Adbox

Mar 30, 2016

Memaknai Kembali Cinta

March 30, 2016


“Kita bisa menyembuhkan penyakit-penyakit fisik dengan obat-obatan tapi satu-satunya penyembuhan bagi rasa kesepian, hilang harapan, rasa tak berdaya adalah cinta”
“Mother Teresa”

Banyak orang salah dalam mengartikan dan meletakkan rasa cinta di era modern ini, hingga cinta dianggap menjadi obrolan dewasa yang tak layak. Fenomena saat sekarang manusia cenderung memandang cinta dengan nafsu syahwat, dengan seks. Akhirnya cinta dimaknai dengan pacaran dan pernikahan dan kebutuhan biologis semata. Bahkan kadang saat pria mengatakan kepada teman pria-nya “aku mencintaimu,” akan dianggap homoseks atau gay. Padahal Cinta seharusnya rasa yang mulia yang Tuhan anugerah kepada hamba-Nya, kenapa harus hinakan dengan seks, meskipun seks bukanlah hal yang hina. Namun ditilik dari perilaku seks manusia di abad ini, perilakunya melebihi dari hewan.

Melalui tulisan ini, akan kita coba bicarakan tentang Memaknai Kembali Cinta yang sebenarnya. Cinta semestinya rasa yang indah dalam hidup, cinta menjadi semangat untuk bertahan hidup disaat merasa dalam kesusahan hidup dan derita hidup, bahkan seseorang terbentuk karakter dan perilakunya oleh apa yang dicintainya. Terlalu sempit pandangan tentang cinta jika hanya sekedar menganggap ekspresi cinta untuk memiliki, pacaran, pernikahan, seks. Karena cinta merupakan sisi sosial natural yang ada pada manusia, dengan cinta berjuta-juta manusia bisa saling hidup berdampingan di alam semesta ini. Cinta melahirkan rasa ingin berbagi terhadap sesama dan makhluk lainnya, hingga tercipta keseimbangan hidup yang tertata di muka bumi.

Memaknai Kembali CintaSebuah ungkapan dalam buku “(Untuk) 13+ Remaja Juga Bisa Bahagia Sukses Mandiri” yang ditulis oleh Alwi Alatas, menjelaskan; Tugas membuat kita melakukan sesuatu dengan baik, tetapi cinta membuat kita melakukan sesuatu dengan indah. Ya, sebenarnya cinta mampu mendorong seseorang untuk menghasilkan kreatifitas dan karya terbaiknya pada apa yang dicintainya. Berapa banyak tulisan, puisi romantis, sajak indah, yang telah dihasilkan oleh para penyair yang mencintai dunia tulis-menulis dan sastra, berapa banyak orang yang menanam pohon tanpa pamrih untuk kehidupan di muka bumi dari kecintaannya pada lingkungan, berapa banyak lukisan tercipta hanya karena rasa cinta pada dunia seni. Secara tidak langsung itu telah membuktikan Cinta bukan sekedar hubungan lawan jenis dan kebutuhan biologis.

Dilihat dari sisi agama pun, cinta merupakan hal yang penting untuk menjemput kebahagiaan spiritual manusia, bahkan semua agama mempercayai dan menghargai cinta. Dengan kasih sayang cinta Tuhan semua umat agama meyakini akan membawanya ke Surga kelak, yang telah di janjikan dalam semua kitab suci agama.

Buka kembali ruang renung dalam benak anda masing-masing, tentang sikap, perilaku, dan perasaan yang tulus yang pernah anda perbuat  terhadap sesama manusia hingga makhluk hidup lainnya dengan senang, ikhlas, tanpa mengharap imbalan apapun. Bukankah itu reaksi pada dasar kecintaan anda? Tanpa cinta, ketulusan-ketulusan tidak akan hadir pada manusia yang menjadi makhluk tersempurna dari segala makhluk.

Bagaimanapun, cinta memang bukanlah seks dan tidak bisa disamakan dengan seks, jika pun benar seks merupakan bagian dari ekspresi cinta, namun itu bukan maha ekspresi dari cinta. Cinta adalah rasa kasih sayang yang dimiliki seseorang terhadap sesama manusia, sesama makhluk.  Seperti kata Robert Heinlein “Cinta merupakan suatu kondisi ketika kebahagiaan orang lain menjadi penting bagi anda.” Cinta bukan tuntutan, dan tidak menuntut apapun sebelumnya, dan jika pun ada imbalan  dari cinta setelah itu, maka itu adalah buah dari cinta yang merupakan konsekuensi dari cinta yang tulus.


Pahamilah kembali cinta dengan baik dan benar, cinta tidak tentang keinginan, bukan tentang nafsu, tapi cinta ketulusan berbuat/berniat/prasangka baik terhadap Tuhan, diri sendiri, orang lain, dan alam sekitar kita. Cinta mendatangkan kedamaian yang sangat bertolak belakang dengan lawan katanya dalam kamus bahasa ‘benci’ yang mendatangkan mala petaka untuk kehidupan. Berbicara cinta adalah berbicara bahagia,nyaman, aman, tenteram, selain itu bukanlah cinta. Hingga akhirnya kata cinta merupakan sebuah ungkapan rasa yang indah dan tidak pernah bosan untuk didengarkan, walaupun terkadang diungkap dalam keadaan berlebihan. Dan cinta membuat sesuatunya menjadi lebih menarik dan berkesan. Tebarkanlah cinta yang sebenarnya cinta. 

