Adbox

Mar 18, 2016

Jangan Mencari Mie Aceh di Aceh

March 18, 2016
MieAceh - Mendengar namanya saja, pasti anda sudah tahu kampung asal-muasal mie yang satu ini. Ya, asal-usulnya adalah dari Aceh. Meskipun Mie khas bumi Serambi Mekkah ini sangat mudah untuk kita jumpai di negeri asalnya, bahkan hampir disetiap warung yang menjual kopi ada Mie Aceh, tapi jangan pernah mencari plang nama warung yang bertuliskan ‘Mie Aceh,’ hanya satu-dua warung yang sengaja memasang plang seperti itu, dan itupun baru beberapa tahun lalu  sejak banyak turis/pelancong yang bertanya dan mencari Mie Aceh. Mie yang satu ini hampir-hampir mirip dengan Spaghetti yang konon berasal dari negara yang ber-ibukota Roma, Namun, warnanya yang kuning dan terbuat dari tepung dengan olahan tanpa bahan pengawet, ditambah ukuran yang lebih besar dari Mie biasanya, makin terlihat kekhas-an nya Mie Aceh tersebut.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id/
Mie Aceh

Bahan dasar yang dipergunakan untuk mengolah Mie Aceh hanya dua, mie kuning dan bumbu. Mengolah Mie Aceh sangat tergantung pada bumbu masaknya, yaitu cabai dengan kualitas bagus, bawang putih, dan juga kemiri, sedikit bawang merah ditambah kacang tanah, semua bahannya digiling halus dengan hasilnya akan berwarna merah.

Biasanya, Mie ini dimasak dalam belanga. Untuk proses masak memasaknya, tumis bawang putih, bawang merah, dan bumbu yang telah dihaluskan sampai beraroma harum, kemudian tambahkan tomat, toge, dan kol. Aduk hingga layu. Masukkan kecap manis, garam, gula pasir, dan cuka. Masak sampai meresap. Kemudian Masukkan mie  setelah menambah sedikit air dan aduk sampai merata hingga bumbunya meresap. Untuk kelengkapannya, menjelang diangkat, taburkan daun bawang. Dan sajikan dengan acar mentimun dan kerupuk Mulieng (emping) agar lebih terasa khas Acehnya. Untuk estimasi waktunya,diperlukan sekitar 2 menit untuk satu porsi Mie Aceh.

Sesuai permintaan selera, ada tiga cara memasak Mie Aceh; Mie rebus, Mie Goreng Basah,dan Mie Goreng. Dari tiga model tersebut, ketiga-tiganya sangat berbeda rasa, namun sama-sama lezat untuk disantap. Mie rebus dengan kuahnya yang melimpah, sedangkan Mie goreng basah dengan sedikit kuah, dan Mie Goreng, yaitu Mie yang benar-benar kering tanpa kuah. Bilapun ada pelanggan dengan selera pedas, bumbunya akan diperbanyak. Sebagai pelengkap, saat dimasak Mie Aceh juga bisa ikut dicampurkan daging, udang bahkan kepiting.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id/


Secara umum Mie ini mempunyai rasa yang sama sedap dan nikmat, jangan heran ketika berbeda rasa saat mencicipi diwarung yang berbeda. Itu tergantung kokinya dan olahan bumbu yang mempunyai resep rahasia masing-masing sebagai rasa khas, bahkan dari kadar air serta pemilihan kualitas tepung saat mengolah Mie kuning sebagai bahan dasar, akan mempengaruhi rasa sesudah Mie itu dimasak.

Mar 17, 2016

Curhat Sore: Merasa Kehilangan dan Hilang dari Rasa

March 17, 2016
Kesibukan yang jarang menghampiri ku, hari ini berhasrat mengajak ku berselancar di dunia maya. Demi keinginan, mesti bumi sedang benar dipanggang oleh teriknya matahari,tidak menyurutkan niat menyibukkan diri didunia internet. Ku tenteng laptop yang sedang nganggur disekretariat Mapala Jabal Everest, meniti jalan protokol kampus dengan jalan kaki, kemudian merehatkan tubuhku disalah satu kantin berfasilitas wifi. Sejenak laptop terhubung ke signal wifi, ku mulai membuka Google yang bagai tuhannya dunia maya, dengan predikat maha segala tahu dan maha segala punya didunianya sendiri.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id
Selang beberapa menit, keterjerumusan dalam dunia maya tersebut yang entah siapa  sang penciptanya, benar-benar tidak bisa aku hindarkan, kuning bola mataku terus menerawang mencari bacaan-bacaan menarik. Dan terus berselancar mencari blog-blog yang nikmat untuk disantap sebagai bacaan, hingga kemudian aku benar-benar terduduk tenang di dua blog yang ditulis oleh  kang Wicak Sono - Ndoro Kakung dan kakak Sarah - Buanadara. Tulisannya benar-benar kembali membangkitkan keseriusan hasrat untuk menulis.

“Ya Allah, berilah aku kedamaian untuk menerima hal yang tidak dapat ku ubah, keberanian untuk mengubah hal yang bisa ku ubah dan kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaan keduanya. Doa yang aku kutip di Blog kak Sarah mengawali yang ingin ku tulis hari ini, tentang Merasa Kehilangan dan Hilang dari Rasa.

