sejenak dua pasang mata kekasih itu saling bertatap dalam senyum bahagia,seakan masa depan yang indah berhasil mereka terjemahkan diantara tatap pasang mata tersebut. Bahkan rasanya hari yang telah dan akan dilewati benar hanya untuk kehidupan mereka berdua. Sambil diremasnya lembut tangan Sigadis tersebut  oleh Sangpemuda, dan  dalam nada tanya,sepatah kalimat keluar dari mulutnya “dengan segala kekurangan yang ada, aku mencintaimu setulusnya sayang, bersediakah kau menjadi kebahagian aku suatu hari kelak hingga mata kita tak lagi mampu menatap keindahan seperti hari ini?”, dengan penuh kelembutan, gadis dengan wajah manis itu menggangguk dan menjawab “aku milikmu dan ingin bersamamu hidup dalam cinta mu selamanya.”

Jawaban Sigadis yang terlihat lebih tulus dari cinta yang sedang mendera hati dua insan itu, membawa mereka lebih jauh dalam khayalan yang  seakan telah hidup bersama atas nama cinta dalam ikatan sepasang suami istri yang hidup penuh bahagai karenanya. Hari itu mereka telah berhasil melukis kehidupan berdua kelak dalam rumah tangga yang turut hadir sepasang keturunan sebagai pelengkap kebahagiaan.

Berdua terus mereka lalui hari yang dibuat semakin indah dalam balutan pacaran. Kalimat-kalimat pujian saban hari diungkap antara masing hati karena cinta dan semakin menjadi bagian kebahagiaan dalam janji untuk terus hidup bersama. Kadang sekali waktu Sangpemuda rela menerobos hujan dan petir untuk menemani Sigadis yang dirundung sedih, gegara kucing peliharaan kesayangan mati. Kala itu tak bosan tangan Sangpemuda dengan penuh kasih sayang menyeka pipi Sigadis yang dibasahi airmata kesedihan untuk kucingnya yang mati, gegara ditabrak becak tetangga saat mengangkut barang keperluan minggu depan yang akan dilangsungkan pesta pernikahan putra sulungnya yang baru selesai Perguruan Tinggi. kucing malang itu sedang main dihalaman rumah tetangga namun naas pengemudi becak tak sempat melihat kucing tersebut hingga sudah berada dibawah ban becak.

Setahun,dua tahun, hingga tiga tahun berlalu,dua anak manusia tersebut terus bahagia dengan cinta yang konon sudah berakar kuat dalam ikatan pacaran. Hampir saban hari, pagi,siang,bahkan berlanjut sore, kedua anak manusia tersebut menghabiskan waktu bersama. Layaknya insan yang benar sudah dimabuk cinta. Entah itu dikampus tempat mereka kuliah, juga kadang mencari tempat rekreasi, pantai, atau caffe yang moderen untuk memadu kasih yang sudah terjalin lama.

Dalam jangka selama itu menjalin hubungan pacaran, diantara kebahagiaan yang menyelimuti hari-hari Sangpemuda dan Sigadis  kadang juga sesekali tecipta masalah-masalah yang menyebabkan pertengkaran atau kesedihan antara keduanya seperti lumrah kehidupan dimuka bumi ini. Namun, keadaan seperti itu berhasil mereka lewati dengan kebijakan rasa cinta yang mendera hati mereka.

Mengikuti kedewasaan Sangpemuda dan Sigadis yang semakin matang, juga usia hubungan pacaran mereka, pembahasan jenjang dewasa, baik secara biologis dan lainnya, kerap menjadi pembicaraan yang serius saat memadu kasih, entah itu lewat obrolan malam melalui pesawat telfon, atau hari-hari yang mereka habiskan bersama. Keduanya terus bertekad untuk bisa mengakhiri hubungan yang mereka jalin dalam pernikahan, namun kesiapan materi Sangpemuda, selalu menjadi penghalang bagi mereka untuk merealisasi janji yang pernah terucap dari awal menjalin hubungan sebagai kekasih dalam status pacaran.

Tapi Dua hati  yang terlanjur saling cinta, menjadi penopang penyelamat hubungan pacaran tersebut, meski tidak ada titik terang untuk menghakikikan hubungan mereka dalam ikatan pernikahan. Saling memberi semangat dan terus senyum dalam kekalutan hati yang dilanda gelisah karena usia Sigadis yang semakin lanjut, juga status Sangpemuda yang sudah cukup dewasa untuk bisa hidup seatap dengan kekasih hatinya, menjadi kekuatan terakhir yang membentengi cinta keduanya bisa tetap bersama dalam kegamangan landasan akhir rasa yang lama sudah terawat.

Meski semua telah mereka lakukan sebagai pengorbanan atas nama cinta dengan keinginan kuat untuk terus saling berada disisi, namun kebutuhan usia membuat antara mereka mulai sering dihinggap masalah, bahkan hal-hal sepele yang terjadi sehari-hari bisa menyebabkan Sangpemuda gelisah, juga Sigadis kerap meneteskan airmatanya meratapi yang diberi nama cinta.

Semakin hari seakan beban keduanya semakin tak terbendung, kebahagiaan yang dulu seakan tak akan pernah pudar dihapus masa, tergantikan dera batin ditimpa kegelisahan. Dan kegelisahan-kegelisahan serta masalah yang ada mulai membentuk jarak antara mereka, hari-hari dulu yang terus mengisi waktu bersama, kini kebersamaan yang berusaha untuk dijaga malah menjadi beban dan masalah. Pelan, semakin jarak antara kedua insan tersebut terbentuk, akhirnya mereka harus berpisah dengan derai airmata pada keduanya.