Mar 25, 2016

3 Side Wisata Di Nanggroe Pidie, Aceh

March 25, 2016
Pidie merupakan salah satu kabupaten yang ada di Aceh, Indonesia. Letak pusat pemerintahan kabupatennya berada di Kota Sigli. Tuhan telah menganugerahkan banyak hal disini, mulai dari tokoh-tokoh yang lahir di tanah tersebut, seperti Daud Beureueh sang Gubernur Militer Aceh, Teuku Muhammad Hasan, Ibrahim Hasan, Hasballah M.saad, Hasan Tiro, Sanusi Juned, Ibrahim Risyad. Bukan cuma sekedar tokoh-tokoh besar yang lahir di Pidie, namun secara letak Geografisnya, Pidie juga diilhami panorama alamnya yang menakjubkan dan sangat istimewa.

http://gubukpenulis.blogspot.co.idJika anda seorang Traveler, Pidie layak masuk kedalam list traveling anda. Selain banyak sejarah yang bisa di ulik langsung dari masyarakat, wisatanya juga tidak bisa dianggap enteng. Melalui tulisan kali ini, aku ingin membagi 3 side yang bisa anda jadikan destinasi wisata alam di Nanggroe Pidie.


1. Lingkok Kuwieng
Sungai berdindingkan bebatuan yang bentuknya bagai terpahat atau kadang tersusun bagai batu yang sedemikan rupa rapinya, menjadi daya tarik tersendiri side yang satu ini. Lingkok Kuwieng begitu sebutannya, atau masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Uruek Meuh. Lingkok Kuwieng tepat berada di desa Pulo Hagu, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, dengan jarak sekitar 12 KM dari Kota Sigli.
Jika anda berminat ke Lingkok Kuwieng, tidak akan sulit untuk mendapatkan Informasinya. Lingkok Kuwieng sempat menjadi buah bibir masyarakat Pidie khususnya, hingga kabupaten-kabupaten sekelilingnya, itu akibat keindahannya yang hampir mirip dengan Grand Canyon di utara Arizona, Amerika Serikat. Atau lebih mudahnya, bisa anda menghubungi langsung Mapala Jabal Everest yang berdomisili dikampus Jabal Ghafur Sigli.

2. Guha Tujoh
Guha tujoh atau jika di Indonesiakan namanya Gua Tujuh. Gua yang satu ini sebenarnya sudah dijadikan tempat wisata oleh masyarakat setempat sejak tempo dulu. Mempunyai 7 (Tujuh) Lorong masuk setelah masuk pintu utama menjadi keunikan di side Guha Tujoh ini, juga selain mistisnya yang konon kabarnya, salah satu dari lorong gua tersebut bisa tembus ke Mekkah. Guha Tujoh terletak di Laweung, kecamatan Muara Tiga, kabupaten Pidie. 


3. Wisata Arung Jeram Geumpang
Wisata Arung Jeram merupakan wisata ekstrem yang disukai banyak kalangan. Sensasi yang memacu adrenalin menjadi daya tarik tersendiri. Namun saran aku, jangan mencoba tanpa pendamping yang profesional di bidangnya. Di Pidie, wisata arung jeram bisa anda dapatkan di Sungai Geumpang, Arung jeram di Sungai Geumpang dengan kontur batu alam, termasuk dalam Grade 3+. Pemandangan alam yang masih natural dan arus yang bervariasi mulai dengan tenang sampai dengan kencang benar-benar dapat memacu adrenaline.

Geumpang terletak di Jalan utama Sigli – Meulaboh, sekitar 2 jam jarak tempuh menggunakan kendaraan roda empat. Jika anda tertarik untuk wisata yang satu ini, Anda juga bisa menghubungi rekan-rekan di Mapala Jabal Everest sebagai tuan rumah yang sudah berpengalaman di Sungai yang satu ini.

Nah, ayo ke Naggroe Pidie,Aceh, yang penuh dengan pesona dari alamnya, titipan Tuhan  untuk disyukuri oleh kita hamba-Nya.

Kali ini  hanya 3 side yang aku coba bagikan kepada anda. ditulisan selanjutnya masih banyak side yang bisa dijadikan objek traveling anda, seperti wisata treking ke Gunung Peut Sagoe, hingga wisata Air terjun juga tersedia di Nanggroe Pidie. Sedikit pesan dari penulis; Jaga kelestarian alam dan ramahlah pada lingkungan, kemanapun anda beranjak mengangkat tapak kaki, juga junjung tinggi kearifan lokal dimanapun langit anda junjung.

Mar 21, 2016

Hanya Ada di Aceh: Ampas Kopra Kering (Pliek) yang dijadikan kuliner khas

March 21, 2016
Berbicara tentang kuliner Nusantara, tak ada habisnya, beragam kuliner khas tersebar sampai ke pelosok Nusantara. Ini disebabkan Indonesia merupakan Negara yang luas dipisahkan dengan pulau-pulau. Masih banyak kuliner khas daerah-daerah yang yang belum dikenali banyak orang, hingga bahkan hanya orang-orang tertentu yang bisa meracik kuliner khas tersebut. Namun dengan perlahan dan berkala, aku akan mencoba menulis tentang kuliner khusus daerah Aceh. Sebenarnya Aceh sendiri punya beragam kuliner khas yang mampu menggoyangkan lidah wisatawan dan bahkan bisa membuat para pemburu kuliner ketagihan untuk mencobanya kembali. Sederet makanan khas Aceh yang patut diburu Mulai dari Mie Aceh,Timphan,Kuah Pliek, dan banyak ragam lainnya yang diolah secara khusus hingga punya rasa khas sendiri. Pada postingan tentang kuliner beberapa hari lalu, kita sudah membahas tentang Mie Aceh, yang sempat tertulis dengan judul “Jangan Cari Mie Aceh di Aceh”, namun kali ini kita berbicara tentang kuliner khas Aceh lainya, yaitu; Kuah Pliek.
http://gubukpenulis.blogspot.co.id
Pliek/Ampas Kopra Kering

Secara bahasa, Kuah pliek berasal dari dua suku kata, yaitu; Kuah – kuah dan Pliek - ampas kopra (kelapa) yang diperas minyaknya dengan alat tradisional; dua bilah papan yang dipress dengan baut besar. Setelah menghasilkan minyak, ampas ini tidak buang, melainkan dijemur hingga kering,hasil dari jemuran ampas kelapa tersebut yang sudah kering dan berwarna hitam disebut Pliek.