Tulisan kali ini seserius mungkin ingin kujuduli seperti yang terbaca diatas. Tentang sedikit gambaran perasaan aku dari akhir tahun lalu hingga saat ini,bahkan keseriusan rasa tersebut sudah terlalu lama terpendam di memori pikiran aku. Layak anda sebagai pembaca tulisan ini menyebutnya sebagai curhatan pribadi lelaki yang tak seberapa manis lagi, namun akhirnya juga punya pacar yang kesekian setelah putus dari (mantan) pacar 5 tahun silam. Tak bisa ku tampik, riang, bahagia terus menyelimuti suasana hati dari beberapa bulan lalu yang terus mendapat perhatian dari gadis tersebut hingga mau menemani hari-hariku untuk saling berbagi ceria. Satu poin dalam dunia cinta aku kali ini, kemudian terus ku berusaha menanamnya  di alam sadar gadis beruntung tersebut; Hanya  rasa pengantar bahagia dan nyaman yang layak disebut sebagai cinta, seterusnya dari itu hanya nafsu yang menyesatkan. Jangan mendekat padaku, kecuali hanya pada cinta ini yang ingin menebar bahagia untuk mu. Ntah itu sisa gombal dalam hidupku atau benar rasa cinta yang mulai matang mengiringi usia yang sudah tidak bisa dianggap lebih muda lagi.

Namun, sama sekali bukan tentang gadis itu atau rasa-rasa lucah cinta yang ingin aku tuang dalam bingkai tulisan ini, tapi tentang rasa kehilangan gaya cara menulis, tentang bagaimana rasa yang hilang diantara tulisan diri sendiri. Tentang rasa percaya diri yang mulai terlihat memudar dalam menyampaikan atau membagi isi pikiran pibadi lewat tulisan-tulisan. Dulu dengan kosa kata yang sangat minim, dan rasa ingin tahu yang besar dari segala bacaan, mampu ku hasilkan tulisan ringan sederhana, semisal Paksaan Batin Sang Penulis, MasihSebatas Khayalan, Imajinasi Dalam Rasa.

Tidak aku pungkiri, beberapa bulan silam sejak laptop mungil hadiah dari kakak tercinta rusak, produktifitas pribadi dalam tulis menulis mulai menurun. Banyak alasan sepele yang memanjakan diri menjadi penghalang mengembangkan ide-ide untuk dituang dalam tulisan, mulai dari tidak ada media sebagai alat tulis, hingga malas mengunjungi pustaka dan  kemudian kekurangan bacaan tanpa membuka laptop untuk berselancar di dunia maya mencari bacaan-bacaan ringan selanjutnya keluar tulisan dokumentasi pribadi. Ya, Hanya beberapa bulan saja, semua perasaan tak terwujud dalam tulisan hilang bagai tak pernah ada.

Secara kebetulan, dua minggu lalu saat ngopi dikota Banda Aceh bersama abang-abang yang baru aku kenal, sempat membahas tentang keinginan dan kebutuhan. Dan dalam gaya bersahaja santai, abang yang dengan jenggot mengkilapnya, dia punya pendapat yang sama tentang hal itu; Memanipulasi keinginan sebagai kebutuhan merupakan hakikat manusia, kecuali dia mengenal dirinya dan Tuhannya dengan baik. Ya, terus termanipulasi hingga manusia sendiri lupa perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Tepat seperti yang aku rasakan beberapa bulan silam, laptop yang awalnya hanya keinginan yang dipenuhi kakak melalui pemberian hadiah, ku tempatkan sebagai kebutuhan didunia tulis menulis yang aku pelajari. Kemudian dari keadaan yang mulai terbolak-balik itu hampir menelantarkan aktifitas tulis menulis sebagai pengisi blog dan media dokumen pribadi ini.

Untuk mengakhiri tulisan ini, aku lagi-lagi mencoba mengutip sebuah paragraph dalam tulisan kak Sarah; ‘Terkadang ada hari-hari dimana segala sesuatu mulai terasa membosankan, dan kejenuhan itu semakin mendekat. Dimulai dengan terbitnya matahari hingga sang surya terbenam, segala aktivitas mulai berjalan rutin dan biasa-biasa saja. Semua begitu datar tanpa adanya variasi.’ Timbang-menimbang ada keinginan untuk menambah sedikit isi paragraph tersebut berdasarkan yang rasa yang hilang dalam diri ini ‘ Keyakinan menjadi penyelaras perasaan yang jenuh dan bosan yang tak harus di usir. Andai kejenuhan seharusnya dibenci, tidak ada kata lagi yang bisa mengungkapkan kedataran hari-hari tanpa variasi yang menjadi terkadang tersebut .’