Janji cinta tak terpisahkan yang dibangun Sangpemuda dan Sigadis semasa pacaran, mereka bantah sendiri. Hari terakhir mereka lewatkan bersama, dalam kesedihan Sangpemuda mengucap kalimat pada Sigadis “cinta besar tak cukup untuk kita bisa terus bersama, pengorbanan telah sia-sia antara kita, meski cinta itu masih ada antara kamu dan aku. Hubungan ini tidak bisa menjadikan kita sepasang kekasih untuk terus bahagia bersama.” 

Apr 15, 2016

Mengapa Takut Berbagi Lewat Tulisan?

April 15, 2016
Sekitar dua puluh tahun silam, aku masih belajar mengenal huruf abjad di Sekolah Dasar, mengeja mengikuti suara sekalian melihat tangan ibu guru yang dengan sabar menunjuk abjad dari huruf A sampai dengan Z yang tertulis dipapan berwarna hitam pekat yang tergantung didepan ruang kelas. Bahkan sesekali (saat itu) dalam mengeja masih sering tertukar letak X dan Y,kadang juga W terlalu telat untuk diingat, hingga terlafaznya dengan penuh percaya diri tanpa malu setelah abjad Z. Seiring berusaha untuk mampu melafaz tanpa lagi harus meniru suara dan tanpa melihat lagi bentukan garis yang melukis huruf tersebut, juga berjuang mampu menggores dengan tangan sendiri untuk membentuk huruf-huruf abjad dilembar buku tulis pribadi.

http://gubukpenulis.blogspot.co.idSetahun, dua tahun berjuang hanya untuk mampu menulis nama sendiri, sampai bertahun-tahun belajar akan dunia baca tulis di pendidikan Sekolah Dasar, hingga kemudian mampu melukis sedikit cerita tentang diri sendiri,dimulai; nama sendiri,nama ibu-ayah,alamat,cita-cita,hobi. Hingga setelah masa belajar dasar tulis-baca,pengetahuan tentang tata-krama menulis pelan merasa mampu terkuasai,bahkan sempat-sempatnya untuk menguji kemampuan menulis, dengan menulis surat cinta untuk gadis-gadis muda yang seharusnya belum pantas membaca kalimat pujian yang bermaksud mengajak membina sebuah hubungan yang konon disebut pacaran. Kadang beberapa dari gadis yang mendapat kesempatan menikmati rangkaian kata-kata ekspresi hasil pembelajaran semasa enam tahun lamanya, berkata; wuih abang romantisnya.

Singkat usia, sampai saat ini sepatah dua kalimat sudah mampu aku bagikan untuk dibaca, mesti belum layak dikategori penulis profesional, setidaknya sudah berani mendukomentasi catatan perjalanan pribadi dalam tulisan.


Ada janji yang terikat pada diri sendiri hingga saat ini; Menulislah dan teruslah menulis, setidaknya ada kehidupan pribadi yang terbingkai dalam tulisan sendiri,  dibalik itu juga ada sedikit harapan bisa menebar semangat menulis bagi yang merasa takut berbagi melalui menulis setelah sekian tahun sejak dari Sekolah Dasar nyatanya sudah mengenal dunia baca-tulis. Ada tanya besar dibenak aku "kenapa masih ada yang takut menulis?"

Mar 30, 2016

Memaknai Kembali Cinta

March 30, 2016


“Kita bisa menyembuhkan penyakit-penyakit fisik dengan obat-obatan tapi satu-satunya penyembuhan bagi rasa kesepian, hilang harapan, rasa tak berdaya adalah cinta”
“Mother Teresa”

Banyak orang salah dalam mengartikan dan meletakkan rasa cinta di era modern ini, hingga cinta dianggap menjadi obrolan dewasa yang tak layak. Fenomena saat sekarang manusia cenderung memandang cinta dengan nafsu syahwat, dengan seks. Akhirnya cinta dimaknai dengan pacaran dan pernikahan dan kebutuhan biologis semata. Bahkan kadang saat pria mengatakan kepada teman pria-nya “aku mencintaimu,” akan dianggap homoseks atau gay. Padahal Cinta seharusnya rasa yang mulia yang Tuhan anugerah kepada hamba-Nya, kenapa harus hinakan dengan seks, meskipun seks bukanlah hal yang hina. Namun ditilik dari perilaku seks manusia di abad ini, perilakunya melebihi dari hewan.

Melalui tulisan ini, akan kita coba bicarakan tentang Memaknai Kembali Cinta yang sebenarnya. Cinta semestinya rasa yang indah dalam hidup, cinta menjadi semangat untuk bertahan hidup disaat merasa dalam kesusahan hidup dan derita hidup, bahkan seseorang terbentuk karakter dan perilakunya oleh apa yang dicintainya. Terlalu sempit pandangan tentang cinta jika hanya sekedar menganggap ekspresi cinta untuk memiliki, pacaran, pernikahan, seks. Karena cinta merupakan sisi sosial natural yang ada pada manusia, dengan cinta berjuta-juta manusia bisa saling hidup berdampingan di alam semesta ini. Cinta melahirkan rasa ingin berbagi terhadap sesama dan makhluk lainnya, hingga tercipta keseimbangan hidup yang tertata di muka bumi.

