Adbox
Showing posts with label Catatan Pribadi. Show all posts
Showing posts with label Catatan Pribadi. Show all posts

Apr 17, 2016

Kisah Cinta Tak Berujung

April 17, 2016
Tanpa sengaja mata Sangpemuda yang sedang dirundung indahnya jatuh cinta menatap mata kekasihnya,seketika senyum sipu malu merekah dibibir indah Sigadis yang sejak empat bulan lalu sudah menjalin hubungan sebagai kekasih dengan pemuda tersebut dalam ikatan pacaran seperti kehidupan anak muda moderen era sekarang. Sejenak dua pasang mata kekasih itu saling bertatap dalam senyum bahagia,seakan masa depan yang indah berhasil mereka terjemahkan diantara tatap pasang mata tersebut. Bahkan rasanya hari yang telah dan akan dilewati benar hanya untuk kehidupan mereka berdua. Sambil diremasnya lembut tangan Sigadis tersebut  oleh Sangpemuda, dan  dalam nada tanya,sepatah kalimat keluar dari mulutnya “dengan segala kekurangan yang ada, aku mencintaimu setulusnya sayang, bersediakah kau menjadi kebahagian aku suatu hari kelak hingga mata kita tak lagi mampu menatap keindahan seperti hari ini?”, dengan penuh kelembutan, gadis dengan wajah manis itu menggangguk dan menjawab “aku milikmu dan ingin bersamamu hidup dalam cinta mu selamanya.”

Jawaban Sigadis yang terlihat lebih tulus dari cinta yang sedang mendera hati dua insan itu, membawa mereka lebih jauh dalam khayalan yang  seakan telah hidup bersama atas nama cinta dalam ikatan sepasang suami istri yang hidup penuh bahagai karenanya. Hari itu mereka telah berhasil melukis kehidupan berdua kelak dalam rumah tangga yang turut hadir sepasang keturunan sebagai pelengkap kebahagiaan.

Berdua terus mereka lalui hari yang dibuat semakin indah dalam balutan pacaran. Kalimat-kalimat pujian saban hari diungkap antara masing hati karena cinta dan semakin menjadi bagian kebahagiaan dalam janji untuk terus hidup bersama. Kadang sekali waktu Sangpemuda rela menerobos hujan dan petir untuk menemani Sigadis yang dirundung sedih, gegara kucing peliharaan kesayangan mati. Kala itu tak bosan tangan Sangpemuda dengan penuh kasih sayang menyeka pipi Sigadis yang dibasahi airmata kesedihan untuk kucingnya yang mati, gegara ditabrak becak tetangga saat mengangkut barang keperluan minggu depan yang akan dilangsungkan pesta pernikahan putra sulungnya yang baru selesai Perguruan Tinggi. kucing malang itu sedang main dihalaman rumah tetangga namun naas pengemudi becak tak sempat melihat kucing tersebut hingga sudah berada dibawah ban becak.

Setahun,dua tahun, hingga tiga tahun berlalu,dua anak manusia tersebut terus bahagia dengan cinta yang konon sudah berakar kuat dalam ikatan pacaran. Hampir saban hari, pagi,siang,bahkan berlanjut sore, kedua anak manusia tersebut menghabiskan waktu bersama. Layaknya insan yang benar sudah dimabuk cinta. Entah itu dikampus tempat mereka kuliah, juga kadang mencari tempat rekreasi, pantai, atau caffe yang moderen untuk memadu kasih yang sudah terjalin lama.

Dalam jangka selama itu menjalin hubungan pacaran, diantara kebahagiaan yang menyelimuti hari-hari Sangpemuda dan Sigadis  kadang juga sesekali tecipta masalah-masalah yang menyebabkan pertengkaran atau kesedihan antara keduanya seperti lumrah kehidupan dimuka bumi ini. Namun, keadaan seperti itu berhasil mereka lewati dengan kebijakan rasa cinta yang mendera hati mereka.

Mengikuti kedewasaan Sangpemuda dan Sigadis yang semakin matang, juga usia hubungan pacaran mereka, pembahasan jenjang dewasa, baik secara biologis dan lainnya, kerap menjadi pembicaraan yang serius saat memadu kasih, entah itu lewat obrolan malam melalui pesawat telfon, atau hari-hari yang mereka habiskan bersama. Keduanya terus bertekad untuk bisa mengakhiri hubungan yang mereka jalin dalam pernikahan, namun kesiapan materi Sangpemuda, selalu menjadi penghalang bagi mereka untuk merealisasi janji yang pernah terucap dari awal menjalin hubungan sebagai kekasih dalam status pacaran.

Tapi Dua hati  yang terlanjur saling cinta, menjadi penopang penyelamat hubungan pacaran tersebut, meski tidak ada titik terang untuk menghakikikan hubungan mereka dalam ikatan pernikahan. Saling memberi semangat dan terus senyum dalam kekalutan hati yang dilanda gelisah karena usia Sigadis yang semakin lanjut, juga status Sangpemuda yang sudah cukup dewasa untuk bisa hidup seatap dengan kekasih hatinya, menjadi kekuatan terakhir yang membentengi cinta keduanya bisa tetap bersama dalam kegamangan landasan akhir rasa yang lama sudah terawat.