Mar 16, 2016

Cara Efektif Membangun Wisata Daerah

March 16, 2016
Menipisnya sumber daya alam yang menjadi sandaran utama ekonomi masyarakat dan negara-negara di dunia, membuat sejumlah negara mencari sumber alternatif lainnya yang prospektif. Salah satunya adalah melalui pariwisata. Namun seiring pariwisata semakin menjadi tren positif untuk membangkitkan ekonomi suatu negara, persaingan pun semakin sengit untuk saling promosi memperkenalkan wisatanya untuk dijadikan destinasi oleh para wisatawan. Dengan semakin dikenal dan menjadi pilihan untuk dikunjungi banyak orang, baik lokal maupun manca negara, pendapatan negara dari sektor ini bisa bertambah secara signifikan, roda perekonomian masyarakat terus berputar, tercipta lapangan kerja baru, kesejahteraan masyarakat meningkat dan sejumlah multiplier effect lainnya.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id/

Banyak cara bisa dilakukan untuk promosi membangkitkan bidang pariwisata dimasing-masing daerah, dimulai dengan iklan oleh pemerintah melalui media cetak atau elektronik yang dikemas secara kreatif, baik didalam atau bahkan luar negeri. Namun, secara tidak sadar khusus untuk Indonesia, banyak potensi untuk pariwisata yang masih belum dikenal oleh dunia, bahkan masyarakat kita sendiri. Namun, meski begitu sekarang bukan saatnya untuk kita saling menyalahkan atau menanyakan ‘siapa yang salah?’. Sudah selayaknya kita ikut mengambil andil untuk ikut mempromosikan pariwisata daerah masing-masing.

Saat ini, masyarakat secara umum banyak menghabiskan waktu untuk mengakses internet dibandingkan menghabiskan waktu menonton televisi atau membuka media cetak. Banyak media yang ada di Internet bisa dimanfaatkan untuk mepromosikan pariwisata ke mata dunia, semisal facebook, Twitter, hingga Blogging dan forum-forum lainnya yang ada didunia tersebut bisa dimanfaatkan. Dan ini bisa dijadikan potensi besar untuk mempromosi pariwisata hingga ke sudut-sudut daerah. Selain punya cost yang murah meriah, dunia Internet juga sudah mampu di jangkau oleh hampir seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok negeri sekalipun.


Menurut aku yang awam, menulis merupakan langkah terbaik untuk menarik minat wisatawan, menulis tentang apa saja yang bisa dijadikan potensi pariwisata. Hanya dengan bermodalkan memadukan gambar-gambar side yang akan dijadikan objek pariwisata, sedikit rangkaian kata untuk dijadikan kalimat-kalimat, hingga berbentuk sebuah tulisan, anda sudah menjadi salah seorang yang bisa menyampaikan informasi ke para wisatawan tentang kelayakan daerah anda untuk masuk dalam daftar wisata mereka.

Bukan hanya sekedar tentang wisata alam, namun banyak wisata lain yang bisa dikabarkan kepada dunia, dari kebudayaan, kuliner, bahkan religi sekalipun bisa dijadikan side untuk dikembangkan melalui tulisan hingga membuat para wisatawan tertarik untuk dijadikan destinasi tempat berwisata.
Menulis bukanlah skill yang rumit. Menurut aku pribadi yang awam dalam tulis menulis, kunci untuk bisa menulis adalah membaca. Sering-sering membaca akan membuka wawasan kita, baik dari segi memperbanyak mengenali kata hingga segi pengetahuan  sekalipun.

Tidak butuh lulusan sastra untuk jadi penulis, karena seorang penulis tidak pernah dituntut mesti dari golongan yang punya sarjana atau title, dunia tulis menulis bukanlah soal copy-paste, tapi hanya mau menulis tentang apa yang kita tahu dan kita bagikan kepada khalayak ramai (disini masyarakat dunia maya), kemudian menjadi media informasi yang bisa dimanfaatkan oleh makhluk sekeliling, anda sudah layak dikatakan penulis. Yuk, ikut bangun ekonomi daerah dengan memperkenalkan side pariwisata daerah anda masing-masing melalui tulisan.


Mar 11, 2016

Cara Hidup Sederhana Untuk Bahagia dan Membahagiakan

March 11, 2016



Tulisan ini aku tulis untuk dibaca semua kalangan tanpa perduli tujuan dari membacanya, dengan setitik harapan; ada manfaat yang bisa dijadikan keywords jalan hidup untuk sesiapapun. Tanpa memperhatikan jenjang pendidikan umum dan agama, atau sratifikasi sosial, apalagi letak beda jabatan yang terlukis pada yang merasa punya baju dinas. Setidaknya tahu cara hidup sederhana untuk bahagia dan membahagiakan.

Pikir punya pikir, tulisan ini hanya ingin  menjelaskan akan beberapa tanya yang diarahkan pada cara/jalan hidup aku oleh banyak rekan sekeliling, entah pertanyaan itu timbul dari mereka yang memakai sepatu tersemir dan  memelihara jenggot di usia muda dengan alasan (mengikuti) sunnah Rasulullah S.a.w, juga sekali waktu beberapa dosen ditempat aku sok jadi anak kuliahan, atau para orang tua/kepala keluarga yang tidak begitu rela untuk sekedar tahu anaknya dekat-dekat dengan lelaki semanis aku, hingga ada juga mereka sendiri para gadis dengan bibir yang merekah dibalik jilbab merah jambunya, ragu untuk membagi cintanya pada lelaki mirip (jalan pikir) aku, dengan alasan rasa takut suram akan masa depan.

Kehidupan

aku menulis buah hiu ini bukan juga pembantahan, akan (tuduhan) ketakutan kesuraman masa depan atau apalah kata layak yang semakna dengan  ketakutan kurang bahagia untuk hidup bersama kelak diujung lajang nanti saat menyebut nama aku dan dia (kamu) dengan kata ‘kita.’