Memaknai Kembali CintaSebuah ungkapan dalam buku “(Untuk) 13+ Remaja Juga Bisa Bahagia Sukses Mandiri” yang ditulis oleh Alwi Alatas, menjelaskan; Tugas membuat kita melakukan sesuatu dengan baik, tetapi cinta membuat kita melakukan sesuatu dengan indah. Ya, sebenarnya cinta mampu mendorong seseorang untuk menghasilkan kreatifitas dan karya terbaiknya pada apa yang dicintainya. Berapa banyak tulisan, puisi romantis, sajak indah, yang telah dihasilkan oleh para penyair yang mencintai dunia tulis-menulis dan sastra, berapa banyak orang yang menanam pohon tanpa pamrih untuk kehidupan di muka bumi dari kecintaannya pada lingkungan, berapa banyak lukisan tercipta hanya karena rasa cinta pada dunia seni. Secara tidak langsung itu telah membuktikan Cinta bukan sekedar hubungan lawan jenis dan kebutuhan biologis.

Dilihat dari sisi agama pun, cinta merupakan hal yang penting untuk menjemput kebahagiaan spiritual manusia, bahkan semua agama mempercayai dan menghargai cinta. Dengan kasih sayang cinta Tuhan semua umat agama meyakini akan membawanya ke Surga kelak, yang telah di janjikan dalam semua kitab suci agama.

Buka kembali ruang renung dalam benak anda masing-masing, tentang sikap, perilaku, dan perasaan yang tulus yang pernah anda perbuat  terhadap sesama manusia hingga makhluk hidup lainnya dengan senang, ikhlas, tanpa mengharap imbalan apapun. Bukankah itu reaksi pada dasar kecintaan anda? Tanpa cinta, ketulusan-ketulusan tidak akan hadir pada manusia yang menjadi makhluk tersempurna dari segala makhluk.

Bagaimanapun, cinta memang bukanlah seks dan tidak bisa disamakan dengan seks, jika pun benar seks merupakan bagian dari ekspresi cinta, namun itu bukan maha ekspresi dari cinta. Cinta adalah rasa kasih sayang yang dimiliki seseorang terhadap sesama manusia, sesama makhluk.  Seperti kata Robert Heinlein “Cinta merupakan suatu kondisi ketika kebahagiaan orang lain menjadi penting bagi anda.” Cinta bukan tuntutan, dan tidak menuntut apapun sebelumnya, dan jika pun ada imbalan  dari cinta setelah itu, maka itu adalah buah dari cinta yang merupakan konsekuensi dari cinta yang tulus.


Pahamilah kembali cinta dengan baik dan benar, cinta tidak tentang keinginan, bukan tentang nafsu, tapi cinta ketulusan berbuat/berniat/prasangka baik terhadap Tuhan, diri sendiri, orang lain, dan alam sekitar kita. Cinta mendatangkan kedamaian yang sangat bertolak belakang dengan lawan katanya dalam kamus bahasa ‘benci’ yang mendatangkan mala petaka untuk kehidupan. Berbicara cinta adalah berbicara bahagia,nyaman, aman, tenteram, selain itu bukanlah cinta. Hingga akhirnya kata cinta merupakan sebuah ungkapan rasa yang indah dan tidak pernah bosan untuk didengarkan, walaupun terkadang diungkap dalam keadaan berlebihan. Dan cinta membuat sesuatunya menjadi lebih menarik dan berkesan. Tebarkanlah cinta yang sebenarnya cinta. 

Mar 25, 2016

3 Side Wisata Di Nanggroe Pidie, Aceh

March 25, 2016
Pidie merupakan salah satu kabupaten yang ada di Aceh, Indonesia. Letak pusat pemerintahan kabupatennya berada di Kota Sigli. Tuhan telah menganugerahkan banyak hal disini, mulai dari tokoh-tokoh yang lahir di tanah tersebut, seperti Daud Beureueh sang Gubernur Militer Aceh, Teuku Muhammad Hasan, Ibrahim Hasan, Hasballah M.saad, Hasan Tiro, Sanusi Juned, Ibrahim Risyad. Bukan cuma sekedar tokoh-tokoh besar yang lahir di Pidie, namun secara letak Geografisnya, Pidie juga diilhami panorama alamnya yang menakjubkan dan sangat istimewa.

http://gubukpenulis.blogspot.co.idJika anda seorang Traveler, Pidie layak masuk kedalam list traveling anda. Selain banyak sejarah yang bisa di ulik langsung dari masyarakat, wisatanya juga tidak bisa dianggap enteng. Melalui tulisan kali ini, aku ingin membagi 3 side yang bisa anda jadikan destinasi wisata alam di Nanggroe Pidie.


1. Lingkok Kuwieng
Sungai berdindingkan bebatuan yang bentuknya bagai terpahat atau kadang tersusun bagai batu yang sedemikan rupa rapinya, menjadi daya tarik tersendiri side yang satu ini. Lingkok Kuwieng begitu sebutannya, atau masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Uruek Meuh. Lingkok Kuwieng tepat berada di desa Pulo Hagu, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, dengan jarak sekitar 12 KM dari Kota Sigli.
Jika anda berminat ke Lingkok Kuwieng, tidak akan sulit untuk mendapatkan Informasinya. Lingkok Kuwieng sempat menjadi buah bibir masyarakat Pidie khususnya, hingga kabupaten-kabupaten sekelilingnya, itu akibat keindahannya yang hampir mirip dengan Grand Canyon di utara Arizona, Amerika Serikat. Atau lebih mudahnya, bisa anda menghubungi langsung Mapala Jabal Everest yang berdomisili dikampus Jabal Ghafur Sigli.

