Aku
diam-diam memperhatikan senyummu saat kau duduk didepan ku sambil mengaduk kopi
yang gulanya sudah larut dari tadi. “Kamu cantik, manis dan menyenangkan, ”Itu
yang tergambar di otak ku dari penglihatan dan rasa nyamannya hati ku sore ini
bersamamu. Aku tidak bisa menolak “aku suka sama kamu,” itu sangat jelas
terlihat dari sikapku saat berada didekat mu, walau aku menutupinya dengan
tertawa lepas , terus berbicara dan mencoba menceritakan pada mu hal-hal yang
sama sekali tidak lucu tapi seakan-akan
ceritanya begitu lucu.


Tidak
terasa satu jam kita menghabiskan secangkir kopi yang ukuran gelasnya hanya
setelunjuk jari orang dewasa, waktu yang lama untuk orang yang baru berkenalan tapi
terasa hanya sebentar bagi aku yang aku duga “sedang kasmaran” diawal-awal
perkenalan kita. Dan kemudian kamu meminta izin untuk meninggalkan aku sendiri
diwarung kopi itu hingga memaksa aku harus berimajinasi seakan-akan kamu masih
disini menemani ku ngopi.
Aku
berujar dalam hati bak seorang pelayan tamu hotel: “terimakasih, kamu sudah
singgah disini walau hanya sebentar, dan itu membuat aku senang.”


No comments:
Post a Comment