Senyum polos dengan sok manis masih terpampang lucu di wajah oriental aku, sampai tulisan sebagai pustaka tulis menulis jalan cerita hidup aku sendiri, melongo didepan mata kamu. Entah, ini rasa ingin pura membuktikan hidup seorang aku hanya ada bahagia tanpa ada duka. Tapi yang jelas, seorang ‘aku’ selalu ingin konsisten membagi senyum sok manis untuk lingkungan sosial sekeliling, tanpa memperjelas status emosi yang selalu berubah bak cuaca.

Dengan segala aktifitas hari berhari akunya yang (memang) dianggap tidak menunjang kemampuan mewarnai dan menghiasi masa depan dengan sekumpulan penghasilan yang bisa menghasilkan kemewahan-kemewahan hidup. Timbul tanda tanya didepan kalimat-kalimat mereka tentang “kapan selesai kuliah? Kapan cari kerja? Kapan mampu berkeluarga? Kapan membahagiakan orang tua?” Sekumpulan pertanyaan yang sebenarnya sudah lebih awal dijawab oleh banyak mereka yang duluan menginjak kehidupan dari aku, bahkan dari kamu yang pura lebih tua,  juga sebelum tulisan ini aku tulis dan kamu membacanya para/sang gadis-gadis glamour yang saat ini.

Ya, ngopi setiap hari, mendaki Gunung, kembali dan mendaki lagi, membuat laporan-laporan perjalanan singkat tentang pendakian, hingga menulis unsur-unsur buah-buah hiu menjadi aktivitas yang menbahagiakan batin aku sampai hari ini. Sekonyongnya, kalian coba berfikir bahwa aktifitas yang aku geluti sejak 2009 dan pelan berkembang menjadi kebiasaan, bahkan ku arahkan menjadi kehidupan adalah hal yang sia-sia, buang-buang waktu.  Namun sejujurnya aku tidak merasa seperti yang fikir kalian tuduhkan ke aku. Menurut sehat jiwa raganya aku, Kenyamanan, kebahagiaan, dan suram atau tidak masa depan itu bisa dirasa berbeda dari tiap batok kepala. Logika zaman mata pelajaran Sekolah Menengah Pertama dulu; Rambut sama hitam,namun pikiran berbeda-beda.

Kebahagiaan tidak selalu di ukur dari materi, meskipun sewajarnya materi itu perlu untuk menjalankan roda hidup dizaman yang sudah tidak sebut purba lagi. Dan untuk mendapatkan materi juga tidak semua dengan jalan yang sama,bahkan memang tidak boleh sama. Untuk ibu/bapak yang punya anak gadis, jangan takut jika harus menitip masa depan anaknya pada manusia-manusia yang berjalan pikir mirip-mirip aku, atau malah gadis-gadis manis yang sedang membaca tulisan ini, jangan ragu untuk berbagi kisah-kasih merajut jalan hidup bersama lelaki berpola pikir layaknya aku. Jangan terbeban untuk hidup dalam kelaparan, Tuhan  selalu mengasihi dan melimpahkan rezeki untuk umat-NYA sesuai kapasitas kebutuhan, selama usaha dan doa selalu dibarengi dalam mencari Rahmat-NYA.

Dengan rasa percaya diri yang tidak berlebihan, aku berani mengungkapkann, orang-orang seperti 'kami', adalah orang yang selalu punya mimpi sederhana dalam hidup, dan selalu punya cara untuk berusaha mewujudkan mimpi berkapasitas lebih besar dari yang diharapkan. Aktifitas yang kebanyakan orang menganggap hal sepele, bagi kami menjadi ruang berjalan untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga, dan itu sudah terbukti. Sebagai testimoni untuk meyakinkan, sampai hari ini, tidak ada (aku belum pernah mendengar tentang itu) pendaki atau penulis yang kehidupannya tidak hidup, meski tidak kaya. Bahkan, hidup kami paling tidak sampai saat ini, masih sangat kreatif untuk menghidupkan kehidupan. Juga berbicara tanpa title sarjana atau tidak pernah merasa lulus kuliah, pun sampai saat ini belum terbukti jika memiliki sarjana mampu meningkatkan taraf  hidup untuk lebih baik. Masih banyak sarjana bahkan pasca sarjana diluar sana yang berkeliaran jadi pengangguran, bahkan jangan ragu untuk melihat berapa banyak ijazah-ijazah yang sudah diphoto copi mereka untuk melamar kerja, namun tetap bertahan jadi pengangguran.

Untuk berpikir ijazah adalah akhir segalanya untuk bisa hidup makmur, aku berani menjamin itu pola pikir yang salah. Berapa banyak dari kami telah menjadi orang baik dan makmur bahagia hidupnya tanpa ijazah. Dengan hobi, mampu membuat taraf hidup kami lebih baik. Mendaki, mengunjungi tempat-tempat yang tidak dijumpai banyak manusia, kemudian kami tulis dan kabarkan; ada keindahan yang Tuhan titipkan di Negeri mu. Sadarkah, yang seperti kami menjadi orang paling beruntung, kami mampu menikmati hidup yang Tuhan anugerahkan, seterusnya bersyukur.

