Adbox

Mar 16, 2016

Cara Efektif Membangun Wisata Daerah

March 16, 2016
Menipisnya sumber daya alam yang menjadi sandaran utama ekonomi masyarakat dan negara-negara di dunia, membuat sejumlah negara mencari sumber alternatif lainnya yang prospektif. Salah satunya adalah melalui pariwisata. Namun seiring pariwisata semakin menjadi tren positif untuk membangkitkan ekonomi suatu negara, persaingan pun semakin sengit untuk saling promosi memperkenalkan wisatanya untuk dijadikan destinasi oleh para wisatawan. Dengan semakin dikenal dan menjadi pilihan untuk dikunjungi banyak orang, baik lokal maupun manca negara, pendapatan negara dari sektor ini bisa bertambah secara signifikan, roda perekonomian masyarakat terus berputar, tercipta lapangan kerja baru, kesejahteraan masyarakat meningkat dan sejumlah multiplier effect lainnya.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id/

Banyak cara bisa dilakukan untuk promosi membangkitkan bidang pariwisata dimasing-masing daerah, dimulai dengan iklan oleh pemerintah melalui media cetak atau elektronik yang dikemas secara kreatif, baik didalam atau bahkan luar negeri. Namun, secara tidak sadar khusus untuk Indonesia, banyak potensi untuk pariwisata yang masih belum dikenal oleh dunia, bahkan masyarakat kita sendiri. Namun, meski begitu sekarang bukan saatnya untuk kita saling menyalahkan atau menanyakan ‘siapa yang salah?’. Sudah selayaknya kita ikut mengambil andil untuk ikut mempromosikan pariwisata daerah masing-masing.

Saat ini, masyarakat secara umum banyak menghabiskan waktu untuk mengakses internet dibandingkan menghabiskan waktu menonton televisi atau membuka media cetak. Banyak media yang ada di Internet bisa dimanfaatkan untuk mepromosikan pariwisata ke mata dunia, semisal facebook, Twitter, hingga Blogging dan forum-forum lainnya yang ada didunia tersebut bisa dimanfaatkan. Dan ini bisa dijadikan potensi besar untuk mempromosi pariwisata hingga ke sudut-sudut daerah. Selain punya cost yang murah meriah, dunia Internet juga sudah mampu di jangkau oleh hampir seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok negeri sekalipun.


Menurut aku yang awam, menulis merupakan langkah terbaik untuk menarik minat wisatawan, menulis tentang apa saja yang bisa dijadikan potensi pariwisata. Hanya dengan bermodalkan memadukan gambar-gambar side yang akan dijadikan objek pariwisata, sedikit rangkaian kata untuk dijadikan kalimat-kalimat, hingga berbentuk sebuah tulisan, anda sudah menjadi salah seorang yang bisa menyampaikan informasi ke para wisatawan tentang kelayakan daerah anda untuk masuk dalam daftar wisata mereka.

Bukan hanya sekedar tentang wisata alam, namun banyak wisata lain yang bisa dikabarkan kepada dunia, dari kebudayaan, kuliner, bahkan religi sekalipun bisa dijadikan side untuk dikembangkan melalui tulisan hingga membuat para wisatawan tertarik untuk dijadikan destinasi tempat berwisata.
Menulis bukanlah skill yang rumit. Menurut aku pribadi yang awam dalam tulis menulis, kunci untuk bisa menulis adalah membaca. Sering-sering membaca akan membuka wawasan kita, baik dari segi memperbanyak mengenali kata hingga segi pengetahuan  sekalipun.

Tidak butuh lulusan sastra untuk jadi penulis, karena seorang penulis tidak pernah dituntut mesti dari golongan yang punya sarjana atau title, dunia tulis menulis bukanlah soal copy-paste, tapi hanya mau menulis tentang apa yang kita tahu dan kita bagikan kepada khalayak ramai (disini masyarakat dunia maya), kemudian menjadi media informasi yang bisa dimanfaatkan oleh makhluk sekeliling, anda sudah layak dikatakan penulis. Yuk, ikut bangun ekonomi daerah dengan memperkenalkan side pariwisata daerah anda masing-masing melalui tulisan.


Mar 11, 2016

Cara Hidup Sederhana Untuk Bahagia dan Membahagiakan

March 11, 2016



Tulisan ini aku tulis untuk dibaca semua kalangan tanpa perduli tujuan dari membacanya, dengan setitik harapan; ada manfaat yang bisa dijadikan keywords jalan hidup untuk sesiapapun. Tanpa memperhatikan jenjang pendidikan umum dan agama, atau sratifikasi sosial, apalagi letak beda jabatan yang terlukis pada yang merasa punya baju dinas. Setidaknya tahu cara hidup sederhana untuk bahagia dan membahagiakan.

Pikir punya pikir, tulisan ini hanya ingin  menjelaskan akan beberapa tanya yang diarahkan pada cara/jalan hidup aku oleh banyak rekan sekeliling, entah pertanyaan itu timbul dari mereka yang memakai sepatu tersemir dan  memelihara jenggot di usia muda dengan alasan (mengikuti) sunnah Rasulullah S.a.w, juga sekali waktu beberapa dosen ditempat aku sok jadi anak kuliahan, atau para orang tua/kepala keluarga yang tidak begitu rela untuk sekedar tahu anaknya dekat-dekat dengan lelaki semanis aku, hingga ada juga mereka sendiri para gadis dengan bibir yang merekah dibalik jilbab merah jambunya, ragu untuk membagi cintanya pada lelaki mirip (jalan pikir) aku, dengan alasan rasa takut suram akan masa depan.

Kehidupan

aku menulis buah hiu ini bukan juga pembantahan, akan (tuduhan) ketakutan kesuraman masa depan atau apalah kata layak yang semakna dengan  ketakutan kurang bahagia untuk hidup bersama kelak diujung lajang nanti saat menyebut nama aku dan dia (kamu) dengan kata ‘kita.’