Meski semua telah mereka lakukan sebagai pengorbanan atas nama cinta dengan keinginan kuat untuk terus saling berada disisi, namun kebutuhan usia membuat antara mereka mulai sering dihinggap masalah, bahkan hal-hal sepele yang terjadi sehari-hari bisa menyebabkan Sangpemuda gelisah, juga Sigadis kerap meneteskan airmatanya meratapi yang diberi nama cinta.

Semakin hari seakan beban keduanya semakin tak terbendung, kebahagiaan yang dulu seakan tak akan pernah pudar dihapus masa, tergantikan dera batin ditimpa kegelisahan. Dan kegelisahan-kegelisahan serta masalah yang ada mulai membentuk jarak antara mereka, hari-hari dulu yang terus mengisi waktu bersama, kini kebersamaan yang berusaha untuk dijaga malah menjadi beban dan masalah. Pelan, semakin jarak antara kedua insan tersebut terbentuk, akhirnya mereka harus berpisah dengan derai airmata pada keduanya.

Janji cinta tak terpisahkan yang dibangun Sangpemuda dan Sigadis semasa pacaran, mereka bantah sendiri. Hari terakhir mereka lewatkan bersama, dalam kesedihan Sangpemuda mengucap kalimat pada Sigadis “cinta besar tak cukup untuk kita bisa terus bersama, pengorbanan telah sia-sia antara kita, meski cinta itu masih ada antara kamu dan aku. Hubungan ini tidak bisa menjadikan kita sepasang kekasih untuk terus bahagia bersama.” 

Apr 15, 2016

Mengapa Takut Berbagi Lewat Tulisan?

April 15, 2016
Sekitar dua puluh tahun silam, aku masih belajar mengenal huruf abjad di Sekolah Dasar, mengeja mengikuti suara sekalian melihat tangan ibu guru yang dengan sabar menunjuk abjad dari huruf A sampai dengan Z yang tertulis dipapan berwarna hitam pekat yang tergantung didepan ruang kelas. Bahkan sesekali (saat itu) dalam mengeja masih sering tertukar letak X dan Y,kadang juga W terlalu telat untuk diingat, hingga terlafaznya dengan penuh percaya diri tanpa malu setelah abjad Z. Seiring berusaha untuk mampu melafaz tanpa lagi harus meniru suara dan tanpa melihat lagi bentukan garis yang melukis huruf tersebut, juga berjuang mampu menggores dengan tangan sendiri untuk membentuk huruf-huruf abjad dilembar buku tulis pribadi.

http://gubukpenulis.blogspot.co.idSetahun, dua tahun berjuang hanya untuk mampu menulis nama sendiri, sampai bertahun-tahun belajar akan dunia baca tulis di pendidikan Sekolah Dasar, hingga kemudian mampu melukis sedikit cerita tentang diri sendiri,dimulai; nama sendiri,nama ibu-ayah,alamat,cita-cita,hobi. Hingga setelah masa belajar dasar tulis-baca,pengetahuan tentang tata-krama menulis pelan merasa mampu terkuasai,bahkan sempat-sempatnya untuk menguji kemampuan menulis, dengan menulis surat cinta untuk gadis-gadis muda yang seharusnya belum pantas membaca kalimat pujian yang bermaksud mengajak membina sebuah hubungan yang konon disebut pacaran. Kadang beberapa dari gadis yang mendapat kesempatan menikmati rangkaian kata-kata ekspresi hasil pembelajaran semasa enam tahun lamanya, berkata; wuih abang romantisnya.

Singkat usia, sampai saat ini sepatah dua kalimat sudah mampu aku bagikan untuk dibaca, mesti belum layak dikategori penulis profesional, setidaknya sudah berani mendukomentasi catatan perjalanan pribadi dalam tulisan.


Ada janji yang terikat pada diri sendiri hingga saat ini; Menulislah dan teruslah menulis, setidaknya ada kehidupan pribadi yang terbingkai dalam tulisan sendiri,  dibalik itu juga ada sedikit harapan bisa menebar semangat menulis bagi yang merasa takut berbagi melalui menulis setelah sekian tahun sejak dari Sekolah Dasar nyatanya sudah mengenal dunia baca-tulis. Ada tanya besar dibenak aku "kenapa masih ada yang takut menulis?"

Mar 30, 2016

Memaknai Kembali Cinta

March 30, 2016


“Kita bisa menyembuhkan penyakit-penyakit fisik dengan obat-obatan tapi satu-satunya penyembuhan bagi rasa kesepian, hilang harapan, rasa tak berdaya adalah cinta”
“Mother Teresa”

Banyak orang salah dalam mengartikan dan meletakkan rasa cinta di era modern ini, hingga cinta dianggap menjadi obrolan dewasa yang tak layak. Fenomena saat sekarang manusia cenderung memandang cinta dengan nafsu syahwat, dengan seks. Akhirnya cinta dimaknai dengan pacaran dan pernikahan dan kebutuhan biologis semata. Bahkan kadang saat pria mengatakan kepada teman pria-nya “aku mencintaimu,” akan dianggap homoseks atau gay. Padahal Cinta seharusnya rasa yang mulia yang Tuhan anugerah kepada hamba-Nya, kenapa harus hinakan dengan seks, meskipun seks bukanlah hal yang hina. Namun ditilik dari perilaku seks manusia di abad ini, perilakunya melebihi dari hewan.