Kuah khas Aceh yang satu ini, digunakan bermacam sayuran,mulai Nangka muda, Kacang Panjang, Daun dan Buah Melinjo yang muda, Terong Hijau,Kangkung. untuk racikan bumbunya yang digiling/diblender terdiri dari Udang Ebi,Kepala Ikan Asin,Ketumbar,Cabe Rawit,Cabe Merah,Jahe,Kunyit,Kelapa,Sangrai,Merica,Asam Sunti (Belimbing Wuluh yang dikeringkan),Bawang Merah,Bawang Putih dan juga Pliek tentunya sebagai penyedap utama dalam mengolah kuah/gulai ini. sedangkan bumbu yang dirajang Cabe Hijau,Bawang Merah,Serai dan daun Jeruk. Untuk proses memasaknya; Gongseng Pliek dengan api kecil sampai harum baunya, tambahkan 1 gelas panjang air, tunggu sampai mendidih. Sesudah mendidih disaring (buang airnya). Blender/giling Pliek hingga halus,rebus buah Melinjo dan Nangka muda sampai empuk (buang airnya), kemudian potong sayur-sayuran, giling bumbu giling sampai halus dan rajang bumbu rajang ,peras Kelapa kukur sampai mejadi santan encer, seterusnya masukkan kedalam panci sayur-sayuran,bumbu giling,bumbu rajang,udang,garam, Pliek (kecuali Kangkung dan daun Jeruk),aduk- aduk hingga rata. Masukkan air sedikit lalu direbus. Sesudah berasap masukkan santan encer (aduk-aduk).Ketika hampir matang masukkan kangkung dan daun Jeruk, kemudian siap disaji sebagai lauk untuk nasi ataupun bisa disantap tanpa nasi, dijamin rasanya tak akan kecewa.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id
Kuah Pliek
Berangkat dari pemanfaatan Pliek sebagai penyedap utama dalam mengolah gulai/kuah, namun Pliek juga bisa dinikmati  dengan cara; seperti mencampurnya dengan garam, kemudian dinikmati dengan buah Jamblang, bisa juga dijadikan sebagai bumbu untuk rujak colek, atau dengan buah Rumbia (pohon sagu).

Mar 18, 2016

Jangan Mencari Mie Aceh di Aceh

March 18, 2016
MieAceh - Mendengar namanya saja, pasti anda sudah tahu kampung asal-muasal mie yang satu ini. Ya, asal-usulnya adalah dari Aceh. Meskipun Mie khas bumi Serambi Mekkah ini sangat mudah untuk kita jumpai di negeri asalnya, bahkan hampir disetiap warung yang menjual kopi ada Mie Aceh, tapi jangan pernah mencari plang nama warung yang bertuliskan ‘Mie Aceh,’ hanya satu-dua warung yang sengaja memasang plang seperti itu, dan itupun baru beberapa tahun lalu  sejak banyak turis/pelancong yang bertanya dan mencari Mie Aceh. Mie yang satu ini hampir-hampir mirip dengan Spaghetti yang konon berasal dari negara yang ber-ibukota Roma, Namun, warnanya yang kuning dan terbuat dari tepung dengan olahan tanpa bahan pengawet, ditambah ukuran yang lebih besar dari Mie biasanya, makin terlihat kekhas-an nya Mie Aceh tersebut.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id/
Mie Aceh

Bahan dasar yang dipergunakan untuk mengolah Mie Aceh hanya dua, mie kuning dan bumbu. Mengolah Mie Aceh sangat tergantung pada bumbu masaknya, yaitu cabai dengan kualitas bagus, bawang putih, dan juga kemiri, sedikit bawang merah ditambah kacang tanah, semua bahannya digiling halus dengan hasilnya akan berwarna merah.

Biasanya, Mie ini dimasak dalam belanga. Untuk proses masak memasaknya, tumis bawang putih, bawang merah, dan bumbu yang telah dihaluskan sampai beraroma harum, kemudian tambahkan tomat, toge, dan kol. Aduk hingga layu. Masukkan kecap manis, garam, gula pasir, dan cuka. Masak sampai meresap. Kemudian Masukkan mie  setelah menambah sedikit air dan aduk sampai merata hingga bumbunya meresap. Untuk kelengkapannya, menjelang diangkat, taburkan daun bawang. Dan sajikan dengan acar mentimun dan kerupuk Mulieng (emping) agar lebih terasa khas Acehnya. Untuk estimasi waktunya,diperlukan sekitar 2 menit untuk satu porsi Mie Aceh.

Sesuai permintaan selera, ada tiga cara memasak Mie Aceh; Mie rebus, Mie Goreng Basah,dan Mie Goreng. Dari tiga model tersebut, ketiga-tiganya sangat berbeda rasa, namun sama-sama lezat untuk disantap. Mie rebus dengan kuahnya yang melimpah, sedangkan Mie goreng basah dengan sedikit kuah, dan Mie Goreng, yaitu Mie yang benar-benar kering tanpa kuah. Bilapun ada pelanggan dengan selera pedas, bumbunya akan diperbanyak. Sebagai pelengkap, saat dimasak Mie Aceh juga bisa ikut dicampurkan daging, udang bahkan kepiting.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id/


Secara umum Mie ini mempunyai rasa yang sama sedap dan nikmat, jangan heran ketika berbeda rasa saat mencicipi diwarung yang berbeda. Itu tergantung kokinya dan olahan bumbu yang mempunyai resep rahasia masing-masing sebagai rasa khas, bahkan dari kadar air serta pemilihan kualitas tepung saat mengolah Mie kuning sebagai bahan dasar, akan mempengaruhi rasa sesudah Mie itu dimasak.