Pelajarilah cara hidup kami, senyum kami bukan karena tanpa duka, tapi mampu mensyukuri segala yang Tuhan kehendak atas kami, jadi alasan yang kuat untuk kami terus tersenyum menjalankan hidup. Hidup kami bukan tanpa keluhan, tapi percaya Tuhan selalu menempatkan umat-NYA sesuai letak kodratnya, menjadi semangat usaha kami tidak putus dan terhenti asa. Usaha, doa, hasil, syukur adalah kesederhanaan hidup.

Mar 6, 2016

8 Sifat Pecinta Alam Sebagai Referensi Layak Dijadikan Pasangan Hidup

March 06, 2016
Berbahagialah, jika kamu adalah salah satu yang menjadi pasangan dari anak Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam), banyak alasan yang bisa kita jadikan alasan untuk berbahagia sebagai pasangan dari Para Mahasiswa Pecinta Alam. Biarpun, menjadi pasangan dari Para Pecinta Alam sering ditinggal untuk naik gunung, arung jeram ataupun susur gua. Tapi dibalik semua aktivitas itu, banyak sifat dari mereka para Pecinta Alam yang jarang di miliki orang lain. Berikut, beberapa sifat mereka diantaranya yang harus kalian ketahui:

1.       Selalu Punya Target
Dalam melakukan aktivitasnya di alam liar, para Pecinta Alam selalu menentukan target, baik itu dalam hal sederhana, maupun yang sangat penting sekalipun.  Dalam dunia Pecinta Alam diajarkan “Rencanakan sebelum melakukan, dan lakukan sesuai perencanaan.” Dari kalimat itu, jelas mereka beraktivitas secara teratur dan punya komitmen hingga sampai pada target yang telah di rencanakan.
Dan mereka para pelaku aktivitas di alam liar (disini: Pecinta Alam) akan selalu berusaha untuk sampai pada target-target itu, semaksimal mungkin. Nah, kalian para gadis dan perjaka, masih ragu untuk menjalin atau bahkan menjadi pasangan dari para Pecinta Alam yang selalu punya target dalam berkomitmen?

2.       Sifat Rendah hati
Beberapa orang mengatakan para Pecinta Alam itu orang-orang berkarakter sombong. Dalam tulisan ini, aku tidak mencoba membantah pendapat itu. Hanya ingin sedikit menjelaskan dan mencerahkan fenomena yang mengatakan para Pecinta Alam itu sombong.

Sebenarnya, Pecinta Alam itu manusia yang selalu dituntut untuk rendah hati. Contoh kecil, mana kala mereka beraktivitas dialam liar, jika mereka sombong, bisa jadi di dalam aktivitasnya mereka akan ditimpa hal-hal yang buruk, dari sifat kecongkakan mereka yang akan berefek pada kenekatan yang diberani-beranikan tanpa pengetahuan.

Pecinta Alam juga selalu diajarkan menyelamatkan orang disekeliling mereka setelah menyelamatkan diri sendiri mereka. Mereka bukanlah manusia tega-tegaan membiarkan orang disekeliling mereka dalam sekarat.

Atau mereka akan dipandang sinis dan bengis oleh penghuni tempat mereka beraktivtas. Namun, sampai sekarang, para pecinta alam selalu bisa beraktivitas dengan baik dan sopan dan disambut dengan ramah oleh penduduk tempat mereka beraktivitas. Selain itu ketika mereka berada di gunung, hutan atau di sungai ataupun dalam perut bumi (Goa), maka mereka akan menyadari betapa kecilnya mereka, betapa tidak ada apa- apanya mereka dibandingkan dengan segala sesuatu yang diciptakan Tuhan yang ada disekitar gunung. Dan merekapun adalah sebagian kecil ciptaan-Nya. Tidak ada alasan untuk mereka “pongah.”

3.       Bersemangat juang yang luar biasa
Siapa yang tidak bahagia ketika punya pasangan bersemangat juang luar biasa?
Para pecinta Alam punya itu lho. Mereka harus berjuang keras untuk mampu bermain di air mengarungi jeram, atau harus berlelah ria mencapai puncak-puncak gunung, ataupun mereka harus berjuang kuat untuk mampu menepi di tebing-tebing cadas. Demi sebuah hobi saja mereka harus berjuang biarpun lelah, apalagi untuk mendapatkan kamu yang mereka cintai. Cinta memang butuh perjuangan. Dan Pecinta alam punya itu.

4.       Romantis
Siapa duga, dibalik kasar kulit mereka, para pecinta alam adalah sosok yang romantis. Lazimnya, Pecinta Alam akan suka menulis, menulis apapun yang mereka dapatkan dari hobi mereka. Baik cerita di gunung, di jeram ataupun pengalaman di Gua. Dan kebanyakan penulis adalah orang-orang yang romantis dan punya sejuta kata untuk mengungkapkan perasaan cinta kepada pasangan nya.

5.       Mengerti Manajemen
Ini yang jarang dimengerti setiap person manusia bahkan cenderung diabaikan dalam hidup. Sebenarnya, manajemen sangat dibutuhkan dalam hal apapun. Dan sosok Pecinta Alam punya pengetahuan tentang Manajemen biarpun bukan lulusan manajemen. Sosok Pecinta Alam yang beraktivitas dialam liar, dituntut untuk mampu meng-estimasi waktu, jarak tempuh, demi persiapan beraktivitas, baik itu untuk keperluan menyiapkan bekal perut, atau perlengkapan yang dibutuhkan dalam aktivitasnya.