Senyum polos dengan sok manis masih terpampang lucu di wajah oriental aku, sampai tulisan sebagai pustaka tulis menulis jalan cerita hidup aku sendiri, melongo didepan mata kamu. Entah, ini rasa ingin pura membuktikan hidup seorang aku hanya ada bahagia tanpa ada duka. Tapi yang jelas, seorang ‘aku’ selalu ingin konsisten membagi senyum sok manis untuk lingkungan sosial sekeliling, tanpa memperjelas status emosi yang selalu berubah bak cuaca.

Dengan segala aktifitas hari berhari akunya yang (memang) dianggap tidak menunjang kemampuan mewarnai dan menghiasi masa depan dengan sekumpulan penghasilan yang bisa menghasilkan kemewahan-kemewahan hidup. Timbul tanda tanya didepan kalimat-kalimat mereka tentang “kapan selesai kuliah? Kapan cari kerja? Kapan mampu berkeluarga? Kapan membahagiakan orang tua?” Sekumpulan pertanyaan yang sebenarnya sudah lebih awal dijawab oleh banyak mereka yang duluan menginjak kehidupan dari aku, bahkan dari kamu yang pura lebih tua,  juga sebelum tulisan ini aku tulis dan kamu membacanya para/sang gadis-gadis glamour yang saat ini.

Ya, ngopi setiap hari, mendaki Gunung, kembali dan mendaki lagi, membuat laporan-laporan perjalanan singkat tentang pendakian, hingga menulis unsur-unsur buah-buah hiu menjadi aktivitas yang menbahagiakan batin aku sampai hari ini. Sekonyongnya, kalian coba berfikir bahwa aktifitas yang aku geluti sejak 2009 dan pelan berkembang menjadi kebiasaan, bahkan ku arahkan menjadi kehidupan adalah hal yang sia-sia, buang-buang waktu.  Namun sejujurnya aku tidak merasa seperti yang fikir kalian tuduhkan ke aku. Menurut sehat jiwa raganya aku, Kenyamanan, kebahagiaan, dan suram atau tidak masa depan itu bisa dirasa berbeda dari tiap batok kepala. Logika zaman mata pelajaran Sekolah Menengah Pertama dulu; Rambut sama hitam,namun pikiran berbeda-beda.

Kebahagiaan tidak selalu di ukur dari materi, meskipun sewajarnya materi itu perlu untuk menjalankan roda hidup dizaman yang sudah tidak sebut purba lagi. Dan untuk mendapatkan materi juga tidak semua dengan jalan yang sama,bahkan memang tidak boleh sama. Untuk ibu/bapak yang punya anak gadis, jangan takut jika harus menitip masa depan anaknya pada manusia-manusia yang berjalan pikir mirip-mirip aku, atau malah gadis-gadis manis yang sedang membaca tulisan ini, jangan ragu untuk berbagi kisah-kasih merajut jalan hidup bersama lelaki berpola pikir layaknya aku. Jangan terbeban untuk hidup dalam kelaparan, Tuhan  selalu mengasihi dan melimpahkan rezeki untuk umat-NYA sesuai kapasitas kebutuhan, selama usaha dan doa selalu dibarengi dalam mencari Rahmat-NYA.

Dengan rasa percaya diri yang tidak berlebihan, aku berani mengungkapkann, orang-orang seperti 'kami', adalah orang yang selalu punya mimpi sederhana dalam hidup, dan selalu punya cara untuk berusaha mewujudkan mimpi berkapasitas lebih besar dari yang diharapkan. Aktifitas yang kebanyakan orang menganggap hal sepele, bagi kami menjadi ruang berjalan untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga, dan itu sudah terbukti. Sebagai testimoni untuk meyakinkan, sampai hari ini, tidak ada (aku belum pernah mendengar tentang itu) pendaki atau penulis yang kehidupannya tidak hidup, meski tidak kaya. Bahkan, hidup kami paling tidak sampai saat ini, masih sangat kreatif untuk menghidupkan kehidupan. Juga berbicara tanpa title sarjana atau tidak pernah merasa lulus kuliah, pun sampai saat ini belum terbukti jika memiliki sarjana mampu meningkatkan taraf  hidup untuk lebih baik. Masih banyak sarjana bahkan pasca sarjana diluar sana yang berkeliaran jadi pengangguran, bahkan jangan ragu untuk melihat berapa banyak ijazah-ijazah yang sudah diphoto copi mereka untuk melamar kerja, namun tetap bertahan jadi pengangguran.

Untuk berpikir ijazah adalah akhir segalanya untuk bisa hidup makmur, aku berani menjamin itu pola pikir yang salah. Berapa banyak dari kami telah menjadi orang baik dan makmur bahagia hidupnya tanpa ijazah. Dengan hobi, mampu membuat taraf hidup kami lebih baik. Mendaki, mengunjungi tempat-tempat yang tidak dijumpai banyak manusia, kemudian kami tulis dan kabarkan; ada keindahan yang Tuhan titipkan di Negeri mu. Sadarkah, yang seperti kami menjadi orang paling beruntung, kami mampu menikmati hidup yang Tuhan anugerahkan, seterusnya bersyukur.

Pelajarilah cara hidup kami, senyum kami bukan karena tanpa duka, tapi mampu mensyukuri segala yang Tuhan kehendak atas kami, jadi alasan yang kuat untuk kami terus tersenyum menjalankan hidup. Hidup kami bukan tanpa keluhan, tapi percaya Tuhan selalu menempatkan umat-NYA sesuai letak kodratnya, menjadi semangat usaha kami tidak putus dan terhenti asa. Usaha, doa, hasil, syukur adalah kesederhanaan hidup.