Mar 17, 2016

Curhat Sore: Merasa Kehilangan dan Hilang dari Rasa

March 17, 2016
Kesibukan yang jarang menghampiri ku, hari ini berhasrat mengajak ku berselancar di dunia maya. Demi keinginan, mesti bumi sedang benar dipanggang oleh teriknya matahari,tidak menyurutkan niat menyibukkan diri didunia internet. Ku tenteng laptop yang sedang nganggur disekretariat Mapala Jabal Everest, meniti jalan protokol kampus dengan jalan kaki, kemudian merehatkan tubuhku disalah satu kantin berfasilitas wifi. Sejenak laptop terhubung ke signal wifi, ku mulai membuka Google yang bagai tuhannya dunia maya, dengan predikat maha segala tahu dan maha segala punya didunianya sendiri.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id
Selang beberapa menit, keterjerumusan dalam dunia maya tersebut yang entah siapa  sang penciptanya, benar-benar tidak bisa aku hindarkan, kuning bola mataku terus menerawang mencari bacaan-bacaan menarik. Dan terus berselancar mencari blog-blog yang nikmat untuk disantap sebagai bacaan, hingga kemudian aku benar-benar terduduk tenang di dua blog yang ditulis oleh  kang Wicak Sono - Ndoro Kakung dan kakak Sarah - Buanadara. Tulisannya benar-benar kembali membangkitkan keseriusan hasrat untuk menulis.

“Ya Allah, berilah aku kedamaian untuk menerima hal yang tidak dapat ku ubah, keberanian untuk mengubah hal yang bisa ku ubah dan kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaan keduanya. Doa yang aku kutip di Blog kak Sarah mengawali yang ingin ku tulis hari ini, tentang Merasa Kehilangan dan Hilang dari Rasa.

Tulisan kali ini seserius mungkin ingin kujuduli seperti yang terbaca diatas. Tentang sedikit gambaran perasaan aku dari akhir tahun lalu hingga saat ini,bahkan keseriusan rasa tersebut sudah terlalu lama terpendam di memori pikiran aku. Layak anda sebagai pembaca tulisan ini menyebutnya sebagai curhatan pribadi lelaki yang tak seberapa manis lagi, namun akhirnya juga punya pacar yang kesekian setelah putus dari (mantan) pacar 5 tahun silam. Tak bisa ku tampik, riang, bahagia terus menyelimuti suasana hati dari beberapa bulan lalu yang terus mendapat perhatian dari gadis tersebut hingga mau menemani hari-hariku untuk saling berbagi ceria. Satu poin dalam dunia cinta aku kali ini, kemudian terus ku berusaha menanamnya  di alam sadar gadis beruntung tersebut; Hanya  rasa pengantar bahagia dan nyaman yang layak disebut sebagai cinta, seterusnya dari itu hanya nafsu yang menyesatkan. Jangan mendekat padaku, kecuali hanya pada cinta ini yang ingin menebar bahagia untuk mu. Ntah itu sisa gombal dalam hidupku atau benar rasa cinta yang mulai matang mengiringi usia yang sudah tidak bisa dianggap lebih muda lagi.

Namun, sama sekali bukan tentang gadis itu atau rasa-rasa lucah cinta yang ingin aku tuang dalam bingkai tulisan ini, tapi tentang rasa kehilangan gaya cara menulis, tentang bagaimana rasa yang hilang diantara tulisan diri sendiri. Tentang rasa percaya diri yang mulai terlihat memudar dalam menyampaikan atau membagi isi pikiran pibadi lewat tulisan-tulisan. Dulu dengan kosa kata yang sangat minim, dan rasa ingin tahu yang besar dari segala bacaan, mampu ku hasilkan tulisan ringan sederhana, semisal Paksaan Batin Sang Penulis, MasihSebatas Khayalan, Imajinasi Dalam Rasa.

Tidak aku pungkiri, beberapa bulan silam sejak laptop mungil hadiah dari kakak tercinta rusak, produktifitas pribadi dalam tulis menulis mulai menurun. Banyak alasan sepele yang memanjakan diri menjadi penghalang mengembangkan ide-ide untuk dituang dalam tulisan, mulai dari tidak ada media sebagai alat tulis, hingga malas mengunjungi pustaka dan  kemudian kekurangan bacaan tanpa membuka laptop untuk berselancar di dunia maya mencari bacaan-bacaan ringan selanjutnya keluar tulisan dokumentasi pribadi. Ya, Hanya beberapa bulan saja, semua perasaan tak terwujud dalam tulisan hilang bagai tak pernah ada.

Secara kebetulan, dua minggu lalu saat ngopi dikota Banda Aceh bersama abang-abang yang baru aku kenal, sempat membahas tentang keinginan dan kebutuhan. Dan dalam gaya bersahaja santai, abang yang dengan jenggot mengkilapnya, dia punya pendapat yang sama tentang hal itu; Memanipulasi keinginan sebagai kebutuhan merupakan hakikat manusia, kecuali dia mengenal dirinya dan Tuhannya dengan baik. Ya, terus termanipulasi hingga manusia sendiri lupa perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Tepat seperti yang aku rasakan beberapa bulan silam, laptop yang awalnya hanya keinginan yang dipenuhi kakak melalui pemberian hadiah, ku tempatkan sebagai kebutuhan didunia tulis menulis yang aku pelajari. Kemudian dari keadaan yang mulai terbolak-balik itu hampir menelantarkan aktifitas tulis menulis sebagai pengisi blog dan media dokumen pribadi ini.