Dimana ruginya, jika anda adalah salah seorang pasangan dari Pecinta Alam? Hidup anda akan selalu teratur dan tertata dengan pengetahuan manajemen dari pasangan anda sendiri.

6.       Punya Semangat Untuk Mengalahkan Diri Sendiri
Sebenarnya musuh terbesar kita itu apa? Pertanyaan ini sering sekali muncul, jawabannya ya diri kita sendiri. Para Pecinta Alam haruslah mampu mengalahkan diri mereka sendiri untuk bisa mencapai target yang mereka tentukan. Dalam aktivitasnya para Pecinta Alam akan berusaha untuk mengalahkan diri sendiri, baik rasa lapar yang mereka rasakan dialam liar, hawa dingin yang merasuki tubuh mereka, rasa lelah dari aktivita mereka sendiri. Mereka akan terus berusaha mengalahkan ego yang timbul dalam diri mereka masing – masing.

7.       Mampu Menerima Apa Adanya
Seorang yang beraktivitas dialam liar, akan berjumpa dengan ragam karakteristik orang. Tanpa syarat tertentu mereka akan selalu menerima orang-orang disekeliling mereka untuk hidup berdampingan. Mereka selalu belajar memahami satu sama lain, baik secara tim atau bahkan orang dari luar tim mereka sendiri. Mereka selalu menerima kekurangan dan kelebihan seseorang mereka dengan apa adanya sebagai bagian kekuatan dalam tim.

8.       Pecinta Alam Sosok Yang Mandiri
Sifat mandiri, wajib ada ditubuh Pecinta Alam. Mereka dituntut untuk mampu menyelamat diri sendiri di alam liar, tanpa menunggu atau berharap pasrah untuk ditolong oleh orang lain. Mereka adalah sosok pribadi yang mandiri.

8 Sifat Yang Dimiliki Pecinta Alam Sebagai Referensi Dijadikan Pasangan Hidup

Itu beberapa sifat yang dimiliki Pecinta alam, Masih ragu punya pasangan Pecinta Alam dengan segala sifat yang dimiliki mereka?


Mar 5, 2016

Tiga Cara Pertolongan Bagi Korban Keracunan Sianida

March 05, 2016
Mendadak tetiba, Indonesia gempar dengan Sianida. Berawal dari kasus kematian seorang perempuan saat minum kopi. Tebak menebak hingga proses identifikasi selesai, disimpulkan bahwa, perempuan naas itu meninggal karena diracun dengan Sianida melalui kopi yang diminumnya. Hingga hari ini, kasus yang melibatkan antara wanita dan wanita tersebut masih bergulir secara mata hukum Indonesia.
Nah, kali ini kita coba mengenal Sianida lebih dekat dan pertolongan bagi korban keracunan sianida tersebut.


Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung gugus siano C ≡ N, dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen. Pada sianida anorganik, seperti natrium sianida dan kalium sianida, gugus CN ada sebagai ion sianida poliatomik yang bermuatan negatif (CN−); senyawa ini, yang merupakan garam dari asam sianida, adalah senyawa yang sangat beracun. Ion sianida bersifat isoelektronik dengan karbon monoksida dan nitrogen molekuler.

gubukpenulis.blogspot.com

Sodium sianida (NaCN), atau kerap disebut juga potasium sianida,banyak digunakan untuk menangkap ikan hias bagi akuarium air laut, membersihkan tambak sebelum menyebar kan bibit baru, melebur emas, dan menyepuh logam.

Sianida adalah racun yang mematikan jika masuk ke dalam tubuh manusia, sehingga harus disimpan secara baik dan hati-hati, jauh dari jangkauan anak-anak. Setelah menyentuh sianida, tangan harus segera dibilas hingga betul-betul bersih. Gas sianida (cyanogen (CN)2) bahkan lebih mematikan, jadi benar-benar tidak boleh terhirup sama sekali. Demikian pula, jangan hirup udara dari dalam kantung atau tempat penyimpanan lain yang mengandung debu-debu sianida atau tablet sianida yang basah oleh air laut. Dan saran yang terbaik adalah, sebaiknya hindari sama sekali pemakaian Sianida. Sesuai kata pepatah “lebih baik mencegah dari pada mengobati”

Namun jikapun kita terpaksa menggunakan sianida, kita harus mengenal lebih dulu tentang gejala-gejala  keracunan sianida. Keracunan Sianida mungkin terjadi ketika korban bersentuhan langsung dengan sianida. Gejala yang timbul antara lain; susah bernafas, detak jantung melemah dan tidak teratur, serta wajah dan bibir membiru. Jika bertambah parah, korban akan tidak bisa bernafas sama sekali, dan detak jantung berhenti, yang diikuti kejang-kejang. Nafas penderita keracunan sianida seringkali berbau harum.

Setelah kita sadar tentang gejala keracunan sianida, kita juga mesti sadar tentang pengobatan korban racun sianida. 