Mar 6, 2016

8 Sifat Pecinta Alam Sebagai Referensi Layak Dijadikan Pasangan Hidup

March 06, 2016
Berbahagialah, jika kamu adalah salah satu yang menjadi pasangan dari anak Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam), banyak alasan yang bisa kita jadikan alasan untuk berbahagia sebagai pasangan dari Para Mahasiswa Pecinta Alam. Biarpun, menjadi pasangan dari Para Pecinta Alam sering ditinggal untuk naik gunung, arung jeram ataupun susur gua. Tapi dibalik semua aktivitas itu, banyak sifat dari mereka para Pecinta Alam yang jarang di miliki orang lain. Berikut, beberapa sifat mereka diantaranya yang harus kalian ketahui:

1.       Selalu Punya Target
Dalam melakukan aktivitasnya di alam liar, para Pecinta Alam selalu menentukan target, baik itu dalam hal sederhana, maupun yang sangat penting sekalipun.  Dalam dunia Pecinta Alam diajarkan “Rencanakan sebelum melakukan, dan lakukan sesuai perencanaan.” Dari kalimat itu, jelas mereka beraktivitas secara teratur dan punya komitmen hingga sampai pada target yang telah di rencanakan.
Dan mereka para pelaku aktivitas di alam liar (disini: Pecinta Alam) akan selalu berusaha untuk sampai pada target-target itu, semaksimal mungkin. Nah, kalian para gadis dan perjaka, masih ragu untuk menjalin atau bahkan menjadi pasangan dari para Pecinta Alam yang selalu punya target dalam berkomitmen?

2.       Sifat Rendah hati
Beberapa orang mengatakan para Pecinta Alam itu orang-orang berkarakter sombong. Dalam tulisan ini, aku tidak mencoba membantah pendapat itu. Hanya ingin sedikit menjelaskan dan mencerahkan fenomena yang mengatakan para Pecinta Alam itu sombong.

Sebenarnya, Pecinta Alam itu manusia yang selalu dituntut untuk rendah hati. Contoh kecil, mana kala mereka beraktivitas dialam liar, jika mereka sombong, bisa jadi di dalam aktivitasnya mereka akan ditimpa hal-hal yang buruk, dari sifat kecongkakan mereka yang akan berefek pada kenekatan yang diberani-beranikan tanpa pengetahuan.

Pecinta Alam juga selalu diajarkan menyelamatkan orang disekeliling mereka setelah menyelamatkan diri sendiri mereka. Mereka bukanlah manusia tega-tegaan membiarkan orang disekeliling mereka dalam sekarat.

Atau mereka akan dipandang sinis dan bengis oleh penghuni tempat mereka beraktivtas. Namun, sampai sekarang, para pecinta alam selalu bisa beraktivitas dengan baik dan sopan dan disambut dengan ramah oleh penduduk tempat mereka beraktivitas. Selain itu ketika mereka berada di gunung, hutan atau di sungai ataupun dalam perut bumi (Goa), maka mereka akan menyadari betapa kecilnya mereka, betapa tidak ada apa- apanya mereka dibandingkan dengan segala sesuatu yang diciptakan Tuhan yang ada disekitar gunung. Dan merekapun adalah sebagian kecil ciptaan-Nya. Tidak ada alasan untuk mereka “pongah.”

3.       Bersemangat juang yang luar biasa
Siapa yang tidak bahagia ketika punya pasangan bersemangat juang luar biasa?
Para pecinta Alam punya itu lho. Mereka harus berjuang keras untuk mampu bermain di air mengarungi jeram, atau harus berlelah ria mencapai puncak-puncak gunung, ataupun mereka harus berjuang kuat untuk mampu menepi di tebing-tebing cadas. Demi sebuah hobi saja mereka harus berjuang biarpun lelah, apalagi untuk mendapatkan kamu yang mereka cintai. Cinta memang butuh perjuangan. Dan Pecinta alam punya itu.

4.       Romantis
Siapa duga, dibalik kasar kulit mereka, para pecinta alam adalah sosok yang romantis. Lazimnya, Pecinta Alam akan suka menulis, menulis apapun yang mereka dapatkan dari hobi mereka. Baik cerita di gunung, di jeram ataupun pengalaman di Gua. Dan kebanyakan penulis adalah orang-orang yang romantis dan punya sejuta kata untuk mengungkapkan perasaan cinta kepada pasangan nya.

5.       Mengerti Manajemen
Ini yang jarang dimengerti setiap person manusia bahkan cenderung diabaikan dalam hidup. Sebenarnya, manajemen sangat dibutuhkan dalam hal apapun. Dan sosok Pecinta Alam punya pengetahuan tentang Manajemen biarpun bukan lulusan manajemen. Sosok Pecinta Alam yang beraktivitas dialam liar, dituntut untuk mampu meng-estimasi waktu, jarak tempuh, demi persiapan beraktivitas, baik itu untuk keperluan menyiapkan bekal perut, atau perlengkapan yang dibutuhkan dalam aktivitasnya.

Dimana ruginya, jika anda adalah salah seorang pasangan dari Pecinta Alam? Hidup anda akan selalu teratur dan tertata dengan pengetahuan manajemen dari pasangan anda sendiri.

6.       Punya Semangat Untuk Mengalahkan Diri Sendiri
Sebenarnya musuh terbesar kita itu apa? Pertanyaan ini sering sekali muncul, jawabannya ya diri kita sendiri. Para Pecinta Alam haruslah mampu mengalahkan diri mereka sendiri untuk bisa mencapai target yang mereka tentukan. Dalam aktivitasnya para Pecinta Alam akan berusaha untuk mengalahkan diri sendiri, baik rasa lapar yang mereka rasakan dialam liar, hawa dingin yang merasuki tubuh mereka, rasa lelah dari aktivita mereka sendiri. Mereka akan terus berusaha mengalahkan ego yang timbul dalam diri mereka masing – masing.

7.       Mampu Menerima Apa Adanya
Seorang yang beraktivitas dialam liar, akan berjumpa dengan ragam karakteristik orang. Tanpa syarat tertentu mereka akan selalu menerima orang-orang disekeliling mereka untuk hidup berdampingan. Mereka selalu belajar memahami satu sama lain, baik secara tim atau bahkan orang dari luar tim mereka sendiri. Mereka selalu menerima kekurangan dan kelebihan seseorang mereka dengan apa adanya sebagai bagian kekuatan dalam tim.