2. Guha Tujoh
Guha tujoh atau jika di Indonesiakan namanya Gua Tujuh. Gua yang satu ini sebenarnya sudah dijadikan tempat wisata oleh masyarakat setempat sejak tempo dulu. Mempunyai 7 (Tujuh) Lorong masuk setelah masuk pintu utama menjadi keunikan di side Guha Tujoh ini, juga selain mistisnya yang konon kabarnya, salah satu dari lorong gua tersebut bisa tembus ke Mekkah. Guha Tujoh terletak di Laweung, kecamatan Muara Tiga, kabupaten Pidie. 


3. Wisata Arung Jeram Geumpang
Wisata Arung Jeram merupakan wisata ekstrem yang disukai banyak kalangan. Sensasi yang memacu adrenalin menjadi daya tarik tersendiri. Namun saran aku, jangan mencoba tanpa pendamping yang profesional di bidangnya. Di Pidie, wisata arung jeram bisa anda dapatkan di Sungai Geumpang, Arung jeram di Sungai Geumpang dengan kontur batu alam, termasuk dalam Grade 3+. Pemandangan alam yang masih natural dan arus yang bervariasi mulai dengan tenang sampai dengan kencang benar-benar dapat memacu adrenaline.

Geumpang terletak di Jalan utama Sigli – Meulaboh, sekitar 2 jam jarak tempuh menggunakan kendaraan roda empat. Jika anda tertarik untuk wisata yang satu ini, Anda juga bisa menghubungi rekan-rekan di Mapala Jabal Everest sebagai tuan rumah yang sudah berpengalaman di Sungai yang satu ini.

Nah, ayo ke Naggroe Pidie,Aceh, yang penuh dengan pesona dari alamnya, titipan Tuhan  untuk disyukuri oleh kita hamba-Nya.

Kali ini  hanya 3 side yang aku coba bagikan kepada anda. ditulisan selanjutnya masih banyak side yang bisa dijadikan objek traveling anda, seperti wisata treking ke Gunung Peut Sagoe, hingga wisata Air terjun juga tersedia di Nanggroe Pidie. Sedikit pesan dari penulis; Jaga kelestarian alam dan ramahlah pada lingkungan, kemanapun anda beranjak mengangkat tapak kaki, juga junjung tinggi kearifan lokal dimanapun langit anda junjung.

Mar 21, 2016

Hanya Ada di Aceh: Ampas Kopra Kering (Pliek) yang dijadikan kuliner khas

March 21, 2016
Berbicara tentang kuliner Nusantara, tak ada habisnya, beragam kuliner khas tersebar sampai ke pelosok Nusantara. Ini disebabkan Indonesia merupakan Negara yang luas dipisahkan dengan pulau-pulau. Masih banyak kuliner khas daerah-daerah yang yang belum dikenali banyak orang, hingga bahkan hanya orang-orang tertentu yang bisa meracik kuliner khas tersebut. Namun dengan perlahan dan berkala, aku akan mencoba menulis tentang kuliner khusus daerah Aceh. Sebenarnya Aceh sendiri punya beragam kuliner khas yang mampu menggoyangkan lidah wisatawan dan bahkan bisa membuat para pemburu kuliner ketagihan untuk mencobanya kembali. Sederet makanan khas Aceh yang patut diburu Mulai dari Mie Aceh,Timphan,Kuah Pliek, dan banyak ragam lainnya yang diolah secara khusus hingga punya rasa khas sendiri. Pada postingan tentang kuliner beberapa hari lalu, kita sudah membahas tentang Mie Aceh, yang sempat tertulis dengan judul “Jangan Cari Mie Aceh di Aceh”, namun kali ini kita berbicara tentang kuliner khas Aceh lainya, yaitu; Kuah Pliek.
http://gubukpenulis.blogspot.co.id
Pliek/Ampas Kopra Kering

Secara bahasa, Kuah pliek berasal dari dua suku kata, yaitu; Kuah – kuah dan Pliek - ampas kopra (kelapa) yang diperas minyaknya dengan alat tradisional; dua bilah papan yang dipress dengan baut besar. Setelah menghasilkan minyak, ampas ini tidak buang, melainkan dijemur hingga kering,hasil dari jemuran ampas kelapa tersebut yang sudah kering dan berwarna hitam disebut Pliek.

Kuah khas Aceh yang satu ini, digunakan bermacam sayuran,mulai Nangka muda, Kacang Panjang, Daun dan Buah Melinjo yang muda, Terong Hijau,Kangkung. untuk racikan bumbunya yang digiling/diblender terdiri dari Udang Ebi,Kepala Ikan Asin,Ketumbar,Cabe Rawit,Cabe Merah,Jahe,Kunyit,Kelapa,Sangrai,Merica,Asam Sunti (Belimbing Wuluh yang dikeringkan),Bawang Merah,Bawang Putih dan juga Pliek tentunya sebagai penyedap utama dalam mengolah kuah/gulai ini. sedangkan bumbu yang dirajang Cabe Hijau,Bawang Merah,Serai dan daun Jeruk. Untuk proses memasaknya; Gongseng Pliek dengan api kecil sampai harum baunya, tambahkan 1 gelas panjang air, tunggu sampai mendidih. Sesudah mendidih disaring (buang airnya). Blender/giling Pliek hingga halus,rebus buah Melinjo dan Nangka muda sampai empuk (buang airnya), kemudian potong sayur-sayuran, giling bumbu giling sampai halus dan rajang bumbu rajang ,peras Kelapa kukur sampai mejadi santan encer, seterusnya masukkan kedalam panci sayur-sayuran,bumbu giling,bumbu rajang,udang,garam, Pliek (kecuali Kangkung dan daun Jeruk),aduk- aduk hingga rata. Masukkan air sedikit lalu direbus. Sesudah berasap masukkan santan encer (aduk-aduk).Ketika hampir matang masukkan kangkung dan daun Jeruk, kemudian siap disaji sebagai lauk untuk nasi ataupun bisa disantap tanpa nasi, dijamin rasanya tak akan kecewa.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id
Kuah Pliek
Berangkat dari pemanfaatan Pliek sebagai penyedap utama dalam mengolah gulai/kuah, namun Pliek juga bisa dinikmati  dengan cara; seperti mencampurnya dengan garam, kemudian dinikmati dengan buah Jamblang, bisa juga dijadikan sebagai bumbu untuk rujak colek, atau dengan buah Rumbia (pohon sagu).