Untuk pengobatan. Beritahu segera dokter atau perawat, jika terkena sianida perawatan kepada sikorban harus langsung diberikan. Ada tiga cara pengobatan yang diberikan, yaitu;

1. pemberian infus sodium nitrit 3% dengan dosis sebagai berikut: untuk orang dewasa 10 mL selama 5 menit dan untuk anak-anak 10 mg per kilogram.
2. pemberian infus sodium thiosulfat 25% dengan dosis sebagai berikut: untuk orang dewasa 50 mL selama 10 menit, sedangkan untuk anak-anak 0,7 mg per kilogram.
3. pemberian amyl nitrit dengan cara dihisap. Setiap dua menit sekali, korban harus mengisap amyl nitrit selama 30 detik. Selain itu, berikan bantuan pernafasan menggunakan oksigen atau pernafasan buatan.

Tiga cara pengobatan korban keracunan sianida sebagai pengetahuan aku pribadi, dan rekan-rekan semua. Tulisan ini saya kutip dari Buku Panduan Pelestarian Terumbu Karang dengan judul “Selamatkan Terumbu Karang Indonesia” edisi bahasa Indonesia oleh; Tries B. Razak dan Kartika L.M.A Simatupang, pada halaman 101 dan 102.

Mar 4, 2016

Tentang Sang Soe Hok Gie Untuk Kita Anak Negeri

March 04, 2016
Di era sekarang, dengan segala perkembangan zaman yang mengganggu pertumbuhan kenormalan akal sehat anak muda, hingga menyebabkan perubahan budaya yang drastis bagi generasi, juga anak muda yang sudah terlanjur teracuni hal-hal yang naif. Mulai dari tayangan kekerasan dan juga bermacam kehancuran moral di TV dipertontonkan secara bebas, baik diberbagai media dan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari segala cuaca dunia generasi yang membuat miris itu, timbul pertanyaan “Masih adakah generasi negeri ini yang bermutu dan bisa diteladani oleh generasi selanjutnya?”

Menilik dari pertanyaan yang timbul, sebenarnya Indonesia punya anak muda yang bermutu dan bisa dijadikan role model bagi generasi sekarang. Pemuda bermata sipit yang berketurunan Cina-Indo. Pemuda dengan nama Soe HokGie, akrab dipanggil dengan sebutan Gie. Walau sejak tahun 1969, sehari sebelum ulang tahunnya, dia kembali kepangkuan Tuhan, kepribadian dan hal-hal yang pernah dilakukannya masih sangat relevan untuk dijadikan contoh sampai hari ini. Gie adalah pemuda yang punya otak, nyali, idealis dan juga kisah cinta yang tidak kalah romantis. Beberapa yang diulas dari kisah hidup hidup Gie yang sudah dibukukan hingga dijadikan film.

Soe Hok Gie

1. Semasa Kuliah Gie Mengambil Jurusan dengan Kata Hati dan Tidak Mainstream
Biarpun pendapat anak muda mengatakan: Kedokteran, Teknik, Hukum menjadi pilihan utama dengan alasan mampu memberikan kehidupan yang baik dimasa depan sang mahasiswa, namun dengan pertimbangan sendiri dan mengikuti kata hati, Soe Hok Gie memilih kuliah di Jurusan Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Indonesia.

Kecintaan Gie pada Sastra tidak bisa dipisahkan dari kehidupan keluarganya. Ayahnya, Soe Li Pit juga seorang novelis. Sejak kecil Gie dan kakaknya Arief Budiman banyak menghabiskan waktu untuk membaca di perpustakaan umum. Semasa SMP pun, Gie sudah mulai membaca buku-buku langka, seperti karangan Pramoedya Ananta Toer yang judulnya “Cerita Dari Blora”. Gie kembali konsisten pada Sastra saat masa SMA dengan memilih mengambil Jurusan Sastra, biarpun kakaknya Arief Budiman manekuni Jurusan Ilmu Alam yang lebih bergengsi. 

“Mutiara akan tetap mutiara, dimanapun tempatnya,” sebuah pepatah yang membenarkan kesuksesan bukan pada pihak ramai tapi pada yang konsisten dan sesuai panggilan hati. Kisah Soe Hok Gie bisa jadi satu contoh dari pernyataan kalimat mutiara tersebut.

2. Selalu Menyatakan Keberpihakan
Gie dengan tegas selalu menyatakan keberpihakan dalam setia issue, tidak pernah memilih warna abu-abu tidak jelas dalam hal apapun. Satu contoh sosok Gie yang menyatakan keberpihakan, pernah masa SMP Gie tidak naik kelas karena berani mengungkapkan pendapatnya yang berbeda dengan sang guru. Dihadapkan pada otoritas, Gie tidak menyerah dan memilih pindah sekolah daripada harus membenarkan gurunya yang salah untuk  bisa naik kelas.

Gie juga dikenal sebagai aktivis yang vokal semasa kuliahnya. Gie menentang upaya hegemoni Orde Lama, dia menggalakkkan forum-forum diskusi dan klub film di Universitas Indonesia. Gie juga seorang penulis yang kritis di surat kabar beraliran kiri. Dari keberaniannya menyatakan keberpihakan, Gie jadi salah satu aktivis yang paling dicari pada masa pemerintahan saat itu, Soekarno. Biar pun Gie dicap sosok yang terlalu berani melawan penguasa, hingga ibu dan kakaknya pun tidak mengerti jalan pikir Gie, yang harus setegas itu menyatakan sikap yang berseberangan dengan pemerintah dimasanya. Bahkan beberapa rekannya mulai menjauh, karena takut dianggap sama vokalnya seperti Gie.