8.       Pecinta Alam Sosok Yang Mandiri
Sifat mandiri, wajib ada ditubuh Pecinta Alam. Mereka dituntut untuk mampu menyelamat diri sendiri di alam liar, tanpa menunggu atau berharap pasrah untuk ditolong oleh orang lain. Mereka adalah sosok pribadi yang mandiri.

8 Sifat Yang Dimiliki Pecinta Alam Sebagai Referensi Dijadikan Pasangan Hidup

Itu beberapa sifat yang dimiliki Pecinta alam, Masih ragu punya pasangan Pecinta Alam dengan segala sifat yang dimiliki mereka?


Mar 5, 2016

Tiga Cara Pertolongan Bagi Korban Keracunan Sianida

March 05, 2016
Mendadak tetiba, Indonesia gempar dengan Sianida. Berawal dari kasus kematian seorang perempuan saat minum kopi. Tebak menebak hingga proses identifikasi selesai, disimpulkan bahwa, perempuan naas itu meninggal karena diracun dengan Sianida melalui kopi yang diminumnya. Hingga hari ini, kasus yang melibatkan antara wanita dan wanita tersebut masih bergulir secara mata hukum Indonesia.
Nah, kali ini kita coba mengenal Sianida lebih dekat dan pertolongan bagi korban keracunan sianida tersebut.


Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung gugus siano C ≡ N, dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen. Pada sianida anorganik, seperti natrium sianida dan kalium sianida, gugus CN ada sebagai ion sianida poliatomik yang bermuatan negatif (CN−); senyawa ini, yang merupakan garam dari asam sianida, adalah senyawa yang sangat beracun. Ion sianida bersifat isoelektronik dengan karbon monoksida dan nitrogen molekuler.

gubukpenulis.blogspot.com

Sodium sianida (NaCN), atau kerap disebut juga potasium sianida,banyak digunakan untuk menangkap ikan hias bagi akuarium air laut, membersihkan tambak sebelum menyebar kan bibit baru, melebur emas, dan menyepuh logam.

Sianida adalah racun yang mematikan jika masuk ke dalam tubuh manusia, sehingga harus disimpan secara baik dan hati-hati, jauh dari jangkauan anak-anak. Setelah menyentuh sianida, tangan harus segera dibilas hingga betul-betul bersih. Gas sianida (cyanogen (CN)2) bahkan lebih mematikan, jadi benar-benar tidak boleh terhirup sama sekali. Demikian pula, jangan hirup udara dari dalam kantung atau tempat penyimpanan lain yang mengandung debu-debu sianida atau tablet sianida yang basah oleh air laut. Dan saran yang terbaik adalah, sebaiknya hindari sama sekali pemakaian Sianida. Sesuai kata pepatah “lebih baik mencegah dari pada mengobati”

Namun jikapun kita terpaksa menggunakan sianida, kita harus mengenal lebih dulu tentang gejala-gejala  keracunan sianida. Keracunan Sianida mungkin terjadi ketika korban bersentuhan langsung dengan sianida. Gejala yang timbul antara lain; susah bernafas, detak jantung melemah dan tidak teratur, serta wajah dan bibir membiru. Jika bertambah parah, korban akan tidak bisa bernafas sama sekali, dan detak jantung berhenti, yang diikuti kejang-kejang. Nafas penderita keracunan sianida seringkali berbau harum.

Setelah kita sadar tentang gejala keracunan sianida, kita juga mesti sadar tentang pengobatan korban racun sianida. 

Untuk pengobatan. Beritahu segera dokter atau perawat, jika terkena sianida perawatan kepada sikorban harus langsung diberikan. Ada tiga cara pengobatan yang diberikan, yaitu;

1. pemberian infus sodium nitrit 3% dengan dosis sebagai berikut: untuk orang dewasa 10 mL selama 5 menit dan untuk anak-anak 10 mg per kilogram.
2. pemberian infus sodium thiosulfat 25% dengan dosis sebagai berikut: untuk orang dewasa 50 mL selama 10 menit, sedangkan untuk anak-anak 0,7 mg per kilogram.
3. pemberian amyl nitrit dengan cara dihisap. Setiap dua menit sekali, korban harus mengisap amyl nitrit selama 30 detik. Selain itu, berikan bantuan pernafasan menggunakan oksigen atau pernafasan buatan.

Tiga cara pengobatan korban keracunan sianida sebagai pengetahuan aku pribadi, dan rekan-rekan semua. Tulisan ini saya kutip dari Buku Panduan Pelestarian Terumbu Karang dengan judul “Selamatkan Terumbu Karang Indonesia” edisi bahasa Indonesia oleh; Tries B. Razak dan Kartika L.M.A Simatupang, pada halaman 101 dan 102.

Mar 4, 2016

Tentang Sang Soe Hok Gie Untuk Kita Anak Negeri

March 04, 2016
Di era sekarang, dengan segala perkembangan zaman yang mengganggu pertumbuhan kenormalan akal sehat anak muda, hingga menyebabkan perubahan budaya yang drastis bagi generasi, juga anak muda yang sudah terlanjur teracuni hal-hal yang naif. Mulai dari tayangan kekerasan dan juga bermacam kehancuran moral di TV dipertontonkan secara bebas, baik diberbagai media dan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari segala cuaca dunia generasi yang membuat miris itu, timbul pertanyaan “Masih adakah generasi negeri ini yang bermutu dan bisa diteladani oleh generasi selanjutnya?”

Menilik dari pertanyaan yang timbul, sebenarnya Indonesia punya anak muda yang bermutu dan bisa dijadikan role model bagi generasi sekarang. Pemuda bermata sipit yang berketurunan Cina-Indo. Pemuda dengan nama Soe HokGie, akrab dipanggil dengan sebutan Gie. Walau sejak tahun 1969, sehari sebelum ulang tahunnya, dia kembali kepangkuan Tuhan, kepribadian dan hal-hal yang pernah dilakukannya masih sangat relevan untuk dijadikan contoh sampai hari ini. Gie adalah pemuda yang punya otak, nyali, idealis dan juga kisah cinta yang tidak kalah romantis. Beberapa yang diulas dari kisah hidup hidup Gie yang sudah dibukukan hingga dijadikan film.