Melalui tulisan ini, akan kita coba bicarakan tentang Memaknai Kembali Cinta yang sebenarnya. Cinta semestinya rasa yang indah dalam hidup, cinta menjadi semangat untuk bertahan hidup disaat merasa dalam kesusahan hidup dan derita hidup, bahkan seseorang terbentuk karakter dan perilakunya oleh apa yang dicintainya. Terlalu sempit pandangan tentang cinta jika hanya sekedar menganggap ekspresi cinta untuk memiliki, pacaran, pernikahan, seks. Karena cinta merupakan sisi sosial natural yang ada pada manusia, dengan cinta berjuta-juta manusia bisa saling hidup berdampingan di alam semesta ini. Cinta melahirkan rasa ingin berbagi terhadap sesama dan makhluk lainnya, hingga tercipta keseimbangan hidup yang tertata di muka bumi.

Memaknai Kembali CintaSebuah ungkapan dalam buku “(Untuk) 13+ Remaja Juga Bisa Bahagia Sukses Mandiri” yang ditulis oleh Alwi Alatas, menjelaskan; Tugas membuat kita melakukan sesuatu dengan baik, tetapi cinta membuat kita melakukan sesuatu dengan indah. Ya, sebenarnya cinta mampu mendorong seseorang untuk menghasilkan kreatifitas dan karya terbaiknya pada apa yang dicintainya. Berapa banyak tulisan, puisi romantis, sajak indah, yang telah dihasilkan oleh para penyair yang mencintai dunia tulis-menulis dan sastra, berapa banyak orang yang menanam pohon tanpa pamrih untuk kehidupan di muka bumi dari kecintaannya pada lingkungan, berapa banyak lukisan tercipta hanya karena rasa cinta pada dunia seni. Secara tidak langsung itu telah membuktikan Cinta bukan sekedar hubungan lawan jenis dan kebutuhan biologis.

Dilihat dari sisi agama pun, cinta merupakan hal yang penting untuk menjemput kebahagiaan spiritual manusia, bahkan semua agama mempercayai dan menghargai cinta. Dengan kasih sayang cinta Tuhan semua umat agama meyakini akan membawanya ke Surga kelak, yang telah di janjikan dalam semua kitab suci agama.

Buka kembali ruang renung dalam benak anda masing-masing, tentang sikap, perilaku, dan perasaan yang tulus yang pernah anda perbuat  terhadap sesama manusia hingga makhluk hidup lainnya dengan senang, ikhlas, tanpa mengharap imbalan apapun. Bukankah itu reaksi pada dasar kecintaan anda? Tanpa cinta, ketulusan-ketulusan tidak akan hadir pada manusia yang menjadi makhluk tersempurna dari segala makhluk.

Bagaimanapun, cinta memang bukanlah seks dan tidak bisa disamakan dengan seks, jika pun benar seks merupakan bagian dari ekspresi cinta, namun itu bukan maha ekspresi dari cinta. Cinta adalah rasa kasih sayang yang dimiliki seseorang terhadap sesama manusia, sesama makhluk.  Seperti kata Robert Heinlein “Cinta merupakan suatu kondisi ketika kebahagiaan orang lain menjadi penting bagi anda.” Cinta bukan tuntutan, dan tidak menuntut apapun sebelumnya, dan jika pun ada imbalan  dari cinta setelah itu, maka itu adalah buah dari cinta yang merupakan konsekuensi dari cinta yang tulus.


Pahamilah kembali cinta dengan baik dan benar, cinta tidak tentang keinginan, bukan tentang nafsu, tapi cinta ketulusan berbuat/berniat/prasangka baik terhadap Tuhan, diri sendiri, orang lain, dan alam sekitar kita. Cinta mendatangkan kedamaian yang sangat bertolak belakang dengan lawan katanya dalam kamus bahasa ‘benci’ yang mendatangkan mala petaka untuk kehidupan. Berbicara cinta adalah berbicara bahagia,nyaman, aman, tenteram, selain itu bukanlah cinta. Hingga akhirnya kata cinta merupakan sebuah ungkapan rasa yang indah dan tidak pernah bosan untuk didengarkan, walaupun terkadang diungkap dalam keadaan berlebihan. Dan cinta membuat sesuatunya menjadi lebih menarik dan berkesan. Tebarkanlah cinta yang sebenarnya cinta. 

Mar 17, 2016

Curhat Sore: Merasa Kehilangan dan Hilang dari Rasa

March 17, 2016
Kesibukan yang jarang menghampiri ku, hari ini berhasrat mengajak ku berselancar di dunia maya. Demi keinginan, mesti bumi sedang benar dipanggang oleh teriknya matahari,tidak menyurutkan niat menyibukkan diri didunia internet. Ku tenteng laptop yang sedang nganggur disekretariat Mapala Jabal Everest, meniti jalan protokol kampus dengan jalan kaki, kemudian merehatkan tubuhku disalah satu kantin berfasilitas wifi. Sejenak laptop terhubung ke signal wifi, ku mulai membuka Google yang bagai tuhannya dunia maya, dengan predikat maha segala tahu dan maha segala punya didunianya sendiri.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id
Selang beberapa menit, keterjerumusan dalam dunia maya tersebut yang entah siapa  sang penciptanya, benar-benar tidak bisa aku hindarkan, kuning bola mataku terus menerawang mencari bacaan-bacaan menarik. Dan terus berselancar mencari blog-blog yang nikmat untuk disantap sebagai bacaan, hingga kemudian aku benar-benar terduduk tenang di dua blog yang ditulis oleh  kang Wicak Sono - Ndoro Kakung dan kakak Sarah - Buanadara. Tulisannya benar-benar kembali membangkitkan keseriusan hasrat untuk menulis.