Bagi Soe Hok Gie, menyatakan keberpihakan adalah bentuk kebebasan hakiki dari penjajahan, dan Gie tidak merasa gentar menunjukkan sikapnya itu. Dalam hidup, seseorang memang harus memilih, atau tidak akan menjadi apa-apa, kecuali penjilat yang pengecut  selalu bersikap abu-abu dengan alasan netral.

3. Mencintai Negaranya dengan Mengenal Setiap Jengkal Tanahnya.
Tidak ada kecintaan yang timbul tanpa pernah menyentuhnya, sekedar Kata-kata mutiara tentang cinta tanah air, adalah omongan belaka baginya.

Menurut Gie; “Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan - slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.” Soe Hok Gie merupakan sosok dibalik berdirinya Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Indonesia. Salah satu kegiatan utama Mapala UI adalah naik gunung. 

Pada masa itu, belum ada track yang jelas bagi para pendaki. Setiap pendakian yang dilakukan harus berjuang keras membuka jalur untuk dijadikan track dengan menebas dan memotong semak belukar. Belum ada Cariel yang seringan sekarang dimasa itu, bahkan mereka harus berjuang membawa ransel rangka alumunium yang kasar dan berat bekas pengangkut barang tentara.  Webbing, pakaian berlapis polar dan kantung tidur serta alat-alat keselamatan lainnya, belum ada dimasa Soe Hok Gie. Naik gunung dimasa Gie, ibarat berperang.

Jauh berbeda dengan yang kita lakukan sekarang, naik gunung hanya sekedar buat foto-foto, bahkan lebih miris hanya untuk menulis dan membuang sampah dipuncak-puncaknya demi popularitas di medsos.

Mungkin diantara kita, ada yang mengaku sudah keliling Eropa, tapi sungguh memalukan, ketika tanah sendiri kita tidak pernah kenal. Ini bukan tentang sebesar apa uang kita habiskan, sebesar mana pengetahuan dan mengenal negara kita sendiri.

4. Menikmati Patah Hati dengan Elegan
Biarpun kesan garang terlukis di sosok Gie yang sebagai seorang aktivis dengan lantang menyuarakan kepentingan umum, ternyata Gie punya sosok romantis yang relevan dengan jurusan sastranya. Siapa duga, Gie adalah sang penyair yang romantis, bukan hanya sekedar pandai menulis opini, namun juga mampu merangkai kata menjadi kalimat yang puitis.

Tidak semua perasaan harus diungkapnkan ke publik, seperti Gie yang memilih menyimpan rasa yang paling privat itu untuk diri sendiri, itu terlihat dari sajak yang ditulisnya; “Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.” Bagi Gie, pernah merasakan cinta yang tulus sudah cukup, bukan berarti harus mendapatkan balasan dari rasa yang seharusnya didapatkannya. Gie dengan gentle dan tidak mewek dihadapinya masa-masa saat seperti itu.

Di puisi lainnya Soe Hok Gie menulis “...kita tak pernah menanamkan apa - apa, kita tak ‘kan pernah kehilangan apa – apa.” Berat dugaan, puisi tersebut Gie tulis pasca Gie merasa bingung bagaimana dia harus mengungkapkan perasaannya pada Ker (Kartini Sjarir), sahabat Gie sendiri. Meski Gie dikenal sosok yang memiliki banyak teman dekat wanita, namun hanya Ker lah yang membuat Gie bimbang. Dan akhirnya, dari kebingungannya Gie tidak pernah mengungkapkan perasaannya pada Ker. Justru, Sjahrir atau Ciil sang sahabat Gie sendiri menikah dengan Ker.

5. Mati Terhormat
Dalam bukunya “Catatan Seorang Demonstran, ” Soe Hok Gie sepakat dengan pendapat seorang filsuf Yunani nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan tersial adalah umur tua,” dan entah apa hubungannya dengan kematian dramatis Soe Hok Gie di Gunung Semeru, namun semasa hidupnya memang dikenal ingin mati muda.

Tepat sehari sebelum merayakan ulang tahunnya sendiri ke 27, di Puncak tertinggi Pulau Jawa, Gie meninggal dunia saat mencoba menggapai puncak Mahameru bersama sahabatnya. 

Ada yang mengatakan bahwa Gie meninggal karena menghirup gas beracun dari kawah Jonggring Saloka, Semeru. Ada pula yang berpendapat bahwa kematian Gie memang telah direncanakan. Agar ia tak lagi merecoki pemerintahan Soekarno dengan kritik pedasnya. Tapi dari semua issue yang beredar, kematian Gie hingga saat ini belum bisa ditentukan secara pasti penyebabnya.

Soe Hok Gie memang telah pergi, namun semangat dan perjuangannya mengenal negaranya masih jadi bukti, bahwa dibalik carut marut negeri ini, pernah lahir seorang pemuda yang memperjuangkan keyakinan dan mimpi dengan pasti.
Adbox