Mar 18, 2016

Jangan Mencari Mie Aceh di Aceh

March 18, 2016
MieAceh - Mendengar namanya saja, pasti anda sudah tahu kampung asal-muasal mie yang satu ini. Ya, asal-usulnya adalah dari Aceh. Meskipun Mie khas bumi Serambi Mekkah ini sangat mudah untuk kita jumpai di negeri asalnya, bahkan hampir disetiap warung yang menjual kopi ada Mie Aceh, tapi jangan pernah mencari plang nama warung yang bertuliskan ‘Mie Aceh,’ hanya satu-dua warung yang sengaja memasang plang seperti itu, dan itupun baru beberapa tahun lalu  sejak banyak turis/pelancong yang bertanya dan mencari Mie Aceh. Mie yang satu ini hampir-hampir mirip dengan Spaghetti yang konon berasal dari negara yang ber-ibukota Roma, Namun, warnanya yang kuning dan terbuat dari tepung dengan olahan tanpa bahan pengawet, ditambah ukuran yang lebih besar dari Mie biasanya, makin terlihat kekhas-an nya Mie Aceh tersebut.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id/
Mie Aceh

Bahan dasar yang dipergunakan untuk mengolah Mie Aceh hanya dua, mie kuning dan bumbu. Mengolah Mie Aceh sangat tergantung pada bumbu masaknya, yaitu cabai dengan kualitas bagus, bawang putih, dan juga kemiri, sedikit bawang merah ditambah kacang tanah, semua bahannya digiling halus dengan hasilnya akan berwarna merah.

Biasanya, Mie ini dimasak dalam belanga. Untuk proses masak memasaknya, tumis bawang putih, bawang merah, dan bumbu yang telah dihaluskan sampai beraroma harum, kemudian tambahkan tomat, toge, dan kol. Aduk hingga layu. Masukkan kecap manis, garam, gula pasir, dan cuka. Masak sampai meresap. Kemudian Masukkan mie  setelah menambah sedikit air dan aduk sampai merata hingga bumbunya meresap. Untuk kelengkapannya, menjelang diangkat, taburkan daun bawang. Dan sajikan dengan acar mentimun dan kerupuk Mulieng (emping) agar lebih terasa khas Acehnya. Untuk estimasi waktunya,diperlukan sekitar 2 menit untuk satu porsi Mie Aceh.

Sesuai permintaan selera, ada tiga cara memasak Mie Aceh; Mie rebus, Mie Goreng Basah,dan Mie Goreng. Dari tiga model tersebut, ketiga-tiganya sangat berbeda rasa, namun sama-sama lezat untuk disantap. Mie rebus dengan kuahnya yang melimpah, sedangkan Mie goreng basah dengan sedikit kuah, dan Mie Goreng, yaitu Mie yang benar-benar kering tanpa kuah. Bilapun ada pelanggan dengan selera pedas, bumbunya akan diperbanyak. Sebagai pelengkap, saat dimasak Mie Aceh juga bisa ikut dicampurkan daging, udang bahkan kepiting.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id/


Secara umum Mie ini mempunyai rasa yang sama sedap dan nikmat, jangan heran ketika berbeda rasa saat mencicipi diwarung yang berbeda. Itu tergantung kokinya dan olahan bumbu yang mempunyai resep rahasia masing-masing sebagai rasa khas, bahkan dari kadar air serta pemilihan kualitas tepung saat mengolah Mie kuning sebagai bahan dasar, akan mempengaruhi rasa sesudah Mie itu dimasak.

Mar 17, 2016

Curhat Sore: Merasa Kehilangan dan Hilang dari Rasa

March 17, 2016
Kesibukan yang jarang menghampiri ku, hari ini berhasrat mengajak ku berselancar di dunia maya. Demi keinginan, mesti bumi sedang benar dipanggang oleh teriknya matahari,tidak menyurutkan niat menyibukkan diri didunia internet. Ku tenteng laptop yang sedang nganggur disekretariat Mapala Jabal Everest, meniti jalan protokol kampus dengan jalan kaki, kemudian merehatkan tubuhku disalah satu kantin berfasilitas wifi. Sejenak laptop terhubung ke signal wifi, ku mulai membuka Google yang bagai tuhannya dunia maya, dengan predikat maha segala tahu dan maha segala punya didunianya sendiri.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id
Selang beberapa menit, keterjerumusan dalam dunia maya tersebut yang entah siapa  sang penciptanya, benar-benar tidak bisa aku hindarkan, kuning bola mataku terus menerawang mencari bacaan-bacaan menarik. Dan terus berselancar mencari blog-blog yang nikmat untuk disantap sebagai bacaan, hingga kemudian aku benar-benar terduduk tenang di dua blog yang ditulis oleh  kang Wicak Sono - Ndoro Kakung dan kakak Sarah - Buanadara. Tulisannya benar-benar kembali membangkitkan keseriusan hasrat untuk menulis.