Soe Hok Gie

1. Semasa Kuliah Gie Mengambil Jurusan dengan Kata Hati dan Tidak Mainstream
Biarpun pendapat anak muda mengatakan: Kedokteran, Teknik, Hukum menjadi pilihan utama dengan alasan mampu memberikan kehidupan yang baik dimasa depan sang mahasiswa, namun dengan pertimbangan sendiri dan mengikuti kata hati, Soe Hok Gie memilih kuliah di Jurusan Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Indonesia.

Kecintaan Gie pada Sastra tidak bisa dipisahkan dari kehidupan keluarganya. Ayahnya, Soe Li Pit juga seorang novelis. Sejak kecil Gie dan kakaknya Arief Budiman banyak menghabiskan waktu untuk membaca di perpustakaan umum. Semasa SMP pun, Gie sudah mulai membaca buku-buku langka, seperti karangan Pramoedya Ananta Toer yang judulnya “Cerita Dari Blora”. Gie kembali konsisten pada Sastra saat masa SMA dengan memilih mengambil Jurusan Sastra, biarpun kakaknya Arief Budiman manekuni Jurusan Ilmu Alam yang lebih bergengsi. 

“Mutiara akan tetap mutiara, dimanapun tempatnya,” sebuah pepatah yang membenarkan kesuksesan bukan pada pihak ramai tapi pada yang konsisten dan sesuai panggilan hati. Kisah Soe Hok Gie bisa jadi satu contoh dari pernyataan kalimat mutiara tersebut.

2. Selalu Menyatakan Keberpihakan
Gie dengan tegas selalu menyatakan keberpihakan dalam setia issue, tidak pernah memilih warna abu-abu tidak jelas dalam hal apapun. Satu contoh sosok Gie yang menyatakan keberpihakan, pernah masa SMP Gie tidak naik kelas karena berani mengungkapkan pendapatnya yang berbeda dengan sang guru. Dihadapkan pada otoritas, Gie tidak menyerah dan memilih pindah sekolah daripada harus membenarkan gurunya yang salah untuk  bisa naik kelas.

Gie juga dikenal sebagai aktivis yang vokal semasa kuliahnya. Gie menentang upaya hegemoni Orde Lama, dia menggalakkkan forum-forum diskusi dan klub film di Universitas Indonesia. Gie juga seorang penulis yang kritis di surat kabar beraliran kiri. Dari keberaniannya menyatakan keberpihakan, Gie jadi salah satu aktivis yang paling dicari pada masa pemerintahan saat itu, Soekarno. Biar pun Gie dicap sosok yang terlalu berani melawan penguasa, hingga ibu dan kakaknya pun tidak mengerti jalan pikir Gie, yang harus setegas itu menyatakan sikap yang berseberangan dengan pemerintah dimasanya. Bahkan beberapa rekannya mulai menjauh, karena takut dianggap sama vokalnya seperti Gie.

Bagi Soe Hok Gie, menyatakan keberpihakan adalah bentuk kebebasan hakiki dari penjajahan, dan Gie tidak merasa gentar menunjukkan sikapnya itu. Dalam hidup, seseorang memang harus memilih, atau tidak akan menjadi apa-apa, kecuali penjilat yang pengecut  selalu bersikap abu-abu dengan alasan netral.

3. Mencintai Negaranya dengan Mengenal Setiap Jengkal Tanahnya.
Tidak ada kecintaan yang timbul tanpa pernah menyentuhnya, sekedar Kata-kata mutiara tentang cinta tanah air, adalah omongan belaka baginya.

Menurut Gie; “Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan - slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.” Soe Hok Gie merupakan sosok dibalik berdirinya Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Indonesia. Salah satu kegiatan utama Mapala UI adalah naik gunung. 

Pada masa itu, belum ada track yang jelas bagi para pendaki. Setiap pendakian yang dilakukan harus berjuang keras membuka jalur untuk dijadikan track dengan menebas dan memotong semak belukar. Belum ada Cariel yang seringan sekarang dimasa itu, bahkan mereka harus berjuang membawa ransel rangka alumunium yang kasar dan berat bekas pengangkut barang tentara.  Webbing, pakaian berlapis polar dan kantung tidur serta alat-alat keselamatan lainnya, belum ada dimasa Soe Hok Gie. Naik gunung dimasa Gie, ibarat berperang.

Jauh berbeda dengan yang kita lakukan sekarang, naik gunung hanya sekedar buat foto-foto, bahkan lebih miris hanya untuk menulis dan membuang sampah dipuncak-puncaknya demi popularitas di medsos.

Mungkin diantara kita, ada yang mengaku sudah keliling Eropa, tapi sungguh memalukan, ketika tanah sendiri kita tidak pernah kenal. Ini bukan tentang sebesar apa uang kita habiskan, sebesar mana pengetahuan dan mengenal negara kita sendiri.

4. Menikmati Patah Hati dengan Elegan
Biarpun kesan garang terlukis di sosok Gie yang sebagai seorang aktivis dengan lantang menyuarakan kepentingan umum, ternyata Gie punya sosok romantis yang relevan dengan jurusan sastranya. Siapa duga, Gie adalah sang penyair yang romantis, bukan hanya sekedar pandai menulis opini, namun juga mampu merangkai kata menjadi kalimat yang puitis.

Tidak semua perasaan harus diungkapnkan ke publik, seperti Gie yang memilih menyimpan rasa yang paling privat itu untuk diri sendiri, itu terlihat dari sajak yang ditulisnya; “Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.” Bagi Gie, pernah merasakan cinta yang tulus sudah cukup, bukan berarti harus mendapatkan balasan dari rasa yang seharusnya didapatkannya. Gie dengan gentle dan tidak mewek dihadapinya masa-masa saat seperti itu.