Untuk mengakhiri tulisan ini, aku lagi-lagi mencoba mengutip sebuah paragraph dalam tulisan kak Sarah; ‘Terkadang ada hari-hari dimana segala sesuatu mulai terasa membosankan, dan kejenuhan itu semakin mendekat. Dimulai dengan terbitnya matahari hingga sang surya terbenam, segala aktivitas mulai berjalan rutin dan biasa-biasa saja. Semua begitu datar tanpa adanya variasi.’ Timbang-menimbang ada keinginan untuk menambah sedikit isi paragraph tersebut berdasarkan yang rasa yang hilang dalam diri ini ‘ Keyakinan menjadi penyelaras perasaan yang jenuh dan bosan yang tak harus di usir. Andai kejenuhan seharusnya dibenci, tidak ada kata lagi yang bisa mengungkapkan kedataran hari-hari tanpa variasi yang menjadi terkadang tersebut .’

Mar 16, 2016

Cara Efektif Membangun Wisata Daerah

March 16, 2016
Menipisnya sumber daya alam yang menjadi sandaran utama ekonomi masyarakat dan negara-negara di dunia, membuat sejumlah negara mencari sumber alternatif lainnya yang prospektif. Salah satunya adalah melalui pariwisata. Namun seiring pariwisata semakin menjadi tren positif untuk membangkitkan ekonomi suatu negara, persaingan pun semakin sengit untuk saling promosi memperkenalkan wisatanya untuk dijadikan destinasi oleh para wisatawan. Dengan semakin dikenal dan menjadi pilihan untuk dikunjungi banyak orang, baik lokal maupun manca negara, pendapatan negara dari sektor ini bisa bertambah secara signifikan, roda perekonomian masyarakat terus berputar, tercipta lapangan kerja baru, kesejahteraan masyarakat meningkat dan sejumlah multiplier effect lainnya.

http://gubukpenulis.blogspot.co.id/

Banyak cara bisa dilakukan untuk promosi membangkitkan bidang pariwisata dimasing-masing daerah, dimulai dengan iklan oleh pemerintah melalui media cetak atau elektronik yang dikemas secara kreatif, baik didalam atau bahkan luar negeri. Namun, secara tidak sadar khusus untuk Indonesia, banyak potensi untuk pariwisata yang masih belum dikenal oleh dunia, bahkan masyarakat kita sendiri. Namun, meski begitu sekarang bukan saatnya untuk kita saling menyalahkan atau menanyakan ‘siapa yang salah?’. Sudah selayaknya kita ikut mengambil andil untuk ikut mempromosikan pariwisata daerah masing-masing.

Saat ini, masyarakat secara umum banyak menghabiskan waktu untuk mengakses internet dibandingkan menghabiskan waktu menonton televisi atau membuka media cetak. Banyak media yang ada di Internet bisa dimanfaatkan untuk mepromosikan pariwisata ke mata dunia, semisal facebook, Twitter, hingga Blogging dan forum-forum lainnya yang ada didunia tersebut bisa dimanfaatkan. Dan ini bisa dijadikan potensi besar untuk mempromosi pariwisata hingga ke sudut-sudut daerah. Selain punya cost yang murah meriah, dunia Internet juga sudah mampu di jangkau oleh hampir seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok negeri sekalipun.


Menurut aku yang awam, menulis merupakan langkah terbaik untuk menarik minat wisatawan, menulis tentang apa saja yang bisa dijadikan potensi pariwisata. Hanya dengan bermodalkan memadukan gambar-gambar side yang akan dijadikan objek pariwisata, sedikit rangkaian kata untuk dijadikan kalimat-kalimat, hingga berbentuk sebuah tulisan, anda sudah menjadi salah seorang yang bisa menyampaikan informasi ke para wisatawan tentang kelayakan daerah anda untuk masuk dalam daftar wisata mereka.

Bukan hanya sekedar tentang wisata alam, namun banyak wisata lain yang bisa dikabarkan kepada dunia, dari kebudayaan, kuliner, bahkan religi sekalipun bisa dijadikan side untuk dikembangkan melalui tulisan hingga membuat para wisatawan tertarik untuk dijadikan destinasi tempat berwisata.
Menulis bukanlah skill yang rumit. Menurut aku pribadi yang awam dalam tulis menulis, kunci untuk bisa menulis adalah membaca. Sering-sering membaca akan membuka wawasan kita, baik dari segi memperbanyak mengenali kata hingga segi pengetahuan  sekalipun.

Tidak butuh lulusan sastra untuk jadi penulis, karena seorang penulis tidak pernah dituntut mesti dari golongan yang punya sarjana atau title, dunia tulis menulis bukanlah soal copy-paste, tapi hanya mau menulis tentang apa yang kita tahu dan kita bagikan kepada khalayak ramai (disini masyarakat dunia maya), kemudian menjadi media informasi yang bisa dimanfaatkan oleh makhluk sekeliling, anda sudah layak dikatakan penulis. Yuk, ikut bangun ekonomi daerah dengan memperkenalkan side pariwisata daerah anda masing-masing melalui tulisan.


Mar 11, 2016

Cara Hidup Sederhana Untuk Bahagia dan Membahagiakan

March 11, 2016



Tulisan ini aku tulis untuk dibaca semua kalangan tanpa perduli tujuan dari membacanya, dengan setitik harapan; ada manfaat yang bisa dijadikan keywords jalan hidup untuk sesiapapun. Tanpa memperhatikan jenjang pendidikan umum dan agama, atau sratifikasi sosial, apalagi letak beda jabatan yang terlukis pada yang merasa punya baju dinas. Setidaknya tahu cara hidup sederhana untuk bahagia dan membahagiakan.

Pikir punya pikir, tulisan ini hanya ingin  menjelaskan akan beberapa tanya yang diarahkan pada cara/jalan hidup aku oleh banyak rekan sekeliling, entah pertanyaan itu timbul dari mereka yang memakai sepatu tersemir dan  memelihara jenggot di usia muda dengan alasan (mengikuti) sunnah Rasulullah S.a.w, juga sekali waktu beberapa dosen ditempat aku sok jadi anak kuliahan, atau para orang tua/kepala keluarga yang tidak begitu rela untuk sekedar tahu anaknya dekat-dekat dengan lelaki semanis aku, hingga ada juga mereka sendiri para gadis dengan bibir yang merekah dibalik jilbab merah jambunya, ragu untuk membagi cintanya pada lelaki mirip (jalan pikir) aku, dengan alasan rasa takut suram akan masa depan.