“Ya Allah, berilah aku kedamaian untuk menerima hal yang tidak dapat ku ubah, keberanian untuk mengubah hal yang bisa ku ubah dan kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaan keduanya. Doa yang aku kutip di Blog kak Sarah mengawali yang ingin ku tulis hari ini, tentang Merasa Kehilangan dan Hilang dari Rasa.

Tulisan kali ini seserius mungkin ingin kujuduli seperti yang terbaca diatas. Tentang sedikit gambaran perasaan aku dari akhir tahun lalu hingga saat ini,bahkan keseriusan rasa tersebut sudah terlalu lama terpendam di memori pikiran aku. Layak anda sebagai pembaca tulisan ini menyebutnya sebagai curhatan pribadi lelaki yang tak seberapa manis lagi, namun akhirnya juga punya pacar yang kesekian setelah putus dari (mantan) pacar 5 tahun silam. Tak bisa ku tampik, riang, bahagia terus menyelimuti suasana hati dari beberapa bulan lalu yang terus mendapat perhatian dari gadis tersebut hingga mau menemani hari-hariku untuk saling berbagi ceria. Satu poin dalam dunia cinta aku kali ini, kemudian terus ku berusaha menanamnya  di alam sadar gadis beruntung tersebut; Hanya  rasa pengantar bahagia dan nyaman yang layak disebut sebagai cinta, seterusnya dari itu hanya nafsu yang menyesatkan. Jangan mendekat padaku, kecuali hanya pada cinta ini yang ingin menebar bahagia untuk mu. Ntah itu sisa gombal dalam hidupku atau benar rasa cinta yang mulai matang mengiringi usia yang sudah tidak bisa dianggap lebih muda lagi.

Namun, sama sekali bukan tentang gadis itu atau rasa-rasa lucah cinta yang ingin aku tuang dalam bingkai tulisan ini, tapi tentang rasa kehilangan gaya cara menulis, tentang bagaimana rasa yang hilang diantara tulisan diri sendiri. Tentang rasa percaya diri yang mulai terlihat memudar dalam menyampaikan atau membagi isi pikiran pibadi lewat tulisan-tulisan. Dulu dengan kosa kata yang sangat minim, dan rasa ingin tahu yang besar dari segala bacaan, mampu ku hasilkan tulisan ringan sederhana, semisal Paksaan Batin Sang Penulis, MasihSebatas Khayalan, Imajinasi Dalam Rasa.

Tidak aku pungkiri, beberapa bulan silam sejak laptop mungil hadiah dari kakak tercinta rusak, produktifitas pribadi dalam tulis menulis mulai menurun. Banyak alasan sepele yang memanjakan diri menjadi penghalang mengembangkan ide-ide untuk dituang dalam tulisan, mulai dari tidak ada media sebagai alat tulis, hingga malas mengunjungi pustaka dan  kemudian kekurangan bacaan tanpa membuka laptop untuk berselancar di dunia maya mencari bacaan-bacaan ringan selanjutnya keluar tulisan dokumentasi pribadi. Ya, Hanya beberapa bulan saja, semua perasaan tak terwujud dalam tulisan hilang bagai tak pernah ada.

Secara kebetulan, dua minggu lalu saat ngopi dikota Banda Aceh bersama abang-abang yang baru aku kenal, sempat membahas tentang keinginan dan kebutuhan. Dan dalam gaya bersahaja santai, abang yang dengan jenggot mengkilapnya, dia punya pendapat yang sama tentang hal itu; Memanipulasi keinginan sebagai kebutuhan merupakan hakikat manusia, kecuali dia mengenal dirinya dan Tuhannya dengan baik. Ya, terus termanipulasi hingga manusia sendiri lupa perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Tepat seperti yang aku rasakan beberapa bulan silam, laptop yang awalnya hanya keinginan yang dipenuhi kakak melalui pemberian hadiah, ku tempatkan sebagai kebutuhan didunia tulis menulis yang aku pelajari. Kemudian dari keadaan yang mulai terbolak-balik itu hampir menelantarkan aktifitas tulis menulis sebagai pengisi blog dan media dokumen pribadi ini.

Untuk mengakhiri tulisan ini, aku lagi-lagi mencoba mengutip sebuah paragraph dalam tulisan kak Sarah; ‘Terkadang ada hari-hari dimana segala sesuatu mulai terasa membosankan, dan kejenuhan itu semakin mendekat. Dimulai dengan terbitnya matahari hingga sang surya terbenam, segala aktivitas mulai berjalan rutin dan biasa-biasa saja. Semua begitu datar tanpa adanya variasi.’ Timbang-menimbang ada keinginan untuk menambah sedikit isi paragraph tersebut berdasarkan yang rasa yang hilang dalam diri ini ‘ Keyakinan menjadi penyelaras perasaan yang jenuh dan bosan yang tak harus di usir. Andai kejenuhan seharusnya dibenci, tidak ada kata lagi yang bisa mengungkapkan kedataran hari-hari tanpa variasi yang menjadi terkadang tersebut .’