“Ya Allah, berilah aku kedamaian untuk menerima hal yang tidak dapat ku ubah, keberanian untuk mengubah hal yang bisa ku ubah dan kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaan keduanya. Doa yang aku kutip di Blog kak Sarah mengawali yang ingin ku tulis hari ini, tentang Merasa Kehilangan dan Hilang dari Rasa.

Tulisan kali ini seserius mungkin ingin kujuduli seperti yang terbaca diatas. Tentang sedikit gambaran perasaan aku dari akhir tahun lalu hingga saat ini,bahkan keseriusan rasa tersebut sudah terlalu lama terpendam di memori pikiran aku. Layak anda sebagai pembaca tulisan ini menyebutnya sebagai curhatan pribadi lelaki yang tak seberapa manis lagi, namun akhirnya juga punya pacar yang kesekian setelah putus dari (mantan) pacar 5 tahun silam. Tak bisa ku tampik, riang, bahagia terus menyelimuti suasana hati dari beberapa bulan lalu yang terus mendapat perhatian dari gadis tersebut hingga mau menemani hari-hariku untuk saling berbagi ceria. Satu poin dalam dunia cinta aku kali ini, kemudian terus ku berusaha menanamnya  di alam sadar gadis beruntung tersebut; Hanya  rasa pengantar bahagia dan nyaman yang layak disebut sebagai cinta, seterusnya dari itu hanya nafsu yang menyesatkan. Jangan mendekat padaku, kecuali hanya pada cinta ini yang ingin menebar bahagia untuk mu. Ntah itu sisa gombal dalam hidupku atau benar rasa cinta yang mulai matang mengiringi usia yang sudah tidak bisa dianggap lebih muda lagi.

Namun, sama sekali bukan tentang gadis itu atau rasa-rasa lucah cinta yang ingin aku tuang dalam bingkai tulisan ini, tapi tentang rasa kehilangan gaya cara menulis, tentang bagaimana rasa yang hilang diantara tulisan diri sendiri. Tentang rasa percaya diri yang mulai terlihat memudar dalam menyampaikan atau membagi isi pikiran pibadi lewat tulisan-tulisan. Dulu dengan kosa kata yang sangat minim, dan rasa ingin tahu yang besar dari segala bacaan, mampu ku hasilkan tulisan ringan sederhana, semisal Paksaan Batin Sang Penulis, MasihSebatas Khayalan, Imajinasi Dalam Rasa.

Tidak aku pungkiri, beberapa bulan silam sejak laptop mungil hadiah dari kakak tercinta rusak, produktifitas pribadi dalam tulis menulis mulai menurun. Banyak alasan sepele yang memanjakan diri menjadi penghalang mengembangkan ide-ide untuk dituang dalam tulisan, mulai dari tidak ada media sebagai alat tulis, hingga malas mengunjungi pustaka dan  kemudian kekurangan bacaan tanpa membuka laptop untuk berselancar di dunia maya mencari bacaan-bacaan ringan selanjutnya keluar tulisan dokumentasi pribadi. Ya, Hanya beberapa bulan saja, semua perasaan tak terwujud dalam tulisan hilang bagai tak pernah ada.

Secara kebetulan, dua minggu lalu saat ngopi dikota Banda Aceh bersama abang-abang yang baru aku kenal, sempat membahas tentang keinginan dan kebutuhan. Dan dalam gaya bersahaja santai, abang yang dengan jenggot mengkilapnya, dia punya pendapat yang sama tentang hal itu; Memanipulasi keinginan sebagai kebutuhan merupakan hakikat manusia, kecuali dia mengenal dirinya dan Tuhannya dengan baik. Ya, terus termanipulasi hingga manusia sendiri lupa perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Tepat seperti yang aku rasakan beberapa bulan silam, laptop yang awalnya hanya keinginan yang dipenuhi kakak melalui pemberian hadiah, ku tempatkan sebagai kebutuhan didunia tulis menulis yang aku pelajari. Kemudian dari keadaan yang mulai terbolak-balik itu hampir menelantarkan aktifitas tulis menulis sebagai pengisi blog dan media dokumen pribadi ini.

Untuk mengakhiri tulisan ini, aku lagi-lagi mencoba mengutip sebuah paragraph dalam tulisan kak Sarah; ‘Terkadang ada hari-hari dimana segala sesuatu mulai terasa membosankan, dan kejenuhan itu semakin mendekat. Dimulai dengan terbitnya matahari hingga sang surya terbenam, segala aktivitas mulai berjalan rutin dan biasa-biasa saja. Semua begitu datar tanpa adanya variasi.’ Timbang-menimbang ada keinginan untuk menambah sedikit isi paragraph tersebut berdasarkan yang rasa yang hilang dalam diri ini ‘ Keyakinan menjadi penyelaras perasaan yang jenuh dan bosan yang tak harus di usir. Andai kejenuhan seharusnya dibenci, tidak ada kata lagi yang bisa mengungkapkan kedataran hari-hari tanpa variasi yang menjadi terkadang tersebut .’