Di puisi lainnya Soe Hok Gie menulis “...kita tak pernah menanamkan apa - apa, kita tak ‘kan pernah kehilangan apa – apa.” Berat dugaan, puisi tersebut Gie tulis pasca Gie merasa bingung bagaimana dia harus mengungkapkan perasaannya pada Ker (Kartini Sjarir), sahabat Gie sendiri. Meski Gie dikenal sosok yang memiliki banyak teman dekat wanita, namun hanya Ker lah yang membuat Gie bimbang. Dan akhirnya, dari kebingungannya Gie tidak pernah mengungkapkan perasaannya pada Ker. Justru, Sjahrir atau Ciil sang sahabat Gie sendiri menikah dengan Ker.

5. Mati Terhormat
Dalam bukunya “Catatan Seorang Demonstran, ” Soe Hok Gie sepakat dengan pendapat seorang filsuf Yunani nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan tersial adalah umur tua,” dan entah apa hubungannya dengan kematian dramatis Soe Hok Gie di Gunung Semeru, namun semasa hidupnya memang dikenal ingin mati muda.

Tepat sehari sebelum merayakan ulang tahunnya sendiri ke 27, di Puncak tertinggi Pulau Jawa, Gie meninggal dunia saat mencoba menggapai puncak Mahameru bersama sahabatnya. 

Ada yang mengatakan bahwa Gie meninggal karena menghirup gas beracun dari kawah Jonggring Saloka, Semeru. Ada pula yang berpendapat bahwa kematian Gie memang telah direncanakan. Agar ia tak lagi merecoki pemerintahan Soekarno dengan kritik pedasnya. Tapi dari semua issue yang beredar, kematian Gie hingga saat ini belum bisa ditentukan secara pasti penyebabnya.

Soe Hok Gie memang telah pergi, namun semangat dan perjuangannya mengenal negaranya masih jadi bukti, bahwa dibalik carut marut negeri ini, pernah lahir seorang pemuda yang memperjuangkan keyakinan dan mimpi dengan pasti.

Dec 29, 2015

KECEMASAN: TIGA PRINSIP KONSERVASI YANG TERLUPAKAN

December 29, 2015
Tahun ke tahun terus berlalu, hingga tulisan ini menjadi sebuah dokumentasi akan fenomena yang diperbuat oleh penghuni bumi. Ketakutan akan hilangnya para Pecinta Alam, adalah alasan pribadi yang meyakinkan penulis untuk menjadikan tulisan ini sebagai perasaan yang harus dibagikan kepada rekan pembaca.

Sadar atau tidaknya, atas nama cinta Lingkungan/Alam, dan atas nama wujud perasaan cinta itupun keadaan bumi semakin miris. Sampah menjadi hal yang sangat mudah dijumpai di hutan dan di gunung-gunung. Semenjak kegiatan alam bebas seperti mendaki gunung, menjelajah hutan, mengunjungi air-air terjun, hingga menelusuri goa dan mengarungi jeram jadi trend dikalangan umum, air, tanah, hutan dan tersebutnya bumi semakin terjepit akan pelestariannya.

Rupiah memang mampu menghasut hingga membutakan mata hati dan mengelabui akal sehat manusia. Terapan- terapan Ekowisata telah dijadikan lumbung penghasil rupiah-rupiah, tanpa peduli bagaimana pengelolaan secara benar untuk menjadi sekolah yang mengajari hamba-hamba Tuhan menjaga dan mensyukuri nikmat keindahan Alam semesta.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id/

Dari analisa secara amateur, dugaan penulis akan sebab fenomena tersebut, prinsip konservasi yang mulai tidak dijadikan materi utama untuk diajari dan dipelajari oleh para penikmatnya.

Dari keadaan miris ini, para Pecinta Alam yang masih mengakui ke eksis-an nya dibidang petualangan dan pelestarian lingkungan sudah seharusnya tetap bersuara dengan kreatifitasnya, serta bertindak secara nyata. Mungkin jadi 'Pemulung' adalah salah satu aksi kecil yang tidak buruk untuk menyelamatkan bumi dari ancaman keberingasan fenomena trend. Bahkan, menjadi penebar senyum bodoh, sangat mulia, sambil terus mengingatkan akan sesama, tiga prinsip konservasi ini;

  •        Jangan ambil sesuatu kecuali foto.
  •         Jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak.
  •      Jangan bunuh sesuatu kecuali waktu.

-
Dari sejak sebelum fenomena trendMy Trip, My Adventure”, juga tidak ada larangan untuk menikmati dan mengujungi surga-surga titipan Tuhan didunia ini. Namun sebenarnya tiga prinsip yang mulai disepelekan tersebut, mengajari dan mengingatkan para hamba Tuhan, akan tugas menjaga bumi yang seharusnya bersifat titipan untuk cucunya kelak.

#024_Mountaineer

Nov 21, 2015

SEMALAM KU BERPIKIR: ADA JALAN TANPA UJUNG DI INDONESIA

November 21, 2015
Sial!!! Kuat dugaan nyamuk-nyamuk yang tinggal dirumahku tanpa ku pungut biaya, sadar kalau aku anak yang jarang pulang dan tidur dirumah. Itu terbukti dengan serangan mereka yang tak pernah lelah menghujam kulit ini yang memang sok eksotis kata cewek-cewek manis yang pernah aku jumpai. Ya, memang aku jarang pulang kerumah sejak kuliah, walau hanya untuk singgah tengok kamar ku yang tak berpenghuni lagi. Namun, juga bukan sungguh kebetulan kehadiran ku dirumah malam ini . Ibunda tercinta ku sedang dilanda sakit. Jadi aku wajib dirumah, walaupun cuma untuk dilihat wajah sengok ku oleh ibu. Setidaknya, walau tak pernah aku ungkapkan. Saat-saat seperti ini ada yang sadar bahwa; Aku anak yang benar cinta keluarga”

Duduk sendiri dikamar bagai ayam mengeram tanpa tahu kapan akan pecah itu telur. Sesekali juga ke dapur-kamar mandi dan kembali kekamar. Itu aktivitas yang menguasai ku malam ini. Tak bisa di elak rasa suntuk mengambil alih pikiran ini.