Mar 16, 2016

Cara Efektif Membangun Wisata Daerah

March 16, 2016
Menipisnya sumber daya alam yang menjadi sandaran utama ekonomi masyarakat dan negara-negara di dunia, membuat sejumlah negara mencari sumber alternatif lainnya yang prospektif. Salah satunya adalah melalui pariwisata. Namun seiring pariwisata semakin menjadi tren positif untuk membangkitkan ekonomi suatu negara, persaingan pun semakin sengit untuk saling promosi memperkenalkan wisatanya untuk dijadikan destinasi oleh para wisatawan. Dengan semakin dikenal dan menjadi pilihan untuk dikunjungi banyak orang, baik lokal maupun manca negara, pendapatan negara dari sektor ini bisa bertambah secara signifikan, roda perekonomian masyarakat terus berputar, tercipta lapangan kerja baru, kesejahteraan masyarakat meningkat dan sejumlah multiplier effect lainnya.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id/

Banyak cara bisa dilakukan untuk promosi membangkitkan bidang pariwisata dimasing-masing daerah, dimulai dengan iklan oleh pemerintah melalui media cetak atau elektronik yang dikemas secara kreatif, baik didalam atau bahkan luar negeri. Namun, secara tidak sadar khusus untuk Indonesia, banyak potensi untuk pariwisata yang masih belum dikenal oleh dunia, bahkan masyarakat kita sendiri. Namun, meski begitu sekarang bukan saatnya untuk kita saling menyalahkan atau menanyakan ‘siapa yang salah?’. Sudah selayaknya kita ikut mengambil andil untuk ikut mempromosikan pariwisata daerah masing-masing.

Saat ini, masyarakat secara umum banyak menghabiskan waktu untuk mengakses internet dibandingkan menghabiskan waktu menonton televisi atau membuka media cetak. Banyak media yang ada di Internet bisa dimanfaatkan untuk mepromosikan pariwisata ke mata dunia, semisal facebook, Twitter, hingga Blogging dan forum-forum lainnya yang ada didunia tersebut bisa dimanfaatkan. Dan ini bisa dijadikan potensi besar untuk mempromosi pariwisata hingga ke sudut-sudut daerah. Selain punya cost yang murah meriah, dunia Internet juga sudah mampu di jangkau oleh hampir seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok negeri sekalipun.


Menurut aku yang awam, menulis merupakan langkah terbaik untuk menarik minat wisatawan, menulis tentang apa saja yang bisa dijadikan potensi pariwisata. Hanya dengan bermodalkan memadukan gambar-gambar side yang akan dijadikan objek pariwisata, sedikit rangkaian kata untuk dijadikan kalimat-kalimat, hingga berbentuk sebuah tulisan, anda sudah menjadi salah seorang yang bisa menyampaikan informasi ke para wisatawan tentang kelayakan daerah anda untuk masuk dalam daftar wisata mereka.

Bukan hanya sekedar tentang wisata alam, namun banyak wisata lain yang bisa dikabarkan kepada dunia, dari kebudayaan, kuliner, bahkan religi sekalipun bisa dijadikan side untuk dikembangkan melalui tulisan hingga membuat para wisatawan tertarik untuk dijadikan destinasi tempat berwisata.
Menulis bukanlah skill yang rumit. Menurut aku pribadi yang awam dalam tulis menulis, kunci untuk bisa menulis adalah membaca. Sering-sering membaca akan membuka wawasan kita, baik dari segi memperbanyak mengenali kata hingga segi pengetahuan  sekalipun.

Tidak butuh lulusan sastra untuk jadi penulis, karena seorang penulis tidak pernah dituntut mesti dari golongan yang punya sarjana atau title, dunia tulis menulis bukanlah soal copy-paste, tapi hanya mau menulis tentang apa yang kita tahu dan kita bagikan kepada khalayak ramai (disini masyarakat dunia maya), kemudian menjadi media informasi yang bisa dimanfaatkan oleh makhluk sekeliling, anda sudah layak dikatakan penulis. Yuk, ikut bangun ekonomi daerah dengan memperkenalkan side pariwisata daerah anda masing-masing melalui tulisan.


Mar 11, 2016

Cara Hidup Sederhana Untuk Bahagia dan Membahagiakan

March 11, 2016



Tulisan ini aku tulis untuk dibaca semua kalangan tanpa perduli tujuan dari membacanya, dengan setitik harapan; ada manfaat yang bisa dijadikan keywords jalan hidup untuk sesiapapun. Tanpa memperhatikan jenjang pendidikan umum dan agama, atau sratifikasi sosial, apalagi letak beda jabatan yang terlukis pada yang merasa punya baju dinas. Setidaknya tahu cara hidup sederhana untuk bahagia dan membahagiakan.

Pikir punya pikir, tulisan ini hanya ingin  menjelaskan akan beberapa tanya yang diarahkan pada cara/jalan hidup aku oleh banyak rekan sekeliling, entah pertanyaan itu timbul dari mereka yang memakai sepatu tersemir dan  memelihara jenggot di usia muda dengan alasan (mengikuti) sunnah Rasulullah S.a.w, juga sekali waktu beberapa dosen ditempat aku sok jadi anak kuliahan, atau para orang tua/kepala keluarga yang tidak begitu rela untuk sekedar tahu anaknya dekat-dekat dengan lelaki semanis aku, hingga ada juga mereka sendiri para gadis dengan bibir yang merekah dibalik jilbab merah jambunya, ragu untuk membagi cintanya pada lelaki mirip (jalan pikir) aku, dengan alasan rasa takut suram akan masa depan.

Kehidupan

aku menulis buah hiu ini bukan juga pembantahan, akan (tuduhan) ketakutan kesuraman masa depan atau apalah kata layak yang semakna dengan  ketakutan kurang bahagia untuk hidup bersama kelak diujung lajang nanti saat menyebut nama aku dan dia (kamu) dengan kata ‘kita.’