Mar 16, 2016

Cara Efektif Membangun Wisata Daerah

March 16, 2016
Menipisnya sumber daya alam yang menjadi sandaran utama ekonomi masyarakat dan negara-negara di dunia, membuat sejumlah negara mencari sumber alternatif lainnya yang prospektif. Salah satunya adalah melalui pariwisata. Namun seiring pariwisata semakin menjadi tren positif untuk membangkitkan ekonomi suatu negara, persaingan pun semakin sengit untuk saling promosi memperkenalkan wisatanya untuk dijadikan destinasi oleh para wisatawan. Dengan semakin dikenal dan menjadi pilihan untuk dikunjungi banyak orang, baik lokal maupun manca negara, pendapatan negara dari sektor ini bisa bertambah secara signifikan, roda perekonomian masyarakat terus berputar, tercipta lapangan kerja baru, kesejahteraan masyarakat meningkat dan sejumlah multiplier effect lainnya.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id/

Banyak cara bisa dilakukan untuk promosi membangkitkan bidang pariwisata dimasing-masing daerah, dimulai dengan iklan oleh pemerintah melalui media cetak atau elektronik yang dikemas secara kreatif, baik didalam atau bahkan luar negeri. Namun, secara tidak sadar khusus untuk Indonesia, banyak potensi untuk pariwisata yang masih belum dikenal oleh dunia, bahkan masyarakat kita sendiri. Namun, meski begitu sekarang bukan saatnya untuk kita saling menyalahkan atau menanyakan ‘siapa yang salah?’. Sudah selayaknya kita ikut mengambil andil untuk ikut mempromosikan pariwisata daerah masing-masing.

Saat ini, masyarakat secara umum banyak menghabiskan waktu untuk mengakses internet dibandingkan menghabiskan waktu menonton televisi atau membuka media cetak. Banyak media yang ada di Internet bisa dimanfaatkan untuk mepromosikan pariwisata ke mata dunia, semisal facebook, Twitter, hingga Blogging dan forum-forum lainnya yang ada didunia tersebut bisa dimanfaatkan. Dan ini bisa dijadikan potensi besar untuk mempromosi pariwisata hingga ke sudut-sudut daerah. Selain punya cost yang murah meriah, dunia Internet juga sudah mampu di jangkau oleh hampir seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok negeri sekalipun.


Menurut aku yang awam, menulis merupakan langkah terbaik untuk menarik minat wisatawan, menulis tentang apa saja yang bisa dijadikan potensi pariwisata. Hanya dengan bermodalkan memadukan gambar-gambar side yang akan dijadikan objek pariwisata, sedikit rangkaian kata untuk dijadikan kalimat-kalimat, hingga berbentuk sebuah tulisan, anda sudah menjadi salah seorang yang bisa menyampaikan informasi ke para wisatawan tentang kelayakan daerah anda untuk masuk dalam daftar wisata mereka.

Bukan hanya sekedar tentang wisata alam, namun banyak wisata lain yang bisa dikabarkan kepada dunia, dari kebudayaan, kuliner, bahkan religi sekalipun bisa dijadikan side untuk dikembangkan melalui tulisan hingga membuat para wisatawan tertarik untuk dijadikan destinasi tempat berwisata.
Menulis bukanlah skill yang rumit. Menurut aku pribadi yang awam dalam tulis menulis, kunci untuk bisa menulis adalah membaca. Sering-sering membaca akan membuka wawasan kita, baik dari segi memperbanyak mengenali kata hingga segi pengetahuan  sekalipun.

Tidak butuh lulusan sastra untuk jadi penulis, karena seorang penulis tidak pernah dituntut mesti dari golongan yang punya sarjana atau title, dunia tulis menulis bukanlah soal copy-paste, tapi hanya mau menulis tentang apa yang kita tahu dan kita bagikan kepada khalayak ramai (disini masyarakat dunia maya), kemudian menjadi media informasi yang bisa dimanfaatkan oleh makhluk sekeliling, anda sudah layak dikatakan penulis. Yuk, ikut bangun ekonomi daerah dengan memperkenalkan side pariwisata daerah anda masing-masing melalui tulisan.


Mar 11, 2016

Cara Hidup Sederhana Untuk Bahagia dan Membahagiakan

March 11, 2016



Tulisan ini aku tulis untuk dibaca semua kalangan tanpa perduli tujuan dari membacanya, dengan setitik harapan; ada manfaat yang bisa dijadikan keywords jalan hidup untuk sesiapapun. Tanpa memperhatikan jenjang pendidikan umum dan agama, atau sratifikasi sosial, apalagi letak beda jabatan yang terlukis pada yang merasa punya baju dinas. Setidaknya tahu cara hidup sederhana untuk bahagia dan membahagiakan.