Dalam suntuk gundah merana, Ku hidupkan laptop kerja kakak ku, ku cari file MP3 dan ku hidupkan secara random di Winamp-nya. Setelah beberapa lagu berjalan, mata mulai merasa  berat bagai diberi beban. Perlahan tertutup hingga hampir saja kesadaran hilang hanya karena lagu. Tetiba sebuah nyanyian dari (Bang) Iwan fals yang tak pernah aku tahu judulnya, mendayu manja kasar menghantam imajinasi ku yang hampir terbius tidur.

Dari gunung ke gunung
Menembus kabut lembah dan jurang
Melewati hutan pinus, melewati
jalan setapak
Mendengar gesekan daun dan
burung-burung
Menikmati aroma tanah dan
segarnya udara
Jauh dari kebingungan sehari-hari
Aku dapat lepas teriak
Aku dapat bebas bergerak
Lirik dan khas suara Iwan Fals rasanya telah meniadakan rasa kantuk, dan kemudian menghadirkan khayal dan lamunan nostalgia perjalanan hidup beberapa tahun silam hingga malam tadi. Tak ku tahu Jarum jam sudah menunjuk arah berapa, juga tak ada hasrat untuk melongo keluar melihat seberapa tinggi bulan sudah berjalan atau bahkan seberapa gelap malam tanpa ditemani bulan. Lagu yang sedang dinyanyikan sang (Abang) Iwan Fals, benar-benar membenamkan lamunanku kedasarnya, hingga tertulis sebuah lamunan yang ku juduli ADA JALAN TANPA UJUNG DI INDONESIA.

Indoensia Kaya

Berawal dari bergabung dalam Organisasi Pecinta Alam dikampus, aku mulai cinta pada hobi; menjelajah, mendaki gunung, tidur di hutan dan menunggu matahari diketinggian bumi hingga cinta pada Negeri. Beberapa gunung di Aceh sudah pernah aku rasa dinginnya cuaca, kelamnya hutan bahkan hingga liarnya alam ciptaan Tuhan. Serasa bangga menjadi seseorang yang jatuh cinta pada hobi. Walaupun hobi ini yang seberapa orang menganggap menjadikan aku seperti sekarang ini, tanpa gelar sarjana. Bahkan mereka dari seberapa itu berani memberi wejangan-nasehat yang membuat ku sering tersenyum kecil untuk aku tanggapi.

Ya, hobi yang hanya dilihat sebagai kesalahan dan sekedar hobi. Jarang ada yang berpendapat “hobi akan menjadi kenikmatan hidup yang sederhana”. Tak pernah ada yang mengorek “apa tujuan hidupnya dan hidup orang disekelilingnya” yang mereka pikir hanya “jalan hidup yang dijalankannya juga jalan bagi mereka lainnya”. Tak ada yang memprioritas kenyamanan diatas kesenangan. Satu kalimat yang ku bijakkan untuk kamu yang masih mencoba menasehati ku untuk hal itu juga untuk kalian yang “stuck” punya pikiran seperti itu; “Senang didunia tanpa kenyamanan adalah keputusasaan hidup yang kau topengi dengan kebahagiaan palsu.” Beuh!!! Serasa motivator akunya.

Kembali kedasar lamunan aku. Seusia mimpi yang telah aku cantumkan sebagai pilihan jalan hidup, banyak yang belum  terealisasi. Mungkin satu alasan bagi orang disekeliling mencemooh bahkan menganggap diluar kemampuan ku. Dalam do’a, tak pernah kutanyakan pada Tuhan, “kapan impian-impian ini membungkam keraguan yang diciptakan”? yang aku lakukan adalah berpikir dan berusaha untuk menemukan jalan baik menuju mimpi ini.

Aku sebagai pribumi, pantas menyapa setiap pelosok Negeri ini. Setidaknya, ada jengkalan tanah yang mengenal kala aku dikubur nantinya. Hobi adalah mainan kesenangan, tapi aku telah merubahnya menjadi sebuah jalan hidup liar yang nyaman. Menelusuri dan mendokumentasi perjalanan mengenal Gunung, Hutan, Sungai, Laut sebagai ciptaan Tuhan yang Esa dan juga Budaya warisan moyang akan menghidupkan hobi dan hidup ini sendiri. Hobi bukanlah sekedar hobi, hobi adalah kehidupan. Dari segalanya yang telah menjadi pengalaman. Banyak hal yang belum tercapai. Banyak tirai indah anugerah Tuhan di Indonesia yang belum tersibak. Itu sesuai dengan sebuah tulisan mimpi yang kujuduli dengan IndonesiaBisa Terlihat Lebih Kecil Dari Sebenarnya Ketika Mimpi Ini Terjawab. Karena sungguh, Indonesia punya jalan tak berujung, dari Sabang Sampai Merauke, tak ada awal tak berujung, yang ada hanya terus tersambung menjadi satu Negeri.
  
Bagi ku, Jalan hidup terlalu sempit hanya sekedar untuk membiayai dan menghidupi jiwa yang menunggu mati. Untuk apa hidup hanya untuk makan dan tidur nyenyak. Dunia terlalu suci untuk dikotori jiwa yang penuh benci dan iri. (Sampai jumpa kelak, dimanapun di Negeri ini)

Nov 16, 2015

Indonesia Bisa Terlihat Lebih Kecil Dari Sebenarnya Ketika Mimpi Ini Terjawab

November 16, 2015

Senin, 16 November 2015-- Aku duduk beralas tempat tidur dengan posisi bersandar punggung ke dinding kamar. Malam ini terlihat lebih gelap dikamar hunian yang memang lebih sepi dari biasanya. Tidak ada lampu yang menyala, tidak ada kopi yang terseduh, tidak ada rokok yang tersulut, tidak ada desiran angin yang berhembus, kecuali suara kipas angin jadul yang punya harga mahal dijamannya, terus meraung berputar berusaha membantu mensterilkan penghuni kamar dari gangguan nyamuk yang belum tentu mengetahui jenis kelaminnya.