Kehidupan

aku menulis buah hiu ini bukan juga pembantahan, akan (tuduhan) ketakutan kesuraman masa depan atau apalah kata layak yang semakna dengan  ketakutan kurang bahagia untuk hidup bersama kelak diujung lajang nanti saat menyebut nama aku dan dia (kamu) dengan kata ‘kita.’

Senyum polos dengan sok manis masih terpampang lucu di wajah oriental aku, sampai tulisan sebagai pustaka tulis menulis jalan cerita hidup aku sendiri, melongo didepan mata kamu. Entah, ini rasa ingin pura membuktikan hidup seorang aku hanya ada bahagia tanpa ada duka. Tapi yang jelas, seorang ‘aku’ selalu ingin konsisten membagi senyum sok manis untuk lingkungan sosial sekeliling, tanpa memperjelas status emosi yang selalu berubah bak cuaca.

Dengan segala aktifitas hari berhari akunya yang (memang) dianggap tidak menunjang kemampuan mewarnai dan menghiasi masa depan dengan sekumpulan penghasilan yang bisa menghasilkan kemewahan-kemewahan hidup. Timbul tanda tanya didepan kalimat-kalimat mereka tentang “kapan selesai kuliah? Kapan cari kerja? Kapan mampu berkeluarga? Kapan membahagiakan orang tua?” Sekumpulan pertanyaan yang sebenarnya sudah lebih awal dijawab oleh banyak mereka yang duluan menginjak kehidupan dari aku, bahkan dari kamu yang pura lebih tua,  juga sebelum tulisan ini aku tulis dan kamu membacanya para/sang gadis-gadis glamour yang saat ini.

Ya, ngopi setiap hari, mendaki Gunung, kembali dan mendaki lagi, membuat laporan-laporan perjalanan singkat tentang pendakian, hingga menulis unsur-unsur buah-buah hiu menjadi aktivitas yang menbahagiakan batin aku sampai hari ini. Sekonyongnya, kalian coba berfikir bahwa aktifitas yang aku geluti sejak 2009 dan pelan berkembang menjadi kebiasaan, bahkan ku arahkan menjadi kehidupan adalah hal yang sia-sia, buang-buang waktu.  Namun sejujurnya aku tidak merasa seperti yang fikir kalian tuduhkan ke aku. Menurut sehat jiwa raganya aku, Kenyamanan, kebahagiaan, dan suram atau tidak masa depan itu bisa dirasa berbeda dari tiap batok kepala. Logika zaman mata pelajaran Sekolah Menengah Pertama dulu; Rambut sama hitam,namun pikiran berbeda-beda.

Kebahagiaan tidak selalu di ukur dari materi, meskipun sewajarnya materi itu perlu untuk menjalankan roda hidup dizaman yang sudah tidak sebut purba lagi. Dan untuk mendapatkan materi juga tidak semua dengan jalan yang sama,bahkan memang tidak boleh sama. Untuk ibu/bapak yang punya anak gadis, jangan takut jika harus menitip masa depan anaknya pada manusia-manusia yang berjalan pikir mirip-mirip aku, atau malah gadis-gadis manis yang sedang membaca tulisan ini, jangan ragu untuk berbagi kisah-kasih merajut jalan hidup bersama lelaki berpola pikir layaknya aku. Jangan terbeban untuk hidup dalam kelaparan, Tuhan  selalu mengasihi dan melimpahkan rezeki untuk umat-NYA sesuai kapasitas kebutuhan, selama usaha dan doa selalu dibarengi dalam mencari Rahmat-NYA.

Dengan rasa percaya diri yang tidak berlebihan, aku berani mengungkapkann, orang-orang seperti 'kami', adalah orang yang selalu punya mimpi sederhana dalam hidup, dan selalu punya cara untuk berusaha mewujudkan mimpi berkapasitas lebih besar dari yang diharapkan. Aktifitas yang kebanyakan orang menganggap hal sepele, bagi kami menjadi ruang berjalan untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga, dan itu sudah terbukti. Sebagai testimoni untuk meyakinkan, sampai hari ini, tidak ada (aku belum pernah mendengar tentang itu) pendaki atau penulis yang kehidupannya tidak hidup, meski tidak kaya. Bahkan, hidup kami paling tidak sampai saat ini, masih sangat kreatif untuk menghidupkan kehidupan. Juga berbicara tanpa title sarjana atau tidak pernah merasa lulus kuliah, pun sampai saat ini belum terbukti jika memiliki sarjana mampu meningkatkan taraf  hidup untuk lebih baik. Masih banyak sarjana bahkan pasca sarjana diluar sana yang berkeliaran jadi pengangguran, bahkan jangan ragu untuk melihat berapa banyak ijazah-ijazah yang sudah diphoto copi mereka untuk melamar kerja, namun tetap bertahan jadi pengangguran.

Untuk berpikir ijazah adalah akhir segalanya untuk bisa hidup makmur, aku berani menjamin itu pola pikir yang salah. Berapa banyak dari kami telah menjadi orang baik dan makmur bahagia hidupnya tanpa ijazah. Dengan hobi, mampu membuat taraf hidup kami lebih baik. Mendaki, mengunjungi tempat-tempat yang tidak dijumpai banyak manusia, kemudian kami tulis dan kabarkan; ada keindahan yang Tuhan titipkan di Negeri mu. Sadarkah, yang seperti kami menjadi orang paling beruntung, kami mampu menikmati hidup yang Tuhan anugerahkan, seterusnya bersyukur.