Pikir punya pikir, tulisan ini hanya ingin  menjelaskan akan beberapa tanya yang diarahkan pada cara/jalan hidup aku oleh banyak rekan sekeliling, entah pertanyaan itu timbul dari mereka yang memakai sepatu tersemir dan  memelihara jenggot di usia muda dengan alasan (mengikuti) sunnah Rasulullah S.a.w, juga sekali waktu beberapa dosen ditempat aku sok jadi anak kuliahan, atau para orang tua/kepala keluarga yang tidak begitu rela untuk sekedar tahu anaknya dekat-dekat dengan lelaki semanis aku, hingga ada juga mereka sendiri para gadis dengan bibir yang merekah dibalik jilbab merah jambunya, ragu untuk membagi cintanya pada lelaki mirip (jalan pikir) aku, dengan alasan rasa takut suram akan masa depan.

Kehidupan

aku menulis buah hiu ini bukan juga pembantahan, akan (tuduhan) ketakutan kesuraman masa depan atau apalah kata layak yang semakna dengan  ketakutan kurang bahagia untuk hidup bersama kelak diujung lajang nanti saat menyebut nama aku dan dia (kamu) dengan kata ‘kita.’

Senyum polos dengan sok manis masih terpampang lucu di wajah oriental aku, sampai tulisan sebagai pustaka tulis menulis jalan cerita hidup aku sendiri, melongo didepan mata kamu. Entah, ini rasa ingin pura membuktikan hidup seorang aku hanya ada bahagia tanpa ada duka. Tapi yang jelas, seorang ‘aku’ selalu ingin konsisten membagi senyum sok manis untuk lingkungan sosial sekeliling, tanpa memperjelas status emosi yang selalu berubah bak cuaca.

Dengan segala aktifitas hari berhari akunya yang (memang) dianggap tidak menunjang kemampuan mewarnai dan menghiasi masa depan dengan sekumpulan penghasilan yang bisa menghasilkan kemewahan-kemewahan hidup. Timbul tanda tanya didepan kalimat-kalimat mereka tentang “kapan selesai kuliah? Kapan cari kerja? Kapan mampu berkeluarga? Kapan membahagiakan orang tua?” Sekumpulan pertanyaan yang sebenarnya sudah lebih awal dijawab oleh banyak mereka yang duluan menginjak kehidupan dari aku, bahkan dari kamu yang pura lebih tua,  juga sebelum tulisan ini aku tulis dan kamu membacanya para/sang gadis-gadis glamour yang saat ini.

Ya, ngopi setiap hari, mendaki Gunung, kembali dan mendaki lagi, membuat laporan-laporan perjalanan singkat tentang pendakian, hingga menulis unsur-unsur buah-buah hiu menjadi aktivitas yang menbahagiakan batin aku sampai hari ini. Sekonyongnya, kalian coba berfikir bahwa aktifitas yang aku geluti sejak 2009 dan pelan berkembang menjadi kebiasaan, bahkan ku arahkan menjadi kehidupan adalah hal yang sia-sia, buang-buang waktu.  Namun sejujurnya aku tidak merasa seperti yang fikir kalian tuduhkan ke aku. Menurut sehat jiwa raganya aku, Kenyamanan, kebahagiaan, dan suram atau tidak masa depan itu bisa dirasa berbeda dari tiap batok kepala. Logika zaman mata pelajaran Sekolah Menengah Pertama dulu; Rambut sama hitam,namun pikiran berbeda-beda.

Kebahagiaan tidak selalu di ukur dari materi, meskipun sewajarnya materi itu perlu untuk menjalankan roda hidup dizaman yang sudah tidak sebut purba lagi. Dan untuk mendapatkan materi juga tidak semua dengan jalan yang sama,bahkan memang tidak boleh sama. Untuk ibu/bapak yang punya anak gadis, jangan takut jika harus menitip masa depan anaknya pada manusia-manusia yang berjalan pikir mirip-mirip aku, atau malah gadis-gadis manis yang sedang membaca tulisan ini, jangan ragu untuk berbagi kisah-kasih merajut jalan hidup bersama lelaki berpola pikir layaknya aku. Jangan terbeban untuk hidup dalam kelaparan, Tuhan  selalu mengasihi dan melimpahkan rezeki untuk umat-NYA sesuai kapasitas kebutuhan, selama usaha dan doa selalu dibarengi dalam mencari Rahmat-NYA.

Dengan rasa percaya diri yang tidak berlebihan, aku berani mengungkapkann, orang-orang seperti 'kami', adalah orang yang selalu punya mimpi sederhana dalam hidup, dan selalu punya cara untuk berusaha mewujudkan mimpi berkapasitas lebih besar dari yang diharapkan. Aktifitas yang kebanyakan orang menganggap hal sepele, bagi kami menjadi ruang berjalan untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga, dan itu sudah terbukti. Sebagai testimoni untuk meyakinkan, sampai hari ini, tidak ada (aku belum pernah mendengar tentang itu) pendaki atau penulis yang kehidupannya tidak hidup, meski tidak kaya. Bahkan, hidup kami paling tidak sampai saat ini, masih sangat kreatif untuk menghidupkan kehidupan. Juga berbicara tanpa title sarjana atau tidak pernah merasa lulus kuliah, pun sampai saat ini belum terbukti jika memiliki sarjana mampu meningkatkan taraf  hidup untuk lebih baik. Masih banyak sarjana bahkan pasca sarjana diluar sana yang berkeliaran jadi pengangguran, bahkan jangan ragu untuk melihat berapa banyak ijazah-ijazah yang sudah diphoto copi mereka untuk melamar kerja, namun tetap bertahan jadi pengangguran.