Senyum polos dengan sok manis masih terpampang lucu di wajah oriental aku, sampai tulisan sebagai pustaka tulis menulis jalan cerita hidup aku sendiri, melongo didepan mata kamu. Entah, ini rasa ingin pura membuktikan hidup seorang aku hanya ada bahagia tanpa ada duka. Tapi yang jelas, seorang ‘aku’ selalu ingin konsisten membagi senyum sok manis untuk lingkungan sosial sekeliling, tanpa memperjelas status emosi yang selalu berubah bak cuaca.

Dengan segala aktifitas hari berhari akunya yang (memang) dianggap tidak menunjang kemampuan mewarnai dan menghiasi masa depan dengan sekumpulan penghasilan yang bisa menghasilkan kemewahan-kemewahan hidup. Timbul tanda tanya didepan kalimat-kalimat mereka tentang “kapan selesai kuliah? Kapan cari kerja? Kapan mampu berkeluarga? Kapan membahagiakan orang tua?” Sekumpulan pertanyaan yang sebenarnya sudah lebih awal dijawab oleh banyak mereka yang duluan menginjak kehidupan dari aku, bahkan dari kamu yang pura lebih tua,  juga sebelum tulisan ini aku tulis dan kamu membacanya para/sang gadis-gadis glamour yang saat ini.

Ya, ngopi setiap hari, mendaki Gunung, kembali dan mendaki lagi, membuat laporan-laporan perjalanan singkat tentang pendakian, hingga menulis unsur-unsur buah-buah hiu menjadi aktivitas yang menbahagiakan batin aku sampai hari ini. Sekonyongnya, kalian coba berfikir bahwa aktifitas yang aku geluti sejak 2009 dan pelan berkembang menjadi kebiasaan, bahkan ku arahkan menjadi kehidupan adalah hal yang sia-sia, buang-buang waktu.  Namun sejujurnya aku tidak merasa seperti yang fikir kalian tuduhkan ke aku. Menurut sehat jiwa raganya aku, Kenyamanan, kebahagiaan, dan suram atau tidak masa depan itu bisa dirasa berbeda dari tiap batok kepala. Logika zaman mata pelajaran Sekolah Menengah Pertama dulu; Rambut sama hitam,namun pikiran berbeda-beda.

Kebahagiaan tidak selalu di ukur dari materi, meskipun sewajarnya materi itu perlu untuk menjalankan roda hidup dizaman yang sudah tidak sebut purba lagi. Dan untuk mendapatkan materi juga tidak semua dengan jalan yang sama,bahkan memang tidak boleh sama. Untuk ibu/bapak yang punya anak gadis, jangan takut jika harus menitip masa depan anaknya pada manusia-manusia yang berjalan pikir mirip-mirip aku, atau malah gadis-gadis manis yang sedang membaca tulisan ini, jangan ragu untuk berbagi kisah-kasih merajut jalan hidup bersama lelaki berpola pikir layaknya aku. Jangan terbeban untuk hidup dalam kelaparan, Tuhan  selalu mengasihi dan melimpahkan rezeki untuk umat-NYA sesuai kapasitas kebutuhan, selama usaha dan doa selalu dibarengi dalam mencari Rahmat-NYA.

Dengan rasa percaya diri yang tidak berlebihan, aku berani mengungkapkann, orang-orang seperti 'kami', adalah orang yang selalu punya mimpi sederhana dalam hidup, dan selalu punya cara untuk berusaha mewujudkan mimpi berkapasitas lebih besar dari yang diharapkan. Aktifitas yang kebanyakan orang menganggap hal sepele, bagi kami menjadi ruang berjalan untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga, dan itu sudah terbukti. Sebagai testimoni untuk meyakinkan, sampai hari ini, tidak ada (aku belum pernah mendengar tentang itu) pendaki atau penulis yang kehidupannya tidak hidup, meski tidak kaya. Bahkan, hidup kami paling tidak sampai saat ini, masih sangat kreatif untuk menghidupkan kehidupan. Juga berbicara tanpa title sarjana atau tidak pernah merasa lulus kuliah, pun sampai saat ini belum terbukti jika memiliki sarjana mampu meningkatkan taraf  hidup untuk lebih baik. Masih banyak sarjana bahkan pasca sarjana diluar sana yang berkeliaran jadi pengangguran, bahkan jangan ragu untuk melihat berapa banyak ijazah-ijazah yang sudah diphoto copi mereka untuk melamar kerja, namun tetap bertahan jadi pengangguran.

Untuk berpikir ijazah adalah akhir segalanya untuk bisa hidup makmur, aku berani menjamin itu pola pikir yang salah. Berapa banyak dari kami telah menjadi orang baik dan makmur bahagia hidupnya tanpa ijazah. Dengan hobi, mampu membuat taraf hidup kami lebih baik. Mendaki, mengunjungi tempat-tempat yang tidak dijumpai banyak manusia, kemudian kami tulis dan kabarkan; ada keindahan yang Tuhan titipkan di Negeri mu. Sadarkah, yang seperti kami menjadi orang paling beruntung, kami mampu menikmati hidup yang Tuhan anugerahkan, seterusnya bersyukur.

Pelajarilah cara hidup kami, senyum kami bukan karena tanpa duka, tapi mampu mensyukuri segala yang Tuhan kehendak atas kami, jadi alasan yang kuat untuk kami terus tersenyum menjalankan hidup. Hidup kami bukan tanpa keluhan, tapi percaya Tuhan selalu menempatkan umat-NYA sesuai letak kodratnya, menjadi semangat usaha kami tidak putus dan terhenti asa. Usaha, doa, hasil, syukur adalah kesederhanaan hidup.
Adbox