Pelajarilah cara hidup kami, senyum kami bukan karena tanpa duka, tapi mampu mensyukuri segala yang Tuhan kehendak atas kami, jadi alasan yang kuat untuk kami terus tersenyum menjalankan hidup. Hidup kami bukan tanpa keluhan, tapi percaya Tuhan selalu menempatkan umat-NYA sesuai letak kodratnya, menjadi semangat usaha kami tidak putus dan terhenti asa. Usaha, doa, hasil, syukur adalah kesederhanaan hidup.

Mar 6, 2016

8 Sifat Pecinta Alam Sebagai Referensi Layak Dijadikan Pasangan Hidup

March 06, 2016
Berbahagialah, jika kamu adalah salah satu yang menjadi pasangan dari anak Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam), banyak alasan yang bisa kita jadikan alasan untuk berbahagia sebagai pasangan dari Para Mahasiswa Pecinta Alam. Biarpun, menjadi pasangan dari Para Pecinta Alam sering ditinggal untuk naik gunung, arung jeram ataupun susur gua. Tapi dibalik semua aktivitas itu, banyak sifat dari mereka para Pecinta Alam yang jarang di miliki orang lain. Berikut, beberapa sifat mereka diantaranya yang harus kalian ketahui:

1.       Selalu Punya Target
Dalam melakukan aktivitasnya di alam liar, para Pecinta Alam selalu menentukan target, baik itu dalam hal sederhana, maupun yang sangat penting sekalipun.  Dalam dunia Pecinta Alam diajarkan “Rencanakan sebelum melakukan, dan lakukan sesuai perencanaan.” Dari kalimat itu, jelas mereka beraktivitas secara teratur dan punya komitmen hingga sampai pada target yang telah di rencanakan.
Dan mereka para pelaku aktivitas di alam liar (disini: Pecinta Alam) akan selalu berusaha untuk sampai pada target-target itu, semaksimal mungkin. Nah, kalian para gadis dan perjaka, masih ragu untuk menjalin atau bahkan menjadi pasangan dari para Pecinta Alam yang selalu punya target dalam berkomitmen?

2.       Sifat Rendah hati
Beberapa orang mengatakan para Pecinta Alam itu orang-orang berkarakter sombong. Dalam tulisan ini, aku tidak mencoba membantah pendapat itu. Hanya ingin sedikit menjelaskan dan mencerahkan fenomena yang mengatakan para Pecinta Alam itu sombong.

Sebenarnya, Pecinta Alam itu manusia yang selalu dituntut untuk rendah hati. Contoh kecil, mana kala mereka beraktivitas dialam liar, jika mereka sombong, bisa jadi di dalam aktivitasnya mereka akan ditimpa hal-hal yang buruk, dari sifat kecongkakan mereka yang akan berefek pada kenekatan yang diberani-beranikan tanpa pengetahuan.

Pecinta Alam juga selalu diajarkan menyelamatkan orang disekeliling mereka setelah menyelamatkan diri sendiri mereka. Mereka bukanlah manusia tega-tegaan membiarkan orang disekeliling mereka dalam sekarat.

Atau mereka akan dipandang sinis dan bengis oleh penghuni tempat mereka beraktivtas. Namun, sampai sekarang, para pecinta alam selalu bisa beraktivitas dengan baik dan sopan dan disambut dengan ramah oleh penduduk tempat mereka beraktivitas. Selain itu ketika mereka berada di gunung, hutan atau di sungai ataupun dalam perut bumi (Goa), maka mereka akan menyadari betapa kecilnya mereka, betapa tidak ada apa- apanya mereka dibandingkan dengan segala sesuatu yang diciptakan Tuhan yang ada disekitar gunung. Dan merekapun adalah sebagian kecil ciptaan-Nya. Tidak ada alasan untuk mereka “pongah.”

3.       Bersemangat juang yang luar biasa
Siapa yang tidak bahagia ketika punya pasangan bersemangat juang luar biasa?
Para pecinta Alam punya itu lho. Mereka harus berjuang keras untuk mampu bermain di air mengarungi jeram, atau harus berlelah ria mencapai puncak-puncak gunung, ataupun mereka harus berjuang kuat untuk mampu menepi di tebing-tebing cadas. Demi sebuah hobi saja mereka harus berjuang biarpun lelah, apalagi untuk mendapatkan kamu yang mereka cintai. Cinta memang butuh perjuangan. Dan Pecinta alam punya itu.

4.       Romantis
Siapa duga, dibalik kasar kulit mereka, para pecinta alam adalah sosok yang romantis. Lazimnya, Pecinta Alam akan suka menulis, menulis apapun yang mereka dapatkan dari hobi mereka. Baik cerita di gunung, di jeram ataupun pengalaman di Gua. Dan kebanyakan penulis adalah orang-orang yang romantis dan punya sejuta kata untuk mengungkapkan perasaan cinta kepada pasangan nya.

5.       Mengerti Manajemen
Ini yang jarang dimengerti setiap person manusia bahkan cenderung diabaikan dalam hidup. Sebenarnya, manajemen sangat dibutuhkan dalam hal apapun. Dan sosok Pecinta Alam punya pengetahuan tentang Manajemen biarpun bukan lulusan manajemen. Sosok Pecinta Alam yang beraktivitas dialam liar, dituntut untuk mampu meng-estimasi waktu, jarak tempuh, demi persiapan beraktivitas, baik itu untuk keperluan menyiapkan bekal perut, atau perlengkapan yang dibutuhkan dalam aktivitasnya.

Dimana ruginya, jika anda adalah salah seorang pasangan dari Pecinta Alam? Hidup anda akan selalu teratur dan tertata dengan pengetahuan manajemen dari pasangan anda sendiri.