Untuk berpikir ijazah adalah akhir segalanya untuk bisa hidup makmur, aku berani menjamin itu pola pikir yang salah. Berapa banyak dari kami telah menjadi orang baik dan makmur bahagia hidupnya tanpa ijazah. Dengan hobi, mampu membuat taraf hidup kami lebih baik. Mendaki, mengunjungi tempat-tempat yang tidak dijumpai banyak manusia, kemudian kami tulis dan kabarkan; ada keindahan yang Tuhan titipkan di Negeri mu. Sadarkah, yang seperti kami menjadi orang paling beruntung, kami mampu menikmati hidup yang Tuhan anugerahkan, seterusnya bersyukur.

Pelajarilah cara hidup kami, senyum kami bukan karena tanpa duka, tapi mampu mensyukuri segala yang Tuhan kehendak atas kami, jadi alasan yang kuat untuk kami terus tersenyum menjalankan hidup. Hidup kami bukan tanpa keluhan, tapi percaya Tuhan selalu menempatkan umat-NYA sesuai letak kodratnya, menjadi semangat usaha kami tidak putus dan terhenti asa. Usaha, doa, hasil, syukur adalah kesederhanaan hidup.

Mar 6, 2016

8 Sifat Pecinta Alam Sebagai Referensi Layak Dijadikan Pasangan Hidup

March 06, 2016
Berbahagialah, jika kamu adalah salah satu yang menjadi pasangan dari anak Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam), banyak alasan yang bisa kita jadikan alasan untuk berbahagia sebagai pasangan dari Para Mahasiswa Pecinta Alam. Biarpun, menjadi pasangan dari Para Pecinta Alam sering ditinggal untuk naik gunung, arung jeram ataupun susur gua. Tapi dibalik semua aktivitas itu, banyak sifat dari mereka para Pecinta Alam yang jarang di miliki orang lain. Berikut, beberapa sifat mereka diantaranya yang harus kalian ketahui:

1.       Selalu Punya Target
Dalam melakukan aktivitasnya di alam liar, para Pecinta Alam selalu menentukan target, baik itu dalam hal sederhana, maupun yang sangat penting sekalipun.  Dalam dunia Pecinta Alam diajarkan “Rencanakan sebelum melakukan, dan lakukan sesuai perencanaan.” Dari kalimat itu, jelas mereka beraktivitas secara teratur dan punya komitmen hingga sampai pada target yang telah di rencanakan.
Dan mereka para pelaku aktivitas di alam liar (disini: Pecinta Alam) akan selalu berusaha untuk sampai pada target-target itu, semaksimal mungkin. Nah, kalian para gadis dan perjaka, masih ragu untuk menjalin atau bahkan menjadi pasangan dari para Pecinta Alam yang selalu punya target dalam berkomitmen?

2.       Sifat Rendah hati
Beberapa orang mengatakan para Pecinta Alam itu orang-orang berkarakter sombong. Dalam tulisan ini, aku tidak mencoba membantah pendapat itu. Hanya ingin sedikit menjelaskan dan mencerahkan fenomena yang mengatakan para Pecinta Alam itu sombong.

Sebenarnya, Pecinta Alam itu manusia yang selalu dituntut untuk rendah hati. Contoh kecil, mana kala mereka beraktivitas dialam liar, jika mereka sombong, bisa jadi di dalam aktivitasnya mereka akan ditimpa hal-hal yang buruk, dari sifat kecongkakan mereka yang akan berefek pada kenekatan yang diberani-beranikan tanpa pengetahuan.

Pecinta Alam juga selalu diajarkan menyelamatkan orang disekeliling mereka setelah menyelamatkan diri sendiri mereka. Mereka bukanlah manusia tega-tegaan membiarkan orang disekeliling mereka dalam sekarat.

Atau mereka akan dipandang sinis dan bengis oleh penghuni tempat mereka beraktivtas. Namun, sampai sekarang, para pecinta alam selalu bisa beraktivitas dengan baik dan sopan dan disambut dengan ramah oleh penduduk tempat mereka beraktivitas. Selain itu ketika mereka berada di gunung, hutan atau di sungai ataupun dalam perut bumi (Goa), maka mereka akan menyadari betapa kecilnya mereka, betapa tidak ada apa- apanya mereka dibandingkan dengan segala sesuatu yang diciptakan Tuhan yang ada disekitar gunung. Dan merekapun adalah sebagian kecil ciptaan-Nya. Tidak ada alasan untuk mereka “pongah.”

3.       Bersemangat juang yang luar biasa
Siapa yang tidak bahagia ketika punya pasangan bersemangat juang luar biasa?
Para pecinta Alam punya itu lho. Mereka harus berjuang keras untuk mampu bermain di air mengarungi jeram, atau harus berlelah ria mencapai puncak-puncak gunung, ataupun mereka harus berjuang kuat untuk mampu menepi di tebing-tebing cadas. Demi sebuah hobi saja mereka harus berjuang biarpun lelah, apalagi untuk mendapatkan kamu yang mereka cintai. Cinta memang butuh perjuangan. Dan Pecinta alam punya itu.