Sembari menikmati dendang raung kipas angin, pikiran ku kembali jalan-jalan jauh ke tempat entah berantah. Dan terus coba mencari ruang kesempatan menjejali satu mimpi yang masih konsisten bertahan dalam anganku. Dari keinginan mencicipi, mendokumentasi ragamnya budaya negeri ku yang terus terkikis waktu dan kemudian hilang dari ingatan generasi, juga sekian banyak tempat yang sedang rindu jejak telapak kaki ini, seterusnya setiap inci yang baik dari hentakannya menjadi tulisan sejarah sebagai pertinggal untuk anak cucu kelak. Ada berjuta pesona yang menunggu antrian bertengger dalam catatanku, karena ribuan kosa kata telah dipersiapkan oleh moyangku dulu untuk menceritakan akan alam ciptaan tuhan memang indah jika tidak dirusak oleh hamba-Nya sendiri. Mengukur Indonesia yang bergugus pulau-pulau menjadi lebih kecil dari luas sebenarnya lewat tulisan dari tangan ini sendiri.

Namun untuk mewujudkannya tidak ada keinginan untuk mengemis atau bahkan menggembel untuk bisa meletakkan Indonesia dalam buku saku sendiri. Tenaga, otak, ilmu dan segala kecerdasan yang Tuhan ilhami akan aku gunakan sebagai jembatan impian. Melakukan hal yang benar dengan benar menjadi kepuasan bagi aku, memang bukan waktu yang singkat untuk itu tapi tidak akan ada batas waktu untuk berusaha dan semoga menjadi lebih mulia dari rasa membanggakan.



Itu sedikit jawaban dari pertanyaan “Kenapa tidak kau lakukan sekarang? Kenapa hanya jadi obrolan cita-cita seperti dimasa Sekolah Dasar dulu?” Memang Itu menjadi diantara banyak pertanyaan yang diajukan, dan tidak pernah ada jawaban serius yang harus aku gambarkan langsung pada mereka yang tidak punya mimpi besar atau bahkan untuk bermimpi saja tidak punya keberanian sama sekali. Tidak menjawab bukan untuk menghindar tapi setidaknya akan lebih menjadi rumit, ketika jawaban masih berbanding balik dengan keadaan yang bermimpi.

Semuanya masih teranggap sebagai mimpi tidak waras, setidaknya sampai detik ini. Tidak pernah otak kanan-kiri menolak anggapan itu, kecuali menjadi nyata suatu hari nanti.

Tuhan telah menata jalan menuju impian tersebut sedemikian indah dengan beragam tantangan dan halangan yang mengatur sedikit keraguan bagi yang mau berusaha merealisasi mimpi-mimpi besarnya. Akan tetapi bagi aku keraguan menyatakan mimpi itu sama sekali sudah tertepis sedari malam lalu ketika ledekan sahabat-sahabat tentang Mimpi Sang Pemimpi yang menjadi gelak tawa bagi mereka. Walau mimpi tetaplah keinginan yang belum/tidak terpenuhi. Namun bagi aku “Harapan selalu akan tumbuh dan terus tumbuh bagi jiwa-jiwa yang kuat, teguh dan tegar memperjuangkan impiannya.” Itu jadi salah satu kalimat luar biasa yang selalu membuat keyakinan hati tak pudar untuk menggapai bayang-bayang dalam kondisi apapun. Tidak ada kata tidak mungkin bagi pejuang walau sebagai pejuang mimpinya sendiri.

Jika kalian sama, jangan berhenti disini, apalagi takut bermimpi besar. Tepis rasa ragu, beri ruang untuk hati dan pikiran, yakin akan usaha kalian sendiri. Tuhan maha tahu akan segala kemampuan hamba-Nya. Mimpi dan cita akan kalian gapai sesuai besar dengan kerasnya usaha memperjuangkannya.

Dan tolong ceritakan ini pada anak cucumu nantinya wahai gadis yang tercipta dari igaku. Bahwa aku adalah kakek yang berani bermimpi untuk yakin berusaha merealisasinya. Ingat Sekali lagi, itu Jika kamu adalah gadis yang tercipta dari igaku.



Nov 14, 2015

Tanpa Kamu, Indonesia Akan Terus Kalah Saing Dengan Negara Lain

November 14, 2015
Indonesia terdiri dari banyak pulau, beragam adat dan budaya, kaya akan bahasa serta banyak lagi yang Indonesia punya dan tidak ada di negara lain. Namun pernahkan kita sejenak duduk dan berpikir, Indonesia kalah dan susah bersaing dengan negara-negara lainnya, apa yang salah dari Indonesia? Apakah ini takdir bagi Indonesia? Sudah seharusnya ada sebuah kesalahan yang menyebabkan Indonesia kalah dalam melangkah. Dan kesalahan bukanlah takdir.

Nov 7, 2015

Menjajal Pasir Hingga Mengejar Sunset Di Lampuuk

November 07, 2015
Aceh merupakan Provinsi terbarat Indonesia. Aceh dihiasi dengan wisata alam dari gunung, hutan serta laut dan pantainya yang  penuh pesona. Misalnya Gunung Goh Leumo atau Hutan Seulawah Agam dan Dara, juga Hutan Gunung Leuser, bisa dijadikan pilihan untuk menikmati ranumnya alam Aceh. Namun yang ingin aku ceritakan kali ini adalah pantainya. Aceh punya laut dan pantai yang tidak kalah kerennya dari Raja Ampat. Jika kalian berkesempatan mengunjungi Aceh, Lampuuk (Red: Lampu’uk)adalah Salah satu pantai yang wajib kalian singgahi.

Nov 2, 2015

Mimpi Sang Pemimpi (Part I)

November 02, 2015

( Part Ragu )
--Sabtu, 31 Oktober 2015--. Terduduk lesu dan ku halau pandangan jauh kedepan melewati kaca jendela yang nampak kusam oleh tetesan embun pagi beraduk dengan sisa-sisa debu yang tidak pernah ter-bersihkan.  Suasana gelap terlihat masih menyelimuti pagi. Kepulan asap rokok yang terhembus dari rongga mulutku hilang timbul dalam remangnya kamar, bak keragu-raguanku tekad yang kembali menghinggap pikiran untuk menyatakan impian menjadi sang Traveler .
Adbox