6.       Punya Semangat Untuk Mengalahkan Diri Sendiri
Sebenarnya musuh terbesar kita itu apa? Pertanyaan ini sering sekali muncul, jawabannya ya diri kita sendiri. Para Pecinta Alam haruslah mampu mengalahkan diri mereka sendiri untuk bisa mencapai target yang mereka tentukan. Dalam aktivitasnya para Pecinta Alam akan berusaha untuk mengalahkan diri sendiri, baik rasa lapar yang mereka rasakan dialam liar, hawa dingin yang merasuki tubuh mereka, rasa lelah dari aktivita mereka sendiri. Mereka akan terus berusaha mengalahkan ego yang timbul dalam diri mereka masing – masing.

7.       Mampu Menerima Apa Adanya
Seorang yang beraktivitas dialam liar, akan berjumpa dengan ragam karakteristik orang. Tanpa syarat tertentu mereka akan selalu menerima orang-orang disekeliling mereka untuk hidup berdampingan. Mereka selalu belajar memahami satu sama lain, baik secara tim atau bahkan orang dari luar tim mereka sendiri. Mereka selalu menerima kekurangan dan kelebihan seseorang mereka dengan apa adanya sebagai bagian kekuatan dalam tim.

8.       Pecinta Alam Sosok Yang Mandiri
Sifat mandiri, wajib ada ditubuh Pecinta Alam. Mereka dituntut untuk mampu menyelamat diri sendiri di alam liar, tanpa menunggu atau berharap pasrah untuk ditolong oleh orang lain. Mereka adalah sosok pribadi yang mandiri.

8 Sifat Yang Dimiliki Pecinta Alam Sebagai Referensi Dijadikan Pasangan Hidup

Itu beberapa sifat yang dimiliki Pecinta alam, Masih ragu punya pasangan Pecinta Alam dengan segala sifat yang dimiliki mereka?


Mar 5, 2016

Tiga Cara Pertolongan Bagi Korban Keracunan Sianida

March 05, 2016
Mendadak tetiba, Indonesia gempar dengan Sianida. Berawal dari kasus kematian seorang perempuan saat minum kopi. Tebak menebak hingga proses identifikasi selesai, disimpulkan bahwa, perempuan naas itu meninggal karena diracun dengan Sianida melalui kopi yang diminumnya. Hingga hari ini, kasus yang melibatkan antara wanita dan wanita tersebut masih bergulir secara mata hukum Indonesia.
Nah, kali ini kita coba mengenal Sianida lebih dekat dan pertolongan bagi korban keracunan sianida tersebut.


Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung gugus siano C ≡ N, dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen. Pada sianida anorganik, seperti natrium sianida dan kalium sianida, gugus CN ada sebagai ion sianida poliatomik yang bermuatan negatif (CN−); senyawa ini, yang merupakan garam dari asam sianida, adalah senyawa yang sangat beracun. Ion sianida bersifat isoelektronik dengan karbon monoksida dan nitrogen molekuler.

gubukpenulis.blogspot.com

Sodium sianida (NaCN), atau kerap disebut juga potasium sianida,banyak digunakan untuk menangkap ikan hias bagi akuarium air laut, membersihkan tambak sebelum menyebar kan bibit baru, melebur emas, dan menyepuh logam.

Sianida adalah racun yang mematikan jika masuk ke dalam tubuh manusia, sehingga harus disimpan secara baik dan hati-hati, jauh dari jangkauan anak-anak. Setelah menyentuh sianida, tangan harus segera dibilas hingga betul-betul bersih. Gas sianida (cyanogen (CN)2) bahkan lebih mematikan, jadi benar-benar tidak boleh terhirup sama sekali. Demikian pula, jangan hirup udara dari dalam kantung atau tempat penyimpanan lain yang mengandung debu-debu sianida atau tablet sianida yang basah oleh air laut. Dan saran yang terbaik adalah, sebaiknya hindari sama sekali pemakaian Sianida. Sesuai kata pepatah “lebih baik mencegah dari pada mengobati”

Namun jikapun kita terpaksa menggunakan sianida, kita harus mengenal lebih dulu tentang gejala-gejala  keracunan sianida. Keracunan Sianida mungkin terjadi ketika korban bersentuhan langsung dengan sianida. Gejala yang timbul antara lain; susah bernafas, detak jantung melemah dan tidak teratur, serta wajah dan bibir membiru. Jika bertambah parah, korban akan tidak bisa bernafas sama sekali, dan detak jantung berhenti, yang diikuti kejang-kejang. Nafas penderita keracunan sianida seringkali berbau harum.

Setelah kita sadar tentang gejala keracunan sianida, kita juga mesti sadar tentang pengobatan korban racun sianida. 

Untuk pengobatan. Beritahu segera dokter atau perawat, jika terkena sianida perawatan kepada sikorban harus langsung diberikan. Ada tiga cara pengobatan yang diberikan, yaitu;

1. pemberian infus sodium nitrit 3% dengan dosis sebagai berikut: untuk orang dewasa 10 mL selama 5 menit dan untuk anak-anak 10 mg per kilogram.
2. pemberian infus sodium thiosulfat 25% dengan dosis sebagai berikut: untuk orang dewasa 50 mL selama 10 menit, sedangkan untuk anak-anak 0,7 mg per kilogram.
3. pemberian amyl nitrit dengan cara dihisap. Setiap dua menit sekali, korban harus mengisap amyl nitrit selama 30 detik. Selain itu, berikan bantuan pernafasan menggunakan oksigen atau pernafasan buatan.

Tiga cara pengobatan korban keracunan sianida sebagai pengetahuan aku pribadi, dan rekan-rekan semua. Tulisan ini saya kutip dari Buku Panduan Pelestarian Terumbu Karang dengan judul “Selamatkan Terumbu Karang Indonesia” edisi bahasa Indonesia oleh; Tries B. Razak dan Kartika L.M.A Simatupang, pada halaman 101 dan 102.
Adbox