4.       Romantis
Siapa duga, dibalik kasar kulit mereka, para pecinta alam adalah sosok yang romantis. Lazimnya, Pecinta Alam akan suka menulis, menulis apapun yang mereka dapatkan dari hobi mereka. Baik cerita di gunung, di jeram ataupun pengalaman di Gua. Dan kebanyakan penulis adalah orang-orang yang romantis dan punya sejuta kata untuk mengungkapkan perasaan cinta kepada pasangan nya.

5.       Mengerti Manajemen
Ini yang jarang dimengerti setiap person manusia bahkan cenderung diabaikan dalam hidup. Sebenarnya, manajemen sangat dibutuhkan dalam hal apapun. Dan sosok Pecinta Alam punya pengetahuan tentang Manajemen biarpun bukan lulusan manajemen. Sosok Pecinta Alam yang beraktivitas dialam liar, dituntut untuk mampu meng-estimasi waktu, jarak tempuh, demi persiapan beraktivitas, baik itu untuk keperluan menyiapkan bekal perut, atau perlengkapan yang dibutuhkan dalam aktivitasnya.

Dimana ruginya, jika anda adalah salah seorang pasangan dari Pecinta Alam? Hidup anda akan selalu teratur dan tertata dengan pengetahuan manajemen dari pasangan anda sendiri.

6.       Punya Semangat Untuk Mengalahkan Diri Sendiri
Sebenarnya musuh terbesar kita itu apa? Pertanyaan ini sering sekali muncul, jawabannya ya diri kita sendiri. Para Pecinta Alam haruslah mampu mengalahkan diri mereka sendiri untuk bisa mencapai target yang mereka tentukan. Dalam aktivitasnya para Pecinta Alam akan berusaha untuk mengalahkan diri sendiri, baik rasa lapar yang mereka rasakan dialam liar, hawa dingin yang merasuki tubuh mereka, rasa lelah dari aktivita mereka sendiri. Mereka akan terus berusaha mengalahkan ego yang timbul dalam diri mereka masing – masing.

7.       Mampu Menerima Apa Adanya
Seorang yang beraktivitas dialam liar, akan berjumpa dengan ragam karakteristik orang. Tanpa syarat tertentu mereka akan selalu menerima orang-orang disekeliling mereka untuk hidup berdampingan. Mereka selalu belajar memahami satu sama lain, baik secara tim atau bahkan orang dari luar tim mereka sendiri. Mereka selalu menerima kekurangan dan kelebihan seseorang mereka dengan apa adanya sebagai bagian kekuatan dalam tim.

8.       Pecinta Alam Sosok Yang Mandiri
Sifat mandiri, wajib ada ditubuh Pecinta Alam. Mereka dituntut untuk mampu menyelamat diri sendiri di alam liar, tanpa menunggu atau berharap pasrah untuk ditolong oleh orang lain. Mereka adalah sosok pribadi yang mandiri.

8 Sifat Yang Dimiliki Pecinta Alam Sebagai Referensi Dijadikan Pasangan Hidup

Itu beberapa sifat yang dimiliki Pecinta alam, Masih ragu punya pasangan Pecinta Alam dengan segala sifat yang dimiliki mereka?


Nov 14, 2014

IMAJINASI DALAM RASA

November 14, 2014
kamu duduk di warung kopi tempat aku biasa nongkrong sambil mencurahkan inspirasi yang tidak penting untuk aku gambarkan lewat tulisan, aku tidak tahu entah keberanian darimana menghinggapi otak kiri ku hingga berani “ucap janji” pada mu untuk ngopi bareng sore itu. Yang terfikirkan oleh ku hanya ingin duduk dekat dengan mu dan bercerita tentang kisah-kisah hidup sebelum kita berkenalan beberapa minggu yang lalu lewat media sosial.

Aku diam-diam memperhatikan senyummu saat kau duduk didepan ku sambil mengaduk kopi yang gulanya sudah larut dari tadi. “Kamu cantik, manis dan menyenangkan, ”Itu yang tergambar di otak ku dari penglihatan dan rasa nyamannya hati ku sore ini bersamamu. Aku tidak bisa menolak “aku suka sama kamu,” itu sangat jelas terlihat dari sikapku saat berada didekat mu, walau aku menutupinya dengan tertawa lepas , terus berbicara dan mencoba menceritakan pada mu hal-hal yang sama sekali tidak lucu tapi seakan-akan  ceritanya begitu lucu.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id/2014/11/imajinasi-dalam-rasa.html

Tidak terasa satu jam kita menghabiskan secangkir kopi yang ukuran gelasnya hanya setelunjuk jari orang dewasa, waktu yang lama untuk orang yang baru berkenalan tapi terasa hanya sebentar bagi aku yang aku duga “sedang kasmaran” diawal-awal perkenalan kita. Dan kemudian kamu meminta izin untuk meninggalkan aku sendiri diwarung kopi itu hingga memaksa aku harus berimajinasi seakan-akan kamu masih disini menemani ku ngopi.

Aku berujar dalam hati bak seorang pelayan tamu hotel: “terimakasih, kamu sudah singgah disini walau hanya sebentar, dan itu membuat aku senang.”